Pernah dengar ungkapan "cinta sampai mati"? atau janji setia "for the good times and bad times"? Selalu terdengar romantis ya? Selalu bisa bikin hati meleleh dan bibir tersenyum.
Tapi apa iya pada kenyataannya selalu begitu?
Hmmm....Malam ini, saya melihat kenyataannya. Wujud dari perasaan cinta yang KONON nya sampai usia senja.
Kejadiannya begini.
Saya tengah menikmati makan malam di sebuah restoran siap saji. Saya sendiri, duduk di tepi jendela. Di seberang saya terdengar riuh rendah sebuah keluarga besar yang sedang menikmati makan malamnya juga. Ada bapak, ibu, kakek, nenek, dan tiga orang anak perempuannya yang menginjak usia remaja. Semua tertawa, semua ceria, entah sedang merayakan apa.
Si nenek masih cukup gagah dan dandannya masih cukup trendy. Sementara si kakek, menggeser kursinya sendiripun sudah tak mampu. Bicaranya hanya sepatah-dua patah kata. Tubuhnya renta dimakan usia.
Lalu semua orang menikmati makanannya. Sambil mengunyah, sambil bercanda. Si kakek juga ikut mengunyah, hanya saja ia tak cukup kuat mengangkat tangannya sendiri.
Ia disuapi.
oleh pembantu.
....
Hampir menangis saya melihatnya.
Di sana ada istrinya, ada anaknya, menantunya, bahkan cucu-cucunya semua sudah besar. Duduk satu meja, berhadapan dengannya. Tapi kenapa ia disuapi oleh pembantu? Kenapa bukan istrinya yang menyuapi? atau anaknya, atau cucunya?
Duh..Miris melihatnya...
Cukup lama saya terdiam, hingga akhirnya saya mengirimkan SMS untuk seseorang yang jauh di mata hanya untuk bilang:
"..kalau misalnya suatu hari nanti kamu lg sakit dan aku lg ada di dekat kamu, aku janji aku yang akan suapin kamu makan yah.. :) "
Iya, saya janji.
Saya janji bukan hanya ke dia, tapi juga ke diri saya sendiri.
Karna saya nggak akan pernah lupa dengan apa yang saya lihat malam ini
Semua orang di meja itu masih terus sibuk dengan menu masing-masing. Masih tertawa, masih ceria. Sesekali tampak melupakan keberadaan sosok tua di sudut meja. Dan si kakek hanya diam sambil terus mengunyah.
Wednesday, December 23, 2009
Saturday, December 19, 2009
1,3,5,7....
kalau yang satu melangkah seperti deret hitung
sedangkan yang satunya seperti deret ukur
sepertinya akan susah
dan yang pasti,
akan sangat melelahkan untuk terus berkejaran
Friday, December 18, 2009
hot guy in the plane
Ada beberapa hal yang saya suka dari traveling. Bukan cuma petualangannya, pemandangannya, suasanya fun yang didapatkan, tapi juga besarnya peluang untuk ketemu dengan orang-orang dan wajah-wajah baru yang bisa "menyegarkan mata". Huehehee...
Seperti kemarin ketika saya dalam perjalanan menuju ibukota. Ketika sedang antri di kaunter check-in, saya berdiri di belakang pria yang sekilas-duh-mirip-fauzi-baadillah. Ganteng! Memang sih, matanya sih gak setajam dan secadas mas fauzi. Tapi okelaaah.... ^^ Siapa coba yang nolak 'pemandangan indah' begini? hihihi...
Ketika berjalan masuk ke pesawat, si cowok ini jauh ketinggalan di belakang saya. Dia sepertinya satu rombongan dengan 2 orang ibu-ibu yang tentengannya lumayan banyak. Tapi saya sih gak sampe segitunya celingukan nyariin dia di mana. Saya fokus mencari tempat duduk saya aja. Sayangnya, saya duduk di tengah-tengah 3 jejeran kursi. Uuh, saya gak suka posisi ini. Kalau boleh memilih, saya akan lebih suka duduk di samping jendela atau di pinggir lorong sekalian. Posisi di tengah itu aneh, seperti terjepit rasanya.
