Tuesday, December 23, 2008

as I know,
kenyamanan itu suka menipu

dan bodohnya,
kali ini gua yang tertipu

Monday, December 08, 2008

Sehari Semalam

Dalam sehari semalam saya empat kali naik angkutan umum, satu kali naik pesawat dan dua kali naik kereta. Selama itu saya belajar bagaimana setiap detik begitu penting, belajar bersabar dan belajar tentang pentingnya bertoleransi. belajar "menyimak" sekitar. belajar meunggu dengan setia.

Dalam sehari semalam itu saya juga sempat menikmati pameran lukisan, mengenal kembali wangsa syailendra, melihat puncak borobudur, menikmati musik jazz, mengecap tiramisu dan diskusi panjang lebar. Saya bahkan gak hanya sempat tertidur dan kedinginan di kursi nan empuk, tapi juga tidur bersisian dengan sarang kecoa. iya, SARANG, tempat keluarnya kecoa dengan berbagai ukuran, dari yang gede sampe yang keciiil.. tapi saya masih tau itu kecoa!

Di hari yang sama saya juga sempat belajar betapa ego dan semosi itu bagaikan gelembung dengan jarum pentul. betapa kesetiaan begitu pentingnya untuk dijaga. betapa menjadi mandiri itu begitu mahal. betapa sahabat itu begitu melegakan.

Saya juga sempat menjadi pendengar setia obrolan keluarga yang gak ada habis-habisnya kecuali terhenti ketika mereka tertidur. mulai dari ada ular di depan kamar, harga dipan yang cuma 85 ribu, rel yang bercabang dua, pacarnya si kakak, hingga apakah kereta ini masih berjalan dengan tenaga batu bara.

Di malam yang sama saya juga berteman dengan "sebungkus kucing" yang ketumpahan kuah pop mie karna yang terlalu banyak mengajukan pertanyaan dan topik-topik aneh. Haha...tapi kucing ini menjadi pelarian saya ketika menyadari betapa susahnya memulai percakapan dengan orang di sebelah, walaupun saya anak komunikasi.


Semuanya dalam sehari semalam yang saya lewatkan ketika pulang.
Sehari semalam yang membuat saya merasa tambah kaya..

Tuesday, December 02, 2008

No need a pain killer

sakit itu candu,

setidaknya buat gua.
iya, gua mulai kecanduan rasa sakit.
rasa sakit yang bukan secara fisik, tapi mental.
sakit yang bisa bikin gua sesak nafas, yang bikin gua pengen nangis,
pengen marah, pengen ngeluarin sumpah serapah
sakit yang gua sendiri gak tau gimana cara menjelaskannya
tapi membuat gua ketagihan

ini berawal dari setiap luka kecil di hati yang bisa gua sembuhkan sendiri. self healing, maksudnya. setiap luka itu sembuh, gua selalu merasa lebih baik. gua selalu berfikir "okay, I can handle it, let's see what's next"

lama kelamaan, rasa sakit seperti sudah menjadi sahabat karib. tapi gua masih bisa tahan. masih bisa ngelewatinnya dengan kepala tegak. dan masih bisa sekali lagi bilang "oh, ternyata gua bisa"

terus dan terus begitu.. sakit sekali, lewat. dua kali, lewat.
levelnya naik lagi, lewat. tambah sakit lagi, lewat.
entah sekarang sudah sampe level berapa, gua gak tau
yang gua baru sadari, gua sampe suatu titik dimana
gua merasa terlalu menantang diri gua sendiri.
mencari gara-gara, membakar diri sendiri,
loncat dari ketinggian yang lebih dari biasanya,
tenggelam lebih dalam, menahan nafas lebih lama
hanya untuk melihat, untuk meyakini diri gua sendiri,

apakah gua masih sanggup
apakah gua masih bisa bangun dari kubangan sambil tersenyum
apakah gua masih berdiri tegak dan tidak menjadi cengeng

gua tau ini bahaya.
tapi setelah sakit itu lewat, gua selalu merasa bereinkarnasi.

ternyata gua kecanduan..


yes, you can call me psycho now

Tuesday, November 25, 2008

masuk ke tahun genap

umur saya nambah satu lagi

alhamdulillah

dan seperti tahun-tahun sebelumnya, saya gak bikin catatan perenungan
gak juga bikin resolusi
gak pasang target pencapaian-pencapaian
gak juga membuat daftar wishlist atau apapun itu

saya cuma punya niat kecil yang harus,

HARUS saya laksanakan mulai hari ini:

gak lupa lagi baca bismillah sebelum makan,
gak makan terlalu banyak apalagi sampai kekenyangan
dan gak lupa lagi baca alhamdulillah sesudahnya

itu saja

karna saya masih suka lupa
masih terlalu sering lupa untuk bersyukur
bahkan untuk hal-hal kecil seperti itu


Thursday, November 20, 2008



ada kisah baru disini

mudah-mudahan bisa diambil nilai positifnya ya..
selamat menikmati




Saturday, November 15, 2008

(not) a stupid girl


Jujur aja nih ya, gua tu termasuk orang yang bego untuk urusan cinta-cintaan. Gak pengalaman sama urusan beginian, bahkan kadang gak bisa mencerna dengan baik tentang masalah-masalah hati atau asmara-asmaraan. Tapi sebego-begonya gua, paling gak gua masih bisa sadar kalo ada sesuatu yang gak beres atau yang gak seharusnya terjadi tapi terjadi sama gua atau orang-orang di sekitar gua. Tapi sayangnya, kadang orang yang mengalami itu sendiri gak sadar atau ‘pura-pura gak sadar’ sama apa yang dia alamin. Khususnya kaum cewek nih ya.. yang kononnya lebih emosional, yang lebih sensitif, yang kurang mengedepankan logika untuk masalah-masalah beginian dibandingin laki-laki. Oke, kita langsung masuk aja ke contoh kasus:

Salah seorang temen gua –yang pinter, cantik, berani dan mandiri- berhasil mendapatkan tawaran pekerjaan di salah satu instansi besar di Indonesia. Tapi tawaran ini dia tolak dengan yakin karna dia harus menandatangani perjanjian untuk tidak menikah dalam waktu 2 tahun ke depan. Nah, waktu dia cerita sama COWOKnya (yang udah sekian tahun dipacarin), dia malah dapet tanggapan : “emang mau nikah sama siapa?”

........ ini gak sopan, kalo gua bilang ya.
Dan ni cowok juga nampak agak kurang ajar di mata gua.

Juga kasus-kasus lain yang –aduh, ampun deh- kalo menurut gua hanya akan memperkuat asumsi bahwa cewek adalah umat paling irasional aja. Misalnya nih, rela jadi selingkuhan dan berharap si cowok bakal mutusin pacarnya demi dia, atau TTM-an bertahun-tahun lamanya dan pasrah aja ketika ngeliat si cowok menggandeng cewek lain, atau rela dipukulin sama pasangan dengan alasan “begitulah cara dia melindungi dan menyayangi gua”, atau masih juga memaafkan dan percaya setelah berkali-kali dibohongin dan diselingkuhin sama sang pacar. Haduh..haduh...

Okay, bilang gua gak sensitif. Bilang gua cold heart. Terserah. Tapi gua gak akan mau membiarkan hidup gua dikalahkan sama perasaan-perasaan sesaat. Peraaan yang mungkin gua sendiri gak yakin-yakin amat apakah itu sayang, cinta, nafsu, atau apa.

Dan buat cewek-cewek diluar sana yang mungkin lagi mengalami hal seperti ini, c’mon girls.. cowok kan gak cuma satu. Dengarkan juga apa kata otak, dan cobalah sekali-sekali untuk gak menyangkal. Dan satu hal.. cobalah untuk (paling tidak- berpura pura) meninggalkan dia untuk melihat apakah tu cowok segitu cintanya sama kita. Apakah dia sadar ada yang hilang dari hidupnya ketika kita pergi. Let’s find the answer.. Tapi jangan kaget juga seandainya tiba-tiba kita mendapat jawaban dari pertanyaan “apakah cowok ini sebegitu layaknya untuk dicintai setengah mati?”

Kalo jawabannya membahagiakan, ya bagus.
Kalo jawabannya menyakitkan, well..I think you have no option but saying goodbye to him.

Dan catat ini: hak pilih kita gak hanya berlaku di saat pemilu yang cuma 5 tahun sekali itu kok. Ini SANGAT BISA dipake untuk memilih lelaki mana yang tepat untuk mendapatkan cinta kita.Cieeh...hehehehe...Jadi gunakanlah hak itu sebaik-baiknya, ya!

Wednesday, November 12, 2008

Me, myself and I

Gua percaya ya, dalam jiwa seorang penulis pasti ada sisi autisnya. Penulis apapun itu. Ya penulis novel, penulis buku anak-anak, penulis cerpen, bahkan ke penulis buku teks sekalipun. Pasti mereka punya dunia lain di dalam otaknya atau paling gak mereka sering kali merasa terlalu asik sama diri sendiri.

Marshal McLuhan misalnya ya. Doski nih pakar komunikasi yang menulis buku tentang Global Village. Bukunya ya buku teks, buku teori gitu. Dan di awal abad ke 20 dia udah bisa menulis di salah satu buku teorinya tentang kewujudan Global Village di dunia ini kelak. Buat yang gak ngerti teori ini, maksudnya tuh suatu hari nanti masyarakat dunia akan terhubung sedemikian rupa dan dunia akan terasa semakin kecil, gak beda dengan sebuah perkampungan. Dan sama halnya dengan kampung, masyarakatnya akan saling mengenal, share everything together, dan komunikiasi bisa terjalin dengan mudahnya. Bayangin, dunia jadi kampung! Gila kan, punya fikiran kaya gini di saat itu, sama aja kita bilang saat ini kalo mungkin aja manusia ngebangun mall di saturnus. Tapi nyatanya, it happen now. Oh.. thanks to the internet.

Nah, balik lagi ke masalah autis itu ya, gimana mungkin Marshal mcLuchan bisa ngebayangin dunia ini sebegitu jauhnya kalo dia gak punya imajinasi yang begitu luar biasa. Yang mungkin akan dipandang orang lain sebagai orang gila, atau nerd atau apalah..Dan pasti saat itu dia gak perduli apapun kata orang, apapun cemoohan orang tentang fikirannya, ide gilanya, atau justru kejeniusannya.

Contoh lain lagi, beberapa penulis novel top di Indonesia sekarang lebih memilih bercerai dan hidup sendiri (bagusnya dengan cara baik-baik) padahal rumah tangga mereka sebelumnya keliatan adem-ayem aja. Yaa..gua sih gak ngerti ya urusan domestik mereka. Cuma asumsi gua adalah, mereka menemukan kenyamanan yang lebih disaaat mereka sendiri (atau hanya berdua dengan imajinasinya) dibandingkan saat mereka berdua dengan pasangannya. Kenyamanan yang tidak tertandingi, kenyamanan yang membawa mereka pada ekstase luar biasa sehingga mampu menghasilkan karya-karya yang juga luar biasa.

Juga penulis-penulis lain seperti anak ini nih. Walaupun karya-karyanya belum di publish selain di personal blognya, tapi tulisan-tulisannya gua suka banget. Dan itu bagi gua termasuk luar biasa untuk anak seumuran dia. Dan dia juga termasuk salah satu orang yang masih saja berfikir apakah dia autis atau tidak. hahhaa..

Belum lagi penulis-penulis seperti Hans Christian Anderson, Agatha Christie, Paulo Coelho, dan semuanya. Gua yakin ada sisi autis dalam diri mereka semua. Makanya mereka bisa bikin karya sehebat itu.

Dan gua, sebagai penulis thesis (yang sumpah, gak penting dan gak sebanding banget dengan nama-nama di atas!) juga mulai merasa sisi autis gua semakin tumbuh dan berkembang. Gua sudah terlalu sering duduk di perpus sendirian, berkutat dengan keyboard dan loncat-loncatan antara neuron dan serabut otak gw berjam-jam lamanya. Yang paling menohok adalah.. ketika beberapa temen gua mulai complain dan mengatakan kalo gua menjadi semakin (berarti gejala ini udah dari dulu) antisosial. Juga ketika tadi malem, disaat yang gua lakukan hanyalah leyeh-leyeh dengan headset di kuping, mendengarkan lagu dari playlist yang diputer secara random, memejamkan mata dan meluruskan kaki, dilanjutkan dengan maen game tamiya dari laptop. Sumpah..moment itu terasa mahal banget!

Gua lupa kapan terakhir kali merasa senyaman itu.
Gua lupa kapan terakhir kali gua gak memikirkan kata thesis.

And now, here I am. Ngetik sendirian di koridor fakultas gua, kembali bercinta dengan windows, gak sadar dan gak peduli dengan semua orang yang lalu lalang. Gak sadar dengan siapa yg duduk di sebelah gua. Gak sadar sekarang udah jam berapa dan mengapa semua orang keliatan begitu sibuknya.

Yang gua sadar adalah, gua jadi makin autis aja

Sunday, November 09, 2008

flu abis renang, kena AC, nonton midnight,
tidur jam 4 subuh, nggak makan malem dan langsung ngerjain thesis


no wonder sekarang gua jadi masuk anjing,
eh..masuk angin!


Saturday, November 08, 2008

Jika hidup adalah perputaran nasib
maka ia hanyalah sebuah roda berjari-jari kecil
yang membuatku terus jatuh, bangun, jatuh dan terbangun lagi
dalam putaran yang begitu cepat

Jika manusia adalah mata uang dengan dua sisinya
maka aku adalah sekeping koin
yang bergambar ratu di satu sisi
dan bunga bangkai di sisi yang lain
Satu, namun tak pernah sama

Jika hidup adalah perjalanan
maka aku hanyalah pengembara kecil
yang tersesat dan tertipu mata angin
berjalan tertatih tanpa tau di mana ada hilir

Maka aku hanya akan menurut
terus berputar mengikut nasib
berharap lemparan koin menunjukkan keberuntungan
dan menemukan jalan yang akan membawaku entah kemana


Wednesday, November 05, 2008

Love is in the air

Selamat pagi semuanya..
This the most beautiful morning in my entire life.

Sarapan di sebuah cafe roti dengan segelas milo disaat pagi masih basah
Ditemani lagu-lagu klasik Indonesia era 60-an
Dengan suara penyanyi wanita yang lembut dalam irama bossas
Jadi berasa ada di cafe batavia
Sarapan dengan para noni Belanda yang cantik berkebaya encim


Di meja sebelah, ada pasangan suami istri separuh baya
Berbagi roti dan dua gelas kopi
Sang suami tuna netra, sang istri melayan dengan setia
Tersenyum membincangkan hari ini

Aah.. indahnya dunia


Friday, October 31, 2008

Penang Island (part 2-habis)

Okeh...lanjut lagi yak cerita jalan-jalannya. Ini bagian yang rada-rada susahnya.

Selama di Pineng ini gua sempet juga mengalami beberapa kesulitan. Yang pertama adalah gua agak kesulitan untuk mencari tempat makan. Mayoritas rumah makan yg ada di Georgetown adalah rumah makan Cina, yang sangat dikhawatirkan mengandung -nguik!. Ada sih tempat makan Cina yang memajang tulisan “strictly no pork”, tapi tetep aja gak ada tulisan HALAL nya, jadi masih agak meragukan juga. Buat yang khawatir, lebih baik jangan dimakan deh.

Opsi yang ada adalah restoran melayu yang jumlahnya sedikiiiiitttt banget, atau restoran India muslim (a.k.a restoran Mamak) atau ke Cafe dan Restoran Fast Food yang sebenernya menjadi opsi terakhir buat petualang ala kadarnya ini. hehehe.. Pilihan ke dua yang akhirnya sempet gua ambil. Makan Nasi Briyani khas India dengan ditambah ikan bakar ternyata top bgt! atau emang gua yg lagi laper aja ya?? hmmm...boleh jadi. Gua juga sempet mengidam-idamkan suasana makan malem di kafe tenda pinggir pantai Batu Feringghi. Tapi ternyata kafe tendanya gak ada. Mungkin gak boleh ada kaki lima dan jajanan pinggir pantai gitu. huhuhu..sayang sekali. Yang ada malah semacam foodcourt di tepi jalan raya. Tapi gak menghadap ke pantai. Jadi gak seru deh. Cita-cita untuk nyobain dim sum khas penang juga gak kesampean. sayang banget... Lain kali deh kalo ada kesempatan balik lagi ke sini, pasti gua cari!

Masalah selanjutnya adalah kendala cuaca. Disini, sumpah...panas buanget!! Menurut info perkiraan cuaca yang sempet gua lirik, temperaturnya berkisar antara 31-32 derajad Celcius. Perpaduan yang nggak banget untuk jalan kaki di tengah panasnya matahari kota dan udara panas pinggir pantai. Tapi tenang... gua udah mengantisipasi masalah cuaca yang tidak bersahabat dengan MEMBAWA PAYUNG! hahahha...berguna banget ternyata! Tapi tetep aja, sampe kembali di kosan kulit muka gua jadi rada gosong. Bule sih jadinya keren, lha gw..??huhuhu..

Lalu..Masalah yang ke-3 adalah transportasi. Di brosur yg gua dapet dibilang ada free shuttle bus yang melewati objek-objek wisata utama di Georgetown. tapi ternyata...bis itu adanya cuma Weekdays! hahaha...Lha gue datengnya pas Sabtu-Minggu- dan Senin yang lagi hari libur Nasional di Malaysia. Mau cater becak juga sebenernya bisa sih. tapi muahaalll. itungannya perjam 30 ringgit (sekitar 100ribu). Duh makasih deh. Toh jalan kaki juga masih bisa dijangkau kok. lebih enak malah, bisa nyelip-nyelip ke gang-gang kecilnya.

Most of all, yang paling bikin adem dan menyenangkan adalah suasana pantai Batu Feringghi. Walaupun awalnya gak niat mau ke pantai (gak heran gue rada saltum) tapi toh kerasa sayang aja udah sampe Pineng tapi gak ke Batu Feringghi, pantainya yang katanya lumayan ngetop itu. Okeh, nekat lagi deh! Dengan naik bis yang lebih berupa roller coaster, tiket cuma 2 ringgit, melewati tebing-tebing curam pinggir pantai dalam waktu gak lebih dari 1 setengah jam, akhirnya sampe juga gua di tepian pulau ini. Ah.. ini toh Batu Feringghi..

Pantainya kalo gua bilang sih biasa aja, gak jauh beda dengan pantai-pantai di Lampung. Gak juga sebagus pantai di Bali atau Lombok atau Phuket. Tapi karena pada dasarnya gua adalah perempuan yang selalu jatuh cinta dengan laut, jadinya tetep syahdu terasa. (halaaahh...)

Enaaaakkkk banget tiduran di atas batu besar dan datar yang teronggok di pojokan tebing, sambil menengadah ke langit menunggu sunset. Mengosongkan pikiran, menghirup udara dalam-dalam, menginjak pasir halus, dan mengobati kerinduan pada aroma laut, hmm.. gak pengen pulang rasanya. Lupa deh gua sama urusan thesis, sama kerjaan di kampus, sama bacaan yang menumpuk. Hehehe. Amnesia sesaat. Itung-itung escaping for a while, deehh...

Aaah...suka suka suka!!

Jadi kesimpulannya yaa, Pineng itu keren abis! Recommended deh buat yang mau liburan. Gak terlalu mahal juga kok. Asal pinter-pinter aja nyari promosi paket liburan murah. Intinya, kalo lu belum sanggup ngumpulin duit buat ke Eropa, atau kejauhan kalo mau ke Cina, atau belum berani ke India, jawabannya ya ke Pineng aja deh. Ini paket kombonya yang mantab.

See it by your self!

Tuesday, October 28, 2008

Penang Island (part1)


Pulau Pinang (kalo orang sini nyebutnya Pineng) itu sebenernya cuma pulau kecil. Tapi berhubung ini sempet menjadi pelabuhan utama di selat malaka, gak heran pulau ini jadi maju banget. Setiap kaum yang masuk di abad ke 17 dan akhirnya menetap di pulau ini jadinya saling memberikan pengaruh, baik dalam hal budaya, makanan, arsitektur, agama, dan ini tetap terjaga dengan apik bahkan sampe ke beberapa generasi setelahnya. Gak heran deh kalo Georgetown, kota utama di pulau ini, jadi unik, kaya, berkarakter bahkan sempet mendapatkan penghargaan dari UNESCO sebagai Best Heritage in the World untuk beberapa bangunan peninggalan yang ada di sini.


Georgetown itu kecil, tapi banyak banget objek wisatanya. Dan bagusnya, semua bisa dijangkau hanya dengan berjalan kaki. Jarak dari satu objek ke objek lain paling cuma beda 2-3 blok. Iya lah, untuk backpacker, jalan kaki menyusuri lorong-lorong kota rasanya lebih seru daripada naek becak atau bus. Sayangnya, ketika gw kesini (hari Sabtu, Minggu dan Senen yang lagi libur nasional karna orang india merayakan Deepavali -lebarannya mereka-) kotanya setengah mati suri gitu. Banyak toko yg tutup. Ada beberapa objek wisata yang juga gak dibuka. Tapi walaupun begitu, dalam waktu 3 hari gua udah mampu mengunjungi sampe ke hampir 30 objek! Woow.. seru kan??


Yang menarik di sini apa?? Ummm...Bisa dibilang ini kaya' wisata rohani, tapi 6 agama sekaligus. Hehehe... Soalnya yang dikunjungi sebagian besar adalah Temple, baik itu Hindu, Budha, Kong Hu Chu, plus beberapa Masjid dan juga Gereja. Yang paling top sih antaranya Khoo Kong si Temple (yang semuanya dibangun dan ukirannya dibuat dengan handmade di tahun 1700-an), lalu ada kuil Wat Chaiya Mangkalaram dimana ada patung The Sleeping Budha yang gedeeee banget, juga ada The World's Biggest Toy Museum. Selebihnya ada juga bangunan peninggalan tahun 1700-an, bergaya Eropa, India dan Cina, lalu beberapa musium, galeri seni, dan juga pastinya angin sepoi-sepoi dengan suasana pinggir pantai. Wah, seru deh.

Pineng emang ciamik! Gak nyesel dateng ke sini. Tunggu cerita selanjutnya yaa...

Friday, October 24, 2008

My next little step

Duh, gw gak sabar nunggu besok. Soalnya besok gw mau menambah catatan sejarah perjalanan hidup gw dengan cerita pertama kalinya gue BACKPACKING! Iya, bener-bener backpacking, hanya dengan membawa 1 tas ransel aja, dan nggembel. Yah, mungkin bagi sebagian orang ini udah jadi hal yg biasa aja. Tapi bagi gue….rasanya tuh luar biasa banget. Perasaan gua tuh kaya botol soda yg udah dikocok dan siap dibuka. Semangat, meledak-ledak, girang bukan kepalang deh..Whahhaha..

Yang menjadi tujuan gua besok adalah Pulau Pinang. Ini pulau kecil yang letaknya di atas Malaysia, hampir berbatasan dengan Thailand. Dan sebelum Malaysia merdeka, tempat ini jadi persinggahan kapal dan pusat dagang para saudagar dari Cina dan India gitu. Jadi kaya’nya gak heran kalo etnis Cina lebih banyak disana.


Okay, so far persiapan gua sih biasa-biasa aja. Walopun ini pertama kalinya gua backpacking, tapi gua emang pada dasarnya gak suka hal-hal yg ribet. Bawaan juga gak banyak. Toh gw disana Cuma 3 hari 2 malem.

Dan ah.... speechless. Akhirnya jadi juga gua memulai perjalanan gua sendiri. Dengan uang tabungan sendiri yang tadinya buat beli MP4 baru (menggantikan almarhum MP4 pink dangdut gw yg udah hancur). Untungnya gw sempet mikir ulang waktu mo beli MP4 itu (takut jiwa gw bertambah autis dengan kemana-mana pake headset. Hehehe..) Nah sekarang uangnya bisa dipake buat jalan-jalan deh. Ada hikmahnya kan!

Gua sih percaya ya, ini emang udah waktunya gua memulai perjalanan. Gua gak merencanakan ini dari jauh hari loh, baru sekitar 2 minggu yg lalu. Semuanya serba dadakan deh.. Tapi kan di buku Traveler’s Tale dibilang bahwa untuk bisa mewujudkan mimpi keliling dunia, all you have to do is taking the first step! Gak usah banyak pertimbangan, gak usah banyak mikir, mulai aja! Nah gua sendiri merasa yakin kalo gua sudah mulai melangkah pertama kali itu ketika sampe di Malaysia. Dalam hati gua bilang, pasti suatu saat akan ada tempat-tempat lain lagi yang akan gua datangi. Dan sekarang, (walaupun masih juga di negara Malaysia) paling gak gua udah melebarkan langkah sedikit ke utara. Mudah-mudahan yang lain bisa dipijak juga secepatnya. Hehehehhe. Amin.

Ya sudah, malem ini gua mau tidur cepet. Besok mau berangkat pagi-pagi soalnya. Do’akan semoga perjalanan lancar dan baik-baik aja ya. Tunggu deh, begitu pulang pasti gw bakalan posting cerita perjalanan gw plus foto-fotonya juga.


See ya on Tuesday!


Tuesday, October 14, 2008

The Greatest War

Perang melawan emosi itu emang paling dahsyat ya.. Gua barusan aja ngerasain hal ini. Duh, tadi tu rasanya keseeeeellll banget. Kolaborasi yang mantap antara kesel, capek, marah, jealous, sebel, sakit hati, wah.. ancur deh. Pengen nangis atau jejeritan rasanya. Tapi, sssttt... gw lagi di perpus. Gak boleh berisik! huhuhuhu....

Daripada gw ditimpukin semua orang, akhirnya gw cuma milih diem. Tapi ni hati rasanya dah mau meledak! Mata juga udah panas.. lalu gua memilih bangun dari kursi, berjalan di antara rak-rak buku yang berjejer rapat dan tinggi, teruusss aja jalan-jalan seolah sedang mencari jalan keluar dari labirin.

Lalu gua memutuskan berhenti di antara rak buku, menghadap ke deretan buku entah apa.. sambil berusaha mengatur nafas dan menenangkan diri. Kalo orang lain ngeliat tingkah gw itu, mungkin di fikirannya gw lagi mencari satu judul buku. Padahal, gua gak tau yang ada di depan mata gua itu buku apa. Judul-judul di sampulnya cuma deretan huruf-huruf tanpa makna. Cuma kumpulan titik-titik hitam di mata gua yang mulai buram.

...

Gila, Susah payah gua meredam volcano yang udah hampir meletus itu. tapi ternyata gak sampe sepuluh menit berikutnya, nafas gua udah mulai teratur dan bisa kembali berfikir dengan tenang. Tapi sepuluh menit dalam perang melawan emosi sehebat itu ...rasanya begitu lama. Susah banget! Ngerti kan gimana rasanya?

Saturday, October 11, 2008

Kejang-kejang

Semua orang kaya'nya setuju kalo menu lebaran mengacaukan pola makan. Dan itu juga yang gua rasakan pasca liburan lebaran kemaren. Gua gak sempet nimbang berat badan sih, karna pada dasarnya gua emang gak pusingan sama urusan berat badan dan asupan lemak dalam tubuh gua. Tapi ketika beberapa kemeja udah mulai sempit dan mulai nampak tumpukan tetelan di beberapa bagian badan gua, gua mulai ngerasa gak nyaman. Badan juga mulai berat kalo dibawa gerak. Makanya begitu balik lagi ke Malaysia, gua bertekad mau rajin olah raga lagi. Maksudnya jadi lebih sering dan rutin gitu..

Nah..dua hari yang lalu, gua memulai program ini. Sore hari, gw jogging 4 putaran stadion ditambah sit up, gak banyak-banyak sih, cuma 20 kali. Lumayan lah untuk permulaan. Dan setelahnya badan emang kerasa enak. Tidur juga jadi nyenyak. (halah...bahasa gua)

Tapi efek sampingnya baru kerasa mulai kemaren. Otot perut gw kejang. Gini deh kalo udah lama gak olah raga. Aarghh, edan...sakit banget lah. Kaya' kram perut gitu. Gerak dikit sakit. Mau batuk, bersin, ketawa, apalagi kalo uget-uget waktu tidur, sakitnya sakit mampus! Sampe malem gua masih merasakan penderitaannya.

Pas mau tidur, gua tetep aja gak bebas. Lalu gua berfikir gimana caranya gua bisa tidur dengan nyaman. Akhirnya gua memutuskan tidur pake KORSET. Kalo cowok-cowok gak ngerti apa itu korset, hmm...hampir sama dengan stagen, itu adalah lilitan super kencang di bagian perut yang biasanya dipake kaum perempuan saat berkebaya, supaya ngebentuk pinggang yang langsing dan supaya kainnya gak melorot. Dan malangnya, hanya kaum perempuan yang tau penderitaan dililit korset berjam-jam. huffhhh...

Dan bisa dibayangkan, gua tidur sambil pake korset! Ampuunn..!!

Maksudnya sih menjaga supaya otot perut gua yang lagi kejang itu gak terlalu banyak gerak. Gua kan kalo tidur selalu mencoba berbagai pose. Heheheh.. Nah dengan korset ini, gua bisa menjaga supaya badan gua, terutama bagian perut dan pinggang gak terlalu banyak bergerak. Kalo nggak, ntar malah tambah kram deh..

Tapi coba dibayangin. cewek-cewek kalo kondangan aja, maksimal 3-4 jam pake korset dan kebayaan gitu. Nah gua... 8 jam! hahaha...Tapi efeknya, yah lumayan lah.. udah gak terlalu sakit lagi rasanya. Efektif juga ya ternyata!

Lalu kalo ditanya, "kapok nggak,olah raga?" nggak lah... masa gini doang jadi kapok. Justru ini baru permulaan kan. Ntar juga biasa. Kalo udal mulai rutin olah raga, pasti udah gak kejang lagi deh. Makanya, mari doakan program gua ini sukses ya! Biar gak cuma gede di niat doang hehehhe..

Btw, ada yg inget gak, Hari Olah Raga Nasional kapan yak?

Friday, October 10, 2008

Bawa aku ke samudra
Dan ku kan menangis
Lalu air mataku kan menjadi ombaknya



(tulisan yg dibuat tgl 8/5/2006, dan entah kenapa baru ketemu lagi tadi malam)


Tuesday, October 07, 2008

from palembang with love


merasakan asoy-nya pacaran di tengah kota
nonton bioskop, liat air mancur, makan es krim
sambil menghibur pacar lain yang ketinggalan di kota lain

one night stand in Palembang



Thursday, October 02, 2008

Selamat Idul Fitri 1429 H
Maafin saya yang banyak dosa ini ya..

Sunday, September 21, 2008

On my way back home

Gua bikin postingan ini di airport, sambil menunggu pesawat gw yang kalo gak meleset dari jadwal, akan berangkat 30 menit lagi. Yes, I'm going home...

Hmm.. pulang kali ini kok kerasa beda ya? kaya'nya gak sabaar gitu, pengen cepet-cepet pulang. Padahal dulu-dulu gak begini. Padahal juga, gua baru 2 bulan yang lalu pulang ke Indonesia. hehe.. aneh. Ada rasa kangen, tapi gak tau kangen sama apa atau siapa. Keluarga? Ah, nggak juga. Gua bukan tipikal yang suka homesick gitu kok. Temen-temen? Masih sering ngobrol juga lewat internet. Ponakan?? Hmm...ini mungkin iya. Pacar? Hohoho...maaf. Not on my list.

Kepulangan kali ini juga kerasa beda di hati. Entah kenapa. Kalo mau dimaknai lebih dalam, mungkin ini adalah saatnya bagi gua untuk belajar memaafkan apa yang telah gua tinggalkan dan lupakan. Kalo kepulangan kemaren gua dihadapkan pada beberapa kenyataan yang...mm... apa ya.. cukup menantang keberanian gua untuk menghadapinya. Siap atau gak siap. Suka atau gak suka. Bahkan ada hal-hal yang gua rasa, "duh, kenapa gua harus tau hal ini sih!".. atau ke masalah yang gua rasa akan lebih baik kalo gua gak tau aja. Tapi pada akhirnya gua memutuskan, ya sudahlah..hadapi aja.


Tapi menghadapi itu semua belum berarti gua bisa berkompromi dengan itu. Kalo kata temen gua, bedanya ikhlas sama pasrah itu tipis. Hehehe..

Nah mungkin di kepulangan gua kali ini gua bisa kembali melongok sebentar ke apa yang kemaren gua tinggalkan. Lalu mencoba untuk menerima dengan legowo, memaafkan apa yang perlu direlakan, atau bahkan berkompromi dan memaafkan diri gua sendiri.
hmm.. misi yang gak mudah, memang. But I'll try, and I promise my self.

So there it is. Pesawat yang akan membawa gua pulang ke rumah itu dah dateng.
Hmm..doain aja semoga gua selamat sampe tujuan yah
dan semoga keberanian gua gak ketinggalan di airport...
hehheheheee

Wednesday, September 17, 2008

anak-anak itu..

Hari sabtu kemaren gua sempet ikutan acara buka puasa bersama yg diadain sama adek-adek tingkat gw (anak kom tapi yang S1). Tapi keikutsertaan gw disini bukan sebagai anak kom, (lho kok?) tapi sebagai pelajar Internasional. Maksudnya sebagai kontingen dari Indonesia, gitu.. (lho kok buka puasa pake kontingen-kontingenan sih? Emang olimpiade?) hehe..

Jadi gini ceritanya:
Acaranya itu kunjungan ke sebuah panti asuhan anak-anak yatim di daerah Sabak Bernam. (Jauuh banget..udah di perbatasan Selangor. gw juga gak ngerti jalan kesana lewat mana). Tapi ini bukan kunjungan biasa. Gak cuma sekedar games-games, bagi-bagi santunan, ceramah dan buka puasa bareng. Tapi panitia juga sengaja mengundang beberapa pelajar Internasional untuk ikutan acara ini. Maksudnya sih untuk berbagi tentang budaya masing-masing negara. Perwakilan yang dateng hari itu ada 2 orang dari Irak (Basha dan Ali), 1 orang Somalia (Mr.Ahmed), 2 orang Cina (Sally dan...duh, satu lagi gw gak ngerti gimana nyebut namanya, susah!) dan 1 orang Indonesia (ya gua ini lah..)


Serunya ngeliat anak-anak itu antusias banget pengen tau budaya masing-masing negara. Walopun sedikit terhambat dengan kendala bahasa, karna beberapa perwakilan asing ini Bahasa Inggrisnya agak-agak gak jelas karna pengaruh dialek masing-masing, dan anak-anaknya juga gak semua ngerti bahasa Inggris, tapi tetep aja acaranya seru.











Dan ketika memperkenalkan sedikit tentang budaya Indonesia, anak-anak itu juga sempet melontarkan pertanyaan yg kalo menurut gua agak lucu sekaligus lugu, khas anak-anak banget. (yg seperti ini kira-kira kalo diterjemahin ke Bahasa Indonesia):

"kakak suka nggak nonton sinetron Bawang merah bawang putih?" (sinetron ini lagi ngetop abiss di Malaysia)
"kakak pernah ketemu artis gak?"
"Pernah ketemu FERDI gak, kak?" (tokoh utama cowok di sinetron itu)
"kakak tau sinetron Anakku bukan Anakku? yang main cantik yah kak.." (Nabila Syakieb maksudnya)
"kakak suka lagu Alhamdulillah gak?" (nah yang ini soundtrack sinetronnya)
hahahha...kasian banget anak-anak ini,masih kecil sudah termakan imperialisme sinetron Indonesia.

Lalu ada juga pertanyaan seperti ini:
"kakak kesini naik apa?"
-- naik pesawat terbang
"gak takut tinggi kak? gak kepingin muntah?"
--hehehe......

Ah, lugunya anak-anak ini. Tapi enak deh ngobrol sama mereka. Obrolan ringan anak-anak yang bikin kangen (udah lama juga gw gak maen dengan anak-anak, terakhir mendongeng juga entah kapan, udah lama banget)

Tapi di balik kecerian mereka, sebenernya gua sedih ngeliat kondisi mereka disana. Kamarnya, pantinya, kamar mandinya, semua kondisinya agak memprihatinkan..belum lagi kisah-kisah dibalik senyum mereka itu. Gua yakin gak mudah bagi mereka menjalani ini semua sambil tetap tersenyum.

Dan satu hal yang bikin gua pengen nangis ngeliatnya adalah, katika lagi tahlilan bareng dan mengucap do'a untuk kedua orang tua mereka, gua melihat salah seorang anak (yang mimpin do'a waktu itu) menutup rapat-rapat matanya, sampe keningnya berkerut dan nafasnya tertahan sebentar. Keliatan kalo dia sebenernya nahan nangis...

Sedih ngeliatnya....

Ah, anak-anak itu.. Semoga saja kalian tetap bisa tersenyum walaupun dunia terasa begitu sepi. Semoga Tuhan selalu menghujani kalian dengan kasih-Nya. Dan semoga kedatangan kami yang walaupun cuma sebentar itu, bisa membuat kalian termotivasi.


(dedicated for Aisyah, Noordiana, Fatimah, Syafiq, Arif dan teman-teman)


Thursday, September 11, 2008

Part timer

gua kaya'nya mau ngelamar kerja deh,
jadi part timer superhero, kaya'nya seru

soalnya gua udah bener-bener gak bisa tidur kalo malem
siklus hidup gua saudah berbalik total
malem melek, siang tidur..


so, ada yg punya info lowongannya gak?
jadi asistennya batman juga gak papa deh



Surat kepada Tuhan

Selamat malam Tuhanku, aku tak bisa tidur lagi malam ini. Dan dalam keterjagaanku, begitu banyak tanya yang menghampiri. Aku tak tahu dari mana munculnya semua itu. Tapi yang aku tahu, hanya Engkaulah Yang Maha Tahu. Maka kuputuskan untuk bertanya saja pada-Mu agar bisa menguraikan segala kebimbanganku.

Tuhanku, mengapa Adam kau turunkan ke bumi hanya karna Ia memakan buah khuldi? Apa salahnya buah khuldi? Mengapa buah itu tak boleh dimakan? Kalau memang benar-benar tak boleh dimakan atau bahkan sekedar didekati, lalu mengapa Engkau menciptakannya? Apakah hanya untuk menguji kepatuhan Adam dan Hawa pada-Mu? Apakah hanya untuk memberi peluang bagi iblis untuk memenuhi janjinya (mengganggu umat manusia)? Ataukah Engkau memang sudah menyusun sebuah skenario untuk mengutus Adam ke bumi, dan ini semua adalah bagiannya?

Namun jika memang demikian, mengapa tak Kau utus saja Adam dan Hawa untuk turun ke bumi dengan mulia, tanpa menjadikannya hamba-Mu yang berdosa? Dan mengapa Adam perlu berdoa dan bertobat bertahun-tahun lamanya untuk bisa mendapatkan ampunan-Mu, hanya karna ia memakan sebutir buah (khuldi)? Bukankan Engkau Maha Pengampun, Ya Rabb?

Tuhanku, lalu mengapa pula Adam Kau turunkan ke bumi? Mengapa tidak ke tempat lain? Mengapa bukan ke Pluto atau gugusan bintang yang lain? Apakah memang benar bahwa kehidupan hanya ada di bumi? Tapi mengapa hanya ada di bumi? Mengapa Engkau menciptakan kehidupan hanya di atas bumi dan tidak pula di tempat lain? Bukankah semesta-Mu begitu luasnya? Begitu istimewanya kah bumi-Mu ini?

Tuhanku, mengapa pula Engkau masih perlu bersumpah pada apa yang Kau ciptakan ketika Engkau berfirman? Kau bersumpah demi malam, demi siang, demi matahari dan bulan, demi langit dan hamparan bumi, demi fajar, demi jiwa dan penyempurnaannya, demi tin dan zaitun, demi Makkah, demi masa, bahkan demi kuda-kuda perang yang berlari kencang... Sungguh, hanya Engkau lah yang Maha Benar. Namun mengapa Kau masih juga bersumpah? Apakan manusia-manusia ini sedemikian lalainya dan masih juga tak kan percaya pada kebenaran-Mu?

Ya Khaliq Ya Tuhanku, maafkan aku yang mungkin terlalu ingin tahu. Ampuni aku jika pertanyaan ini menyinggung-Mu. Sungguh, aku hanya hamba-Mu yang terlalu haus dan dahaga. Yang merasa malu dan rugi jika tidak menggunakan nikmat akal yang Kau berikan. Aku hanyalah hamba-Mu yang kerdil, yang tak tahu apa-apa. Yang mencoba membaca-Mu melalui semesta. Tuhanku, hanya pada-Mu aku memohon ampun. Hanya pada-Mu aku memohon petunjuk.


Umm...Tuhan, satu pertanyaan lagi: Apakah Engkau memang menciptakan dia untukku?

Tuesday, September 09, 2008

Saturday, September 06, 2008

Yes, I am

Menindaklanjuti postingan sebelumnya mengenai keabnormalan gua.. (haduh bahasanya!) haha.. kali ini gua akan bahas sedikit tentang hasil yg disebutin di quiz itu.

Okeh, pertama-tama gua sebenernya iseng aja nyobain kuis ini. Yah, just another having fun quiz at facebook. Ngeliat hasilnya yang kynya cukup abnormal pun gua masih haha-hehe aja. Sebenernya, kalimat terakhir gua kemaren yang "benarkah demikian?" itu bermaksud untuk nanyain ke temen-temen apakah emang gua bener seperti itu adanya. Cuma sejauh ini belum ada yg respon (kecuali mbak-mbak yg kirim lewat sms dan bilang -mungkin dengan agak bangga- kalo dia cuma 48% abnormal. Artinya dia masih lebih -sedikit- normal dari gua. hehe)

Sebenernya dari hasil kuis itu gak ada yg penting banget sih untuk dibahas. Cuma ada juga beberapa bagian yang nyaris sama dengan apa yg gua rasain. Having social phobia..yes, sometimes. Gua kadang suka males berada di keramaian. Apalagi ketika harus berusaha beramah tamah dengan orang yang gak gua kenal. Dan tempat yang paling nyaman bagi gua adalah.. Kamar Mandi! Karna disini gua bisa bener-bener sendirian. Aneh gak?? nggak kan...? Masih normal lah..

Nah, lalu gua agak tertohok juga dengan hasil kuiz ini yang di bagian terakhir, yang nyebutin bahwa gua mempunyai kecenderungan untuk menjadi obsessive compulsive disorder. You know what, It's damn so right! hahaha..Lama sebelum ini gua memang beberapa kali berfikir apakah gua seorang yang perfeksionis atau justru obsesif kompulsif (ini dua hal yang beda loh..) Dan ketika disebutkan contohya di situ bahwa gua bisa saja terobsesi dengan sabun pencuci tangan, misalnya. Gua cuma bisa bengong.

YES, I OBSESSED WITH HAND SANITIZER. THAT'S TRUE.

haha.. so then I found the answer about my self just because this simple and just another having fun quiz. Well.. fun enough. Just try it, and mabye you'll be suprised by the result. hehe

Friday, August 29, 2008

Am I ?

Gua baru mencoba kuis tentang seberapa abnormalnya gua. Dan hasilnya adalah....eng ing eng..:



You Are 60% Abnormal



You are at high risk for being a psychopath. It is very likely that you have no soul.



You are at medium risk for having a borderline personality. It is somewhat likely that you are a chaotic mess.



You are at medium risk for having a narcissistic personality. It is somewhat likely that you are in love with your own reflection.



You are at medium risk for having a social phobia. It is somewhat likely that you feel most comfortable in your mom's basement.



You are at medium risk for obsessive compulsive disorder. It is somewhat likely that you are addicted to hand sanitizer.



huahahahaaa... benarkah demikian??

Wednesday, August 27, 2008

Omnivora Night

owh..oh..oh.. gua gak tahan mau posting cerita ini secepatnya. hekhe.. Jadi gini, dalam 3 minggu terakhir ini di kampus gua lagi banyak banget diadain acara kebudayaan. Setelah minggu kemaren ada konser gamelan dan tari-tarian, (seperti yang gua post sebelumnya), trus dua minggu yg lalu ada Persembahan puisi nusantara yang menghadirkan beberapa pembacaan puisi dan teatrikal dari 5 negara; Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura dan Filipina (nah kalo yang ini lupa di post), tadi malem ada yang lebih yahud! FESTIVAL MAKANAN INTERNASIONAL...!!! wow, yahud kaaan...

Dan untuk seorang omnivora sejenis gua, gak mungkin acara gini terlewatkan begitu saja. Hohoho..selain disini bisa nyobain makanan yang aneh bin unik dari mancanegara kaya' Libya, Iran, Sudan, Jordania, Malaysia, Bangladesh, Nigeria, dan tentu saja Indonesia, dan yang paling penting adalah semua makanan ini GRATIS dan ALL YOU CAN EAT.. oh, terima kasih Ya Tuhan.. hehehe.. okay, nih gua kasih review dari beberapa makanan yang sempet gua cobain:

Yang disamping ini adalah makanan dari Nigeria. hidangannya ada daging sate tapi tusuknya kecil-kecil dan diselang-seling sama cabe paprika, ada juga nasi yang sepintas kaya' nasi goreng, ada sambel goreng udang, ada yang mirip-mirip pisang goreng, dan yang bulet-bulet itu adalah ubi yang dipadetin. Kalo yg ditengah itu..duh, gua lupa itu sayur apaan. Hmm..sekilas kayanya sama aja ya dengan makanan Indonesia, tapi ternyata rasanya beda banget. hehehe.. rada tertipu juga sih. Gua gak sempet nyobain semua, soalnya rebutan. hehehe. Tapi menurut testimonial temen-temen gua, rasanya aneh! aneh gak enak gitu. huehehehe...

Nah kalo yang ini, makanan dari Sudan. Ini adalah kentang dicampur daging cincang dicampur saos yang enak bangeeedd. Dagingnya empuk.Kentangnya lembut. Saosnya pedes manis, gimanaaa gitu..Enak lah! Harusnya sih makannya pake nasi, cuma gua mengantisipasi kekenyangan sebelum nyoba semuanya, jadi nasinya ditinggal dulu. hehehehe.. strategi yang baik, bukan?!


Yak, ke stand selanjutnya, kita ke Libya. Wheww..jangan kaget dulu ngeliat buntelan coklat di pinggir piring itu. Pasti mikirnya kaya something deh. hehehe, warna aslinya sih ijo tua. Walopun penampilannya agak meragukan, tapi ternyata lumayan enak. Itu adalah nasi campur daging alus, yang dibalut sama sayuran hijau, trus dikukus, eh apa direbus ya? Pokoknya semuanya jadi lembut. Makannya dicampur pake acar, yang ada di sebelahnya itu. Acarnya cantik, warna-warni. hehehe (acar kok cantik..) Lalu, yang paling kiri berwarna kuning itu adalah taburannya. Kaya' serondeng kalo di kita sih. Cuma bedanya ini ada rasa-rasa kembang setaman gitu. Hahahha.. aneh. Agak susah ditelan jadinya.

Okeh lanjut! next stop is Iran. Masih belun kenyang rupanya. hehehe. Nah, diantara yang diatas itu, ini kayanya yang paling enak deh. Yang ada ijo-ijo itu kalo di kita mungkin disebutnya omelete sayur. Karna di dalemnya emang sayuran dan didadar pake telor gitu. Lalu yang berwarna coklat di deket sendok itu, nah itu kaya kornet, karna ada daging halusnya. Tapi ternyata itu adalah campuran daging dengan terong yang dihaluskan. iya.. TERONG! hahaha. tapi enak. Lalu coklat-coklat yang dibawah itu adalah nasi, campur kismis dan kacang merah. Enak juga. lembuutt.. dan yang paling bawah warna putih itu mayonaise. Sebetulnya itu adalah pasangan untuk makan si telor sayur itu. Cuma karna yang nyobanya masih pada dusun, di campur-campur aja deh semuanya. hahaha..

Abis ke sana-sini, pasti gak lupa mampir ke stand makanan Indonesia dong... Ada ,siomay, ada gado-gado, rujak aceh, soto padang, bakso dan bandrek! Yang tampak menggiurkan disini adalah siomaynya.. montok! haha..Dan emang cuma siomaynya aja yang sempet gua cobain disini. Abis menggoda bangeeett. Nah, kalo orang-orang asing itu keliatannya agak-agak ragu makan-makanan Indonesia, soalnya terkenal pedes. Padahal mah bumbu siomay doang gituu. Tapi kalo temen-temen Malaysia gua lumayan suka makanan kita. Bahkan ada yang doyan banget sama pecel lele. hehehe.. Yang asik sih itu, minumnya bandrek. Pas banget dengan cuaca yang dingin dan lagi ujan dari tadi sore. Untuk lidah orang indonesia sih mungkin pas. Tapi buat orang timur tengah, mungkin aneh. huhehehehe..

Perhentian terakhir, kita ke Jordania. Disini menunya didominasi sama nasi. Nasinya juga mirip-mirip sama yang dari iran, pake kismis. Makannya boleh pake ayam yang dikukus dengan bumbu, ada juga acar bawangnya, dan ada sup. Supnya kental, sekilas kaya' kuah opor ayam. Tapi pas gua tanya sama yg jaga stand, dia bilang itu milk soup. Okeh, kalo gitu gua coba deh. Dikit aja dulu.. Dan ternyata pas gua coba... duh, aseem. Kaya' yogurt (ini kalo bahasa sopannya), tapi lebih kaya' susu basi (haha..ini bahasa yg agak gak tau diri..) But, most of all, berhubung ini stand terakhir yg gua kunjungi, gua milih makan nasinya. Biasa laaahh orang Indonesia, udah makan ini itu tapi kalo belun makan nasi ya namanya tetep aja belum makan. Hihiihi.. Tapi alasan utamanya sih, hari itu gua puasa, dan gak sempet sahur pula. Jadi kayanya closingnya emang harus pake nasi deh.

