Jam 11 malam, kontingen Malaysia mengetuk pintu kamar saya. Setelah peluk peluk dan cupika-cupiki bentar (haish..), kami (ngemil sambil) musyawaroh untuk rencana besok paginya. Mau phi-phi tour dulu atau city tour dulu? Hmmm... Setelah bolak balik brosur dan itung-itung uang, kesimpulan yang didapat adalah besok subuh kita akan hunting paket tour yang ditawarkan beberapa travel agent di sekitar hotel. Cari yang paling murah, cari yang paling memungkinkan. Sip!
 |
| pagi di Kalim Bay |
Dan yang saya bilang besok subuh adalah bener-bener subuh! Hahahaha..
Nggak ding, jam 7an lah..saya, beby dan alip udah keluar hotel dengan mata yang khas mongoloid sekali (segaris!). Sambil foto-foto (teteuup walopun mata sepet) dan jalan-jalan menikmati udara pagi tepi pantai, kami menyambangi beberapa travel agent yang baru buka. Beneran baru buka lho! Orangnya juga baru bangun tidur (dengan terpaksa dibangunin karena kedatangan kami. hehee..) Si empu dari travel agent yang kami datangi bernama Nuchy, matanya segaris (bangun tidur), pipi masih cap bantal, (sepertinya) wanita dengan orientasi seksual agak diragukan, dan kesulitan (saya rasa memang gak bisa) melafalkan huruf S dan P. Hahaha... Tapi walau bagaimanapun keadaan mata kami waktu itu, transaksi tetap berlangsung. Tawar menawar harga, dengan tentunya miskomunikasi di sana-sini, didapatlah paket untuk city tour untuk hari itu dan phi-phi tour untuk esok harinya.
 |
| tawar menawar yang penuh miskomunikasi. hahaha.. |
Rinciannya begini:
Day 1
Keliling kota naik mobilnya Nuchy dijemput di pintu hotel jam 12 siang, mengunjungi 6 objek wisata yang kami pilih suka-suka (no, kami gak pilih paket berfoto bersama monyet atau jalan-jalan sambil menunggang gajah. Begituan sih di Indonesia juga banyak!), plus belanja souvenir segala, totalnya hanya 1000 baht untuk bertiga. Sama dengan 100 rebu doang per orang! udah gak usah bayar bensin dan tol lagi (gak lewat tol juga sih). Murah kan?
Lalu berhubung saya dan alip punya hasrat membara untuk nyobain bungy jumping, maka kami merogoh kantong lagi (kali ini agak dalam) dan membayar 1600 baht per orang. Ini paket yang murahnya. Cuma untuk loncat dan dapet sertifikat. Kalo paket kumplitnya, seharga 2800 baht, dapet topi, kaos, foto, video, dan sertifikat. Ah sudahlah, yang murah aja. Yang penting hasrat saya untuk bungy sudah terbayar! hahahaha..
Day 2:
Paket Phi-phi Tour yang akan menyambangi 8 pulau, di 3 tempat diantaranya bisa jemur-jemur atau snorkeling, plus makan siang. Transportasi hotel ke dermaga naik minibus, dijemput jam 8 pagi untuk ke dermaga. Dari dermaga naik speedboat ukuran sedang (kapasistas 30-35 orang) mengelilingi 8 pulau itu, dan dikembalikan ke hotel sore harinya. Total 1000 baht (300 ribu rupiah) saja per orang. Ini sudah termasuk makan siang, life jacket dan snorkeling mask. Mau pake fin, nambah lagi 100 baht. Mau dapet foto di depan boatnya (halah, penting) nambah lagi bayarannya. Huh!
Setelah bayar bayar dan janjian, kami bertiga kembali ke hotel, menikmati sarapan lalu Beby dan Alip memutuskan untuk berenang. Saya? Ah sudahlah, kalo saya nyemplung juga, kolam yang luasnya cuma 3 jengkal ini pasti langsung penuh. Hahaha..
 |
| Sarapan di lobby hotel |
Jam 11 kami udah siap-siap, dan jam 12 teng si Nuchy dan camry-nya sudah parkir di depan hotel. Jadi baiklah.. Perjalanan hari itu dimulai!