Kursi di sebelah kanan saya sementara belum terisi. Di sebelah kiri saya ada seorang anak muda (tsaaah...sok tua banget gw!) laki-laki yang sepertinya baru sekali ini naik pesawat. Nggak tau gimana cara pasang seatbelt dan belum apa-apa sudah kepingin membuka meja di hadapannya. Lalu nggak lama masuklah si -mas-mas-yang-mirip-fauzi-baadillah- tadi, beserta 2 orang ibu nya. Sementara dua ibunya duduk di kursi di depan saya, sedangkan si mas....eng-ing-eng... duduk di samping kanan saya! Horeeeee... ^^
Dan sudah bisa diduga, saya jadi grogi abis. Hahaha... Nggak berani nengok ke jendela, which is yang ada di sebelah kanan saya. Gak berani juga menyandarkan tangan di sebelah kanan karna takut kesenggol tangannya si mas. Hihihi...Dan malangnya, saya gak punya pengalihan untuk menghilangkan situasi awkward ini. Di kantung kursi depan hanya ada kartu petunjuk keselamatan dan katalog barang jualang (yang ngapain juga dibaca sebegitu seriusnya), situasi juga sedang gak memungkinkan untuk mengaktifkan hp dan mendengarkan lagu lewat earphone, dan saya juga gak bawa novel atau koran yang bisa dibaca. Ah..mati gaya deh! Mau ngajak dia ngobrol juga gak berani. Grogi...hihi... ^^
Seandainya si mas-mas ini orang yang pandai membaca gesture, dia pasti tau kalo saya salah tingkah. Goyang-goyang kaki, garuk-garuk hidung -yang-sebenarnya-gak-gatal, sampai celingukan ngeliatin mbak-mbak pramugari yang mondar mandir (tetep...saya gak berani melihat pemandangan melalui jendela). Untungnya perjalanan ini gak lama, hanya sekitar 45 menit saja. Terima kasih Tuhan, jadi saya gak perlu mati gaya lebih lama lagi.
Gak lama kemudian pesawat ini mendarat. Daaan.... eng-ing-eng... Ada kejadian yang bikin saya langsung il-feel sama mas-mas ganteng ini. Baru beberapa detik pesawat menempelkan rodanya di landasan, dia langsung membuka sabuk pengamannya. Okelah, ini masih bisa dimaklumi. Tapi kemudian... DIA MENGAKTIFKAN HANDPHONENYA!!!!
Hallooo mas ganteeenggg...tau gak sih kalo ini bisa mengganggu sistem navigasi pesawat yang pada efeknya akan mengancam keselamatan seluruh penumpang?? Nggak bisa ya ditahan dulu barang 5 menit doang atau paling nggak sampai pesawat bener-bener berhenti di 'parkirannya'? (Tenang, saya hanya mengucapkan ini dalam hati kok. Gak mungkin juga tiba-tiba saya langsung ngomel-ngomel ke dia kan?)
Huh..Ini nih, salah satu kebiasaan buruk (mayoritas) orang Indonesia kalo lagi naik pesawat. Suka nggak taat peraturan! Padahal udah jelas-jelas diingatkan sama pramugari. Sibuk-sih-sibuk..tapi menunggu 5 menit doang emang nggak bisa lagi ya?
Aah...maaf ya mas-yang-mirip-fauzi-baadillah, nilai anda langsung minus di mata saya!
Nggak jadi deh saya naksir Anda. hehehehe....
Seperti kemarin ketika saya dalam perjalanan menuju ibukota. Ketika sedang antri di kaunter check-in, saya berdiri di belakang pria yang sekilas-duh-mirip-fauzi-baadillah. Ganteng! Memang sih, matanya sih gak setajam dan secadas mas fauzi. Tapi okelaaah.... ^^ Siapa coba yang nolak 'pemandangan indah' begini? hihihi...
Ketika berjalan masuk ke pesawat, si cowok ini jauh ketinggalan di belakang saya. Dia sepertinya satu rombongan dengan 2 orang ibu-ibu yang tentengannya lumayan banyak. Tapi saya sih gak sampe segitunya celingukan nyariin dia di mana. Saya fokus mencari tempat duduk saya aja. Sayangnya, saya duduk di tengah-tengah 3 jejeran kursi. Uuh, saya gak suka posisi ini. Kalau boleh memilih, saya akan lebih suka duduk di samping jendela atau di pinggir lorong sekalian. Posisi di tengah itu aneh, seperti terjepit rasanya.
Kursi di sebelah kanan saya sementara belum terisi. Di sebelah kiri saya ada seorang anak muda (tsaaah...sok tua banget gw!) laki-laki yang sepertinya baru sekali ini naik pesawat. Nggak tau gimana cara pasang seatbelt dan belum apa-apa sudah kepingin membuka meja di hadapannya. Lalu nggak lama masuklah si -mas-mas-yang-mirip-fauzi-baadillah- tadi, beserta 2 orang ibu nya. Sementara dua ibunya duduk di kursi di depan saya, sedangkan si mas....eng-ing-eng... duduk di samping kanan saya! Horeeeee... ^^
Dan sudah bisa diduga, saya jadi grogi abis. Hahaha... Nggak berani nengok ke jendela, which is yang ada di sebelah kanan saya. Gak berani juga menyandarkan tangan di sebelah kanan karna takut kesenggol tangannya si mas. Hihihi...Dan malangnya, saya gak punya pengalihan untuk menghilangkan situasi awkward ini. Di kantung kursi depan hanya ada kartu petunjuk keselamatan dan katalog barang jualang (yang ngapain juga dibaca sebegitu seriusnya), situasi juga sedang gak memungkinkan untuk mengaktifkan hp dan mendengarkan lagu lewat earphone, dan saya juga gak bawa novel atau koran yang bisa dibaca. Ah..mati gaya deh! Mau ngajak dia ngobrol juga gak berani. Grogi...hihi... ^^
Seandainya si mas-mas ini orang yang pandai membaca gesture, dia pasti tau kalo saya salah tingkah. Goyang-goyang kaki, garuk-garuk hidung -yang-sebenarnya-gak-gatal, sampai celingukan ngeliatin mbak-mbak pramugari yang mondar mandir (tetep...saya gak berani melihat pemandangan melalui jendela). Untungnya perjalanan ini gak lama, hanya sekitar 45 menit saja. Terima kasih Tuhan, jadi saya gak perlu mati gaya lebih lama lagi.
Gak lama kemudian pesawat ini mendarat. Daaan.... eng-ing-eng... Ada kejadian yang bikin saya langsung il-feel sama mas-mas ganteng ini. Baru beberapa detik pesawat menempelkan rodanya di landasan, dia langsung membuka sabuk pengamannya. Okelah, ini masih bisa dimaklumi. Tapi kemudian... DIA MENGAKTIFKAN HANDPHONENYA!!!!
Hallooo mas ganteeenggg...tau gak sih kalo ini bisa mengganggu sistem navigasi pesawat yang pada efeknya akan mengancam keselamatan seluruh penumpang?? Nggak bisa ya ditahan dulu barang 5 menit doang atau paling nggak sampai pesawat bener-bener berhenti di 'parkirannya'? (Tenang, saya hanya mengucapkan ini dalam hati kok. Gak mungkin juga tiba-tiba saya langsung ngomel-ngomel ke dia kan?)
Huh..Ini nih, salah satu kebiasaan buruk (mayoritas) orang Indonesia kalo lagi naik pesawat. Suka nggak taat peraturan! Padahal udah jelas-jelas diingatkan sama pramugari. Sibuk-sih-sibuk..tapi menunggu 5 menit doang emang nggak bisa lagi ya?
Aah...maaf ya mas-yang-mirip-fauzi-baadillah, nilai anda langsung minus di mata saya!
Nggak jadi deh saya naksir Anda. hehehehe....
Sunday, December 13, 2009
bingung #1
Saya sedang berfikir keras mengenai hal ini:
"tali", jika dijamak akan menjadi "tali-temali"
tapi mengapa kata "tulang" bentuk jamaknya tidak menjadi "tulang-temulang"?
Kenapa jadinya malah "tulang-belulang"?
Aneh kan?
Mari kita pikirkan hal ini bersama-sama....
"tali", jika dijamak akan menjadi "tali-temali"
tapi mengapa kata "tulang" bentuk jamaknya tidak menjadi "tulang-temulang"?
Kenapa jadinya malah "tulang-belulang"?
Aneh kan?
Mari kita pikirkan hal ini bersama-sama....
Thursday, December 10, 2009
new year new face
hey heeey readers.....
Is it too early to say Happy New Year, since it's still mid-December?? Hope not.
Haha...ini sih alasan saya aja, ganti tampilan blog dalam rangka menyambut tahun baru. Padahal rasanya saya sudah berpuluh-puluh kali ganti tampilan blog, dan tidak merasa perlu membuat suatu alasan untuk itu. Yaah, kali ini gak papa lah beralasan sedikit.
Fhewww... sudah mau tahun baru lagi ya?
And you know what? Ini juga berarti sudah hampir 5 TAHUN saya ngeblog disini, di halaman ini! Wow..ini umur yang fantastis untuk ukuran orang yang nggak suka curhat dan malas menulis diary seperti saya. haha..Dan saya masih agak nggak percaya banyak orang yang sering mampir dan baca tulisan saya yang remehtemeh begini. Meskipun kebanyakan diantaranya adalah silent reader (mungkin termasuk kamu). Daannn...ada follower, pula! aah... apa-apaan ini semua. haha...
Saya juga tau, there is also a stalker here. (yeah..even I'm not that famous). Tapi terserahlah, nikmati aja apa yang ada disini. Saya sudah menganggap ini public space kok. Dengan menulis disini, berarti saya sudah berani membuka jendela saya sedikit lebih lebar untuk orang luar agar bisa melihat apa yg saya pikirkan dan saya rasakan. Hope you get something positive from here.
Hmm...pengennya sih dengan tampilan baru ini, saya bisa menulis lebih rajin lagi disini. Penting atau nggak penting, panjang atau pendek, apapun. Paling nggak saya harus mencoba untuk lebih rajin berfikir dan menuliskannya. Dimulai tahun depan, mungkin? Kita lihat saja.
So... enjoy this new face. Hope you all like it.
Tampak lebih segar ya? Iya nggak sih??
Is it too early to say Happy New Year, since it's still mid-December?? Hope not.
Haha...ini sih alasan saya aja, ganti tampilan blog dalam rangka menyambut tahun baru. Padahal rasanya saya sudah berpuluh-puluh kali ganti tampilan blog, dan tidak merasa perlu membuat suatu alasan untuk itu. Yaah, kali ini gak papa lah beralasan sedikit.
Fhewww... sudah mau tahun baru lagi ya?
And you know what? Ini juga berarti sudah hampir 5 TAHUN saya ngeblog disini, di halaman ini! Wow..ini umur yang fantastis untuk ukuran orang yang nggak suka curhat dan malas menulis diary seperti saya. haha..Dan saya masih agak nggak percaya banyak orang yang sering mampir dan baca tulisan saya yang remehtemeh begini. Meskipun kebanyakan diantaranya adalah silent reader (mungkin termasuk kamu). Daannn...ada follower, pula! aah... apa-apaan ini semua. haha...
Saya juga tau, there is also a stalker here. (yeah..even I'm not that famous). Tapi terserahlah, nikmati aja apa yang ada disini. Saya sudah menganggap ini public space kok. Dengan menulis disini, berarti saya sudah berani membuka jendela saya sedikit lebih lebar untuk orang luar agar bisa melihat apa yg saya pikirkan dan saya rasakan. Hope you get something positive from here.
Hmm...pengennya sih dengan tampilan baru ini, saya bisa menulis lebih rajin lagi disini. Penting atau nggak penting, panjang atau pendek, apapun. Paling nggak saya harus mencoba untuk lebih rajin berfikir dan menuliskannya. Dimulai tahun depan, mungkin? Kita lihat saja.
So... enjoy this new face. Hope you all like it.
Tampak lebih segar ya? Iya nggak sih??
Subscribe to:
Posts (Atom)