Uhfff..yo wes, malem ini mantabb abis. Kapan lagi coba, bisa nyicipin makanan asing begitu. Ya kan? Walopun abis ini berat badan gua naek drastis, I don't care! Coz, minggu depan juga udah puasa. yheheehe.. Keluar dari stand, sebenernya masih ada acara selanjutnya. Persembahan dari masing-masing negara, rata-rata sih nampilin tarian tradisional masing-masing. Dari Indonesia yang ditampilin adalah Tari Saman dari Aceh. Keren euy! Dan acara tari-tarian ini jadi acara penutup rangkaian festival budaya malem ini.
Btw, sampe posting ini selesai pun gua masih aja kekenyangan. Kaya'nya gak makan sampe besok siang juga masih cukup deh. Kenyang uedan...hahaha.Mau liat seberapa buas omnivora satu ini berburu makanan? Take a look at these picts.

Saturday, August 23, 2008

Obrolan Olimpiade

Kenapa pemain volly selalu pelukan tiap kali poin bertambah satu ya? Keseringan ah.Apalagi kalo yg main cowok.. hehehe..agak gimanaaa gitu ngeliatnya

Kenapa atlit selam masih juga mandi di shower setelah selesai menyelam? kan udah basah juga. Hmmm...Bilasan kali ya???


Kenapa kok tim estafet cewek dan cowok dari Amerika bisa sama-sama ngejatuhin tongkat di pelari terakhir ya? Hoo..mungkin tangannya basah karna grogi..

Kenapa juara sprint dari Jamaica, si Bolt itu, masih bisa senyum ya saat lagi lari sebegitu kencengnya? Oh, mungkin biar difotonya bagus kali...Kan bakal nampang


*hehehe.. masih aja suka bahas yang gak penting deh*


Friday, August 22, 2008

Konser Gamelan

yTadi malem gua abis nonton konser gamelan dan pergelaran tari

Bagus deh..Lumayan mengobati kerinduan karna udah lama gak dateng ke acara-acara budaya beginian. Nih, gua share beberapa foto










Hayoo...kalo abis liat ini, pasti jadi pada mikir deh, takut gamelan dicaplok juga sama Malaysia. Hehehhe..


Monday, August 18, 2008

(nggak) Upacara Lagi


Salam Merdeka dari Malaysia.

Berikut ini saya laporkan peringatan detik-detik kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-63 dari negara yang sudah setahun ini banyak mendapatkan sorotan negatif dari media lokal maupun nasional; apalagi kalau bukan Malaysia. Yah, berhubung disinilah gua terdampar, hehehe... yuk, kita ikuti gimana ceritanya.

Setelah tahun lalu gagal mengikuti acara sakral ini (baca postingan setahun lalu kalo merasa itu perlu), maka tahun ini hukumnya jadi wajib bagi gua untuk pergi ke Wisma Duta, KBRI untuk ikut acara 17an. Soalnya, mudah-mudahan sih ini tahun terakhir gua ada di sini, tahun depan kan udah lulus...hehehe.. (mari kita amini bersama-sama)

Bangun pagi, lalu mandi dan berbaju batik, gua dan rombongan pelajar lainnya berangkat ke Wisma Duta KBRI di Kuala Lumpur jam 8 pagi dengan bis sekolah dan bis pekerja (belakangan banyak yg komplain karna kebagian naek bis pekerja. Kita bahas ini belakangan ya..) Dan sayang sekali, sampe sana ternyata kami udah telat...yaaahh...Gak ikutan upacara (lagi) deh.

Pas sampe sana, ternyata lagi acara penaikan bendera merah putih dan lagu Indosesia Raya sedang berkumandang. Yang telat dateng ternyata rame juga, dan gak boleh masuk karna pasti akan mengganggu. Jadi terpaksa menunggu di luar gerbang sampe upacara selesai deh. Jadi inget jaman SMP, suka telat upacara trus disuruh baris di depan gerbang. Hehehe... Pinggir jalan raya pula! Hehe..

Begitu boleh masuk, yang dikunjungi pertama adalah apalagi kalau bukan stand makanan Indonesia. Yay, akhirnya bisa ketemu ketoprak, siomay, mi ayam, bahkan bakwan dan lemper! Hahahha...girang banget! Jadi agenda siang itu adalah MAKAN-MAKAN.

Soalnya abis upacara ya gak ada acara lain. Paling beramah tamah sama pejabat kedutaan (yang gua juga gak tau bapak-bapak itu siapa dan jabatannya apa). Pak Da’i Bachtiar sendiri yang sekarang menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Malaysia malah gak berbaur dangan para tamu.

Oh iya, ada bintang tamu lain yang gak kalah seru: Inul (yang konsernya di KL sempet dilarang oleh pemerintah Malaysia), Mpok Ati, dan Mocca. Gua sih sebenernya gak sabar banget pengen ngeliat Inul trus minta foto bareng sama dia, hehehe..boong deng! Gua mah pengen liat Mocca-nya aja. Cuma berhubung mereka tampilnya udah siang dan rombongan gua harus pulang, gak jadi deh..huu, sayang ya.

Nah, kembali ke masalah komplainnya beberapa orang ttg bis yang dinaiki dan shownya Inul yang agak-agak mendominasi dibandingkan peringatan kemerdekaannya sendiri, gua punya pendapat nih.


Kalo soal konsernya inul, beberapa orang –terutama dari kalangan mahasiswa- protes karna aksi ngebornya inul yang agak-agak heboh. Tapi kalo menurut gua justru ini menjadi hiburan yang berarti banget buat para TKI itu. Mereka rela panas-panasan, mungkin ada yang dateng dari jauh, hanya untuk menghibur diri dan merayakan kemerdekaan. Coba kalo yang diadakan adalah acara seminar internasional tentang pendidikan, atau tentang hubungan bilateral Indonesia-Malaysia, apa mereka gak bete?

Nah, kalo soal bisnya, mungkin bagi sebagian orang, naik bis pekerja (yang kalo disini diidentikkan dengan rombongan TKI) agak terasa memalukan. Lho emang kenapa sih? Kalo menurut gua sih, biasa aja lah.. Pelajar atau pekerja, itu Cuma masalah status. Dan siapa bilang pekerja itu derajadnya lebih rendah dari pelajar? Mereka justru menjadi penyumbang devisa negara loh, sedangkan beberapa pelajar malah minta disekolahin sama negara. (mhehehe...maap loh ya, gak bermaksud menyinggung siapapun)

Dan sayangnya, emang masih banyak yang membedakan kedua golongan ini. Pihak kedutaan sendiri juga kelihatannya masih saja membeda-bedakan. Contoh nyata: Pelajar dan Mahasiswa ngambil makanan di sebelah sini, sedangkan pekerja di sebelah sana. Pelajar dan mahasiswa dapet nasi kotak dan lauknya ada dua, sedangkan pekerja Cuma dapet lauknya satu. Pelajar dan mahasiswa boleh masuk ke dalam ruangan dan beramah tamah dengan pejabat kedutaan, pekerja... sana aja deh..nonton inul.

Tuh kan..?? Siapa coba yang gak adil?

Sadar gak sih ketika mereka mendapatkan perlakuan tidak adil dari majikannya kita lalu protes dan mengatakan bahwa mereka juga manusia, bahwa mereka adalah pahlawan devisa yang seharusnya juga diperlakukan secara layak. Lha sedangkan kitanya sendiri masih suka berlaku gak adil sama mas-mas dan mbak-mbak ini.

Terfikir gak sih, bahwa mungkin aja inilah satu hari dalam setahun mereka bisa keluar dari rumah majikannya dan berbaur dengan rekan-rekan se tanah airnya. Sedikit udara kemerdekaan dari setahun penuh keringat dan kerja keras. Tapi kenapa mereka belum juga mendapatkan keadilan, bakan di “rumah” yang harusnya mengayomi mereka? Dan kenapa mereka belum juga mendapatkan keadilan di hari yang katanya Indonesia sudah merdeka?

Terfikir gak sih tentang mereka??

Terfikir gak sih kalau mereka juga ingin merdeka?



Wednesday, August 13, 2008

Jendela yang terbuka

hummfff... gua mulai ngerasa gak nyaman dengan blog ini
bukaan...bukan bosen sama tampilannya, atau isinya yang suka gak penting itu..hehhee
tapi, gini masalahnya, gua cerita dikit dari awalnya ya..

dulu gua bikin blog ini karna pengen bisa menulis apapun yang gua rasa
yah walopun gua gak mau disebut ini sebagai diary, tapi sedikit banyak fungsinya ya begitu kan? katakanlah sebagai jurnal deh...

Gua gak peduli ada atau nggak orang yang baca tulisan gua. Gua bahkan sebenernya gak terlalu ambil pusing, yang penting gua bisa nulis apa yang ada di pikiran gua. Apapun itu. Mau orang lain suka atau gak suka, setuju atau gak setuju, I don't even care.. ya mau-mau gua lah, ini kan blog gua!! hahahaha.

Makin lama gua makin menikmati untuk menulis di sini. Tapi tanpa gua sadari juga, makin banyak aja orang yang baca blog ini. Entah ya...padahal gua gak segitu hebohnya minta di link sana sini, atau promosi ke orang-orang kalo gua punya blog dan silahkan dikunjungi. Tapi ternyata yang dateng berkunjung (baik yang meninggalkan jejak atau yang cuma jadi silent reader) makin banyak. Ok, di blog gua emang gak dipasang fitur untuk menghitung berapa orang yang udah berkunjung, tapi gua mulai jengah ketika ada orang yang bilang :
"Aduuh..ade lagi patah hati ya... "
"Hah, tau dari mana?"
"Kan gua suka baca blog elu"
*padahal gua gak akrab-akrab banget sama ni orang*

Atau ada juga yang diem-diem berkunjung tiap hari, megikuti perkembangan gua, mengikuti cerita hidup gua, termasuk curhatan-curhatan pribadi gua, tanpa gua tau siapa dia, atau apa yang difikirkannya tentang gua...gua jadi rada gimana gitu. Ada sebelnya juga sih, bukan sebel sama orangnya, tapi sama situasinya.

Sama juga halnya dengan facebook. Beberapa orang temen mungkin tau bahwa sebenernya gua gak terlalu berminat dengan situs pertemanan semacam ini. Gua masih menjadi penganut aliran, meet friend, say "hi" and shake hand. Gua bikin account di facebook itu juga gara2 gua mau download bbrapa video tapi kok ribet. Trus ternyata dengan facebook bisa jauh lebih cepet dan simple. Ya sudah. Tapi gua juga gak bikin pengumuman sana sini dan invite temen-temen. Isinya juga gak banyak-banyak amat.

Lalu gua mulai merasa bahwa..."kok gua jadi mau bikin account beginian sih? Kok jadi makin banyak aja hal-hal pribadi gua yang gua umbar-umbar. Mulai dari film favorit sampe hal-hal yang gak penting sekalipun." aaarrgghh.. It feels so not me.

Oke, mungkin ada yang bilang, ya resiko lah de, namanya juga Internet. Bener!! gua sepakat. Kalo posting sesuatu ke internet, berarti sudah ngasih izin ke warga dunia untuk bisa mengaksesnya. ya kan? Nah, bodohnya gua... dengan santainya gua buka lembaran-lembaran hidup gua dari masalah hati sampai ke kulit ari, kadang ditambah foto pula! ya jelas aja yang baca jadi tau gimana hidup gua!

Ini yang bikin gua gak nyaman.
...
...

Dan setelah gua fikir-fikir, rasanya gua belum cukup siap untuk menjadi warga sebuah kampung global (meminjam istilah Global village-nya Marshal McLuhan). Gua masih menikmati keadaan dimana gua berada di sebuah pojokan, memerhatikan orang-orang yang lalu lalang tanpa ada yang menyadari keberadaan gua. Gua bukan tipe orang yang suka berbagi rahasia diri, apalagi ke orang yang gua gak kenal-kenal banget..Ini yang bikin gua rada jengah belakangan ini, karna semakin banyak orang yang tau hal-hal pribadi gua dan mereka menikmati membacanya! ouh... And I don't even know who they really are!! Kalo temen-temen deket gua sih, yaaa gak apa-apa lah. tapi kalo yg gak gua kenal.... *jadi mikir-mikir*

Kaya'nya sekarang gua perlu memberikan batas sampai sejauh mana gua mengizinkan orang lain mengenal gua deh. Gua yang akan memutuskan selebar apa gua buka jendela diri gua. Apakah gua akan membukanya lebar-lebar dan membiarkan semua orang tau apa yang ada di dalam, atau hanya celah kecil yang bisa bikin orang lain bertanya-tanya, ada apa di dalam sana.
Atau, gua harus mulai memikirkan media lain yang bisa jadi wadah tulis-menulis tanpa banyak orang yang bisa mengakses. Diary mungkin??? hmm...


Tuesday, August 05, 2008

Sudah normal lagi


Healing process is 99% complete now
.


(kalo liat postingan sebelumnya, gambar yang gua upload itu sebenernya loading indicator nya jalan loh. Tapi setelah postingannya di publish, kok gak jalan lagi ya? Kesannya kan prosesnya stuck di situ-situ aja. Padahal kan nggak...)

Nah, sekarang dengan bangga gua bisa dibilang udah dalam tahap 'sembuh'. Sembuh dari apa sih? Dari fase sakit hati! hehehe.. (jujur amat mbak..)
Iya, sekarang udah 99%. Gua rasa sih ini gak mungkin menginjak ke 100%. Karna pasti akan ada sisa-sisa atau bekasnya yang masih ketinggalan. Ya kan? Forgiven but not forgotten gitu lah istilahnya. Tapi toh yang 1% itu udah gak signifikan lagi, itu cuma akan menjadi titik kecil dimana gua bisa bilang bahwa, oh iya..gua pernah merasakan hal itu. Tanpa ekspresi, tanpa perasaan apapun, bahkan tanpa dendam kesumat lagi. hehehe..

Gua bisa bilang tahap penyembuhan ini termasuk cepet. Untuk orang-orang yang tau cerita di balik layarnya, mengikuti perjalanan atau bahkan tau sedikit banyak kisahnya sampai sejauh ini, pasti setuju sama gua. Iya ini termasuk cepet. Kurang dari 1 minggu! (lliat tanggal posting sebelumnya; 31 Juli) Gua juga gak nyangka akan secepat ini, walaupun gua bilang ini juga bukan proses yang mudah untuk dilalui.

Gua dulu berasumsi gini. Ada 2 faktor yang berpengaruh dalam proses penyembuhan ini,yang bisa gua formulasikan dalam sebuah rumus:

tR = dF + dP
dimana :
tR = time for Recovery
dF = depth of Feeling
dP = depth of Pain

jadi, semakin dalam perasaan yang kita rasa, dan semakin dalam sakit yang kita rasa, maka proses penyembuhannya juga akan semakin lama. Valid gak sih ni rumusnya? hehehe..(cuma masalahnya gua belum berhasil menemukan satuannya masing-masing. Kalo untuk tR, mungin bisa diukur dalam satuan day atau week atau bahkan month. Nah, kalo untuk dF dan dP, gak mungkin kan gua pake satuan meter atau kilometer??)

Nah, balik lagi ke masalah masa penyembuhan gua yang -kaya'nya sih- termasuk cepet. Mungkin ada yang nanya, kok bisa sih? Buat gua ini semua adalah pilihan. Gua bisa aja nangis-nangis meratapi nasib sampe 7 bulan, bisa juga memilih untuk jadi jomblo aja seumur hidup, atau bersumpah serapah malem ini tapi besok pagi udah bangun dengan senyum manis. Pilihan kan?

Gitu juga tentang sakit hati ini. Gimana gua menyikapinya adalah masalah pilihan. Sakit hati lalu nangis-nangis, sakit hati lalu mutilasi, sakit hati lalu bunuh diri, atau sakit hati lalu sudah, titik. Pilihan kan?

Dan dari semua itu gua lebih milih yang terakhir. (yah, walopun opsi kedua kedengerannya lebih bombastis dan bisa memberikan peluang muka gua jadi hadline koran ibukota sih. Hehehe).

Toh, pada akhirnya gua berfikiran: Ya sudahlah, ngapain menyiksa diri sendiri. Apalagi untuk orang yang gak layak diperlakuan sebegitu pentingnya. Life must go on. Betul gak?


Thursday, July 31, 2008