Dan yang menjadi perhentian pertama adalah...tempat Bungy Jumping! Hahahhaa..saya dan Alip tiba-tiba jadi deg-degan. Kenapa harus kesini duluan? Kenapa gak tempat lain dulu aja? Belanja dulu kek..makan dulu kek.. Hahaha.. efek parno nih! Si Alip semakin deg-dengan karena begitu tiba di sana gak ada pengunjung lain, dan menurut aturan, yang badannya lebih berat akan loncat lebih dulu. Which means: ALIP ADALAH KORBAN PERTAMA! hahahhaa...
 |
| kontrak mati. ini bunuh diri, jangan harap uang kembali |
Setelah saya dan Alip menandatangani kontrak mati, si Alip mulai diiket-iket dan naik ke katrol untuk sampai pada titik ketinggian 50 meter. Saya menyaksikan dari bawah. Lamaaaa banget persiapannya, rupanya Alip berusaha setengah mati mengumpulkan keberanian yang berceceran entah kemana. Bahkan katanya dia sudah berniat mundur aja. Tapi bagaimanapun uang gak bisa kembali. Jadilah si Alip minta didorong sama instrukturnya. Lalu hanya dalam hitungan detik Alip jatuh, teriak sejadi-jadinya, dan mendarat dengan kaki lemas dan nyawa setengah.
Saya? PUCAT.
 |
| persiapan sebelum naik.. ah, itu senyum palsu! hahaha.. |
Ketika giliran saya yang naik, saya deg-degan abis...Sumpah! Setelah ditimbang, ditandai dengan angka di tangan, lalu kaki dililit dengan kuat, saya mulai dikatrol sampai ke atas. Sedikit demi sedikit saya mulai mencapai titik 50 meter di atas tanah. Pemandangan dari atas baguuusss banget. Hijau asri, banyak pepohonan, rumput seperti di lapangan golf, dan di bawah ada laguna kecil. Angin yang berhembus siang itu memang agak kencang tapi segar dan udaranya bersih. Saya menghirup udara dalam-dalam dan ternyata efeknya lumayan untuk menenangkan.
Entah karena dibebat terlalu kencang atau karena gugup yang berlebihan, kaki saya mulai mati rasa. Ketika saya harus menapakkan kaki di tepi papan tolakan, rasanya saya tidak menjejak. Anehnya, melihat dan merentangkan tangan lebar-lebar dari ketinggian seperti itu saya merasa tenang. Satu satunya yang saya khawatirkan waktu itu hanya angin yang hembusannya terlalu kencang, jadi saya seperti terdorong dari depan dan agak limbung. Tapi jantung saya sudah jauh lebih tenang. Maka dengan mata terpejam dan penuh kedamaian, saya menjatuhkan diri perlahan lahan...
 |
| ooh.. I love this moment! |
Rasanya?
Hmm..5 detik pertama saya masih merasakan nikmatnya melayang-layang. Angin yang menyentuh wajah, dan tangan yang seolah-olah merentangkan sayap lebar-lebar. Ah, gini ya rasanya jadi burung? Enak juga ternyata..Saya tersenyum.. Tapi ngomong-ngomong, kok ini talinya gak mentok-mentok ya? 10 detik, 15 detik..kok lama banget?? Saya mulai deg-degan lagi. Baru deh mulai teriak! Hahaha..
Fase pusing baru terjadi ketika ujung tali sudah mentok dan saya terpental-pental ke segala arah. Saya mencoba membuka mata tapi justru semakin pusing melihat segalanya serba terbalik. Fase mental-mental ini rasanya lama banget. Saya sudah terlempar kesana kemari, suara sudah sampe serak tapi gak berhenti juga. Sekitar 1,5 menit terombang-ambing baru deh saya ditarik untuk mendarat. Rasanya? Pusing! Hahaha.. Tapi asik. Sumpah..Asik banget..!!
Setelah mendarat dan dilepaskan segala tali temali yang membebat kaki, dengan berjalan sempoyongan, saya kembali ke base camp dan mengambil sertifikat. Ahooyyy.. 50 meter sudah saya taklukkan! Maka marilah berfoto dengan senyum yang lebar.. :D
Beres bungy jumping, saya dan rombongan melanjutkan perjalanan. Ada beberapa tempat yang dikunjungi secara marathon. Artinya disana cuma singgah 15 menit, foto-foto bentar lalu lanjut menghampiri tempat lain, tapi ada juga yang dikelilingi sampe khatam.
Tapi, nggg... kayanya kepanjangan deh kalo semuanya diceritain di sini. Masih ada 7 spot lagi soalnya. Tunggu postingan berikutnya aja yaaa kalo gitu... huehehehee..
*semoga gak ditimpuk pembaca karena updatenya lama benerrr. Amiin..*
Jangan kemana-mana ya, saya akan usahakan kembali setelah pesan-pesan berikut ini