Showing posts with label creative. Show all posts
Showing posts with label creative. Show all posts

Monday, July 29, 2013

STEAL THIS PRESENTATION!

Ceritanya saya lagi stalking blogwalking malam ini, dan tiba-tiba sampailah saya pada sebuah blog yg isinya repost tentang gaya presentasi. Keren banget isinya!

Buat orang-orang yang hidupnya berurusan dengan slide presentasi, misalnya dosen, atau Public Relations, atau designer, atau apapun itu, perkara membuat slide presentasi yang benar dan menarik ini kadang luput dari perhatian. Coba kita pikir-pikir, berapa banyak mahasiswa yang ngantuk di kelas karena slide presentasi dosennya booorrriiiiing...? Berapa banyak proyek atau gagasan yang ditolak karena presentasinya gak menjual? Banyak kan? Banyak!

Ini kelihatannya sepele, padahal penting. Nih, saya share di sini tutorial membuat slide presentasi yang bukan cuma baik dan benar, tapi juga menarik perhatian dan mampu memberi impact yang kuat bagi audiencenya. Iya, saya juga cuma bisa nyolong ilmunya dan share doang sih.. hihihi. Check this out:




dan ini juga:




Yuk, sama-sama bantu menyelamatkan dunia ini dari presentasi yang membosankan. Hahaha :D

Tuesday, March 05, 2013

Kembali

Akhirnya saya kembali menulis. Setelah beberapa bulan blog ini  ditutup dan menganggur tanpa tulisan. Iya, saya nggak pernah jeda menulis se-lama ini sebelumnya. Kalau lihat tanggal terakhir post sebelumnya, berarti sekitar 3 bulan ya. Tapi sebenarnya saya dalam kondisi hiatus itu sekitar 6 bulan. Ada apakah?
Entah, selama 6 bulan terakhir ini saya seperti mati pikiran. Saya seperti jalan dengan jiwa yang mengambang. Saya nggak bisa benar-benar menangkap secara utuh apa yang saya alami selama 6 bulan terakhir. Rasanya seperti ada di area sub-consciousness terus menerus. Ini mimpi bukan sih? Mimpi bukan sih? Begitu aja terus.

Tapi sekarang saya duduk di depan laptop, meletakkan tangan saya di atas keyboardnya, dan mencoba fight back dengan kembali menulis. Fight for what? Fight for myself.
Nggak bagus ya ada di kondisi seperti itu terus menerus. Kondisi yang hanya terus-terusan menggerus hati dan pikiran dari dalam. Nggak sehat. Seriously.

Sebetulnya dari kemarin-kemarin itu saya kepingin menulis lagi. Tapi nggak bisa aja. Nggak tau, nggak bisa. Yaa..yaa.. you may say saya berhenti di titik sekali coba trus bilang gak bisa. Atau itu dianggap sugesti, sekalinya bilang gak bisa ke diri sendiri ya jadinya gak bisa. Whatever.

Tapi efek yang bagus banget dari fase gak bisa menulis ini adalah, saya jadi mencari medium lain yang memungkinkan saya 'buang energi'. Yes I had huge amount of energy, yang sayangnya itu adalah energi negatif, dan saya harus mencari cara untuk membuang energi negatif itu. Daripada saya sumpah serapah, daripada saya bikin drama di media sosial, daripada saya mukulin orang, daripada saya kebut-kebutan di jalan kan? mendingan saya bikin sesuatu yang bisa mengalihkan waktu dan pikiran saya. Jadi saya bikin film aja. Hihihi.. Film fiksi, pendek, dengan genre drama. Ntar deh, kapan-kapan kalau memungkinkan saya akan share.

Actually, this is a good thing for me, karena sebetulnya bikin film itu adalah satu hal yang saya impikan dari dulu. Saya percaya ya segala sesuatu hal terjadi pasti karena ada alasannya. Allah gak mungkin membuat suatu perkara terjadi di semesta ini dengan alasan iseng doang atau "ya biar seru aja gitu..". Gak mungkin.
Dan sampe akhirnya saya bisa bikin film itu, setelah dipikir-pikir, mungkin adalah salah satu dari sekian alasan atas apa yang terjadi sama saya belakangan ini. Biar saya punya karya. Biar saya bisa menengok kembali pada apa yang benar-benar ingin saya wujudkan. Yaa yaaa... kita ambil hikmahnya saja :)
Menjadi kuat bukan berarti kamu tahu segalanya. Bukan berarti kamu tidak bisa hancur. Kekuatanmu ada pada kemampuan bangkit lagi setelah berkali-kali jatuh. (Dee, Partikel)

Friday, September 23, 2011

Burger Batok

Malem ini ceritanya kan saya males ke luar buat cari makan. Trus setelah menimbang-nimbang kondisi perut dan selera makan, akhirnya saya berniat pesen burger aja. Di dekat kosan saya ada cafe kecil yang posisinya nyelip di dalem studio foto FUJI FILM, yang khusus jual burger dan pancake gitu. Namanya Praga Cafe. Pertama kali nyoba makan di sana saya pesen blueberry pancake dan rasanya enak. Nah, malem ini saya pengen nyoba burgernya ah. Akhirnya saya angkat telpon dan pesen burger batok + french fries. Kalo makan di tempatnya, burgernya emang disajikan di dalam batok kelapa gitu. Saya agak menduga-duga nih, kalo pesennya delivery, kira-kira pake batok juga gak ya?


Ternyata eh ternyata... burgernya datang tanpa batok. Oke, burgernya enak. Tapi di sini saya gak akan ngebahas soal burgernya, karena begitu buka kantong kreseknya, saya langsung jatuh cinta pada packagingnya...!!  Gak pake batok sih, tapi coba lihat deh di foto-foto berikut ini:









Ini kemasannya Indonesia sekali, saya suka!
Di bagian atas ada tulisan Peduli Pusaka Indonesia dilengkapi dengan tag line di bawahnya yang bunyinya Think Globally, Burger Locally. Ada gambar wayangnya juga, ditambah dengan merk makanannya yang cukup sederhana tapi berkesan kalo menurut saya. Bagus.


Saya curiga ini hanyalah salah satu dari sekian seri kemasan Peduli Pusaka Indonesia. Kemasan yang saya dapatkan kali ini membahas tentang wayang. Di bagian samping kiri ada penjelasan tentang kesenian wayang menurut Kitab Centhini. Di samping kanannya ada keterangan tentang penetapan wayang sebagai warisan kebudayaan dunia oleh UNESCO. Informatif ya?




Dengan warna hitam putih dan latar belakang motif batik mega mendung khas Cirebon, kemasan burger ini juga dilengkapi pesan-pesan lain seperti ucapan terima kasih karena sudah memilih produk lokal (burger batok instead of McD atau Burgerking gitu), juga ucapan selamat menikmati  yang lucu lengkap dengan ejaan tempo doeloe. hahahaha... kreatif nih yang buat!




Besok-besok mau pesen lagi ah... Penasaran, kira-kira bakal dapet kemasan yg edisi apa ya? Keris...koteka.. atau....mmm....

Friday, July 22, 2011

My Polyvore Sets

Temans, ada yang pernah denger Polyvore nggak? 
Nggak? Ya, gak papa.. Saya juga taunya baru kok. 
Apa itu polyvore? Oh ini gak ada hubungannya sama sekali dengan poly vantai (eh, saya bukan orang sunda lho ya!) Ini adalah sebuah web yang memungkinkan pengunjungnya berkreasi di bidang fashion, interior design atau creative things lainnya. Mayoritas sih isinya memang fashion item. Jadi di sini pengunjung webnya bisa pura-puranya jadi fashion designer sebuah majalah gitu, trus bisa menuangkan ide apapun untuk jadi sebuah set. tapi ini bukan game online. Ini..umm.. apa ya. saya bingung juga jelasinnya. Ya intinya main baju-bajuan, dandan-dandanan, design dan temen-temennya deh. Dan di situ juga ada online shop dari berbagai merk fashion terkemuka. Elle, Gucci, Roberto Cavali, Viviane Westwood, Jimmy Choo, LV endesbra endesbre..dari berbagai jenis fashion items seperti dress, tops, skirt, pants, shoes, bags, jackets, parfume, jewelry sampai berbagai jenis make up dan aksesoris. Kalo kalian tajir sampe melintir, bisa lho abis bikin-bikin set di situ trus langsung klik "buy this item". Saya mah...hehehe.. gak sanggup! Mahal! :D


Anyway, saya sebetulnya merasa sama sekali gak berbakat di urusan fashion. Tapi dalam waktu 1 minggu saya udah menghasilkan 18 sets and still going on.. Masalah bagus apa nggaknya sih..hehehe.. saya mah sadar kok. Lha wong sayanya sendiri aja masih suka saltum kalo kemana-mana.
Nih kalo mau liat sebagian set yang udah saya buat:
Sunny Manhattan


When the roses bloom


Brown sugar, sweet me


Is it morning already?


Somewhere over the rainbow..


Red Alert!


Shall we?


Saturday: Part Two!

Hypnotize me

Juicy Crayon


Sunday Bloody Sunday

Kalo ditanya inspirasi bikin ini dari mana, hmm..saya bilang gak tentu. Sebagian sih ada yang dari lagu. Tapi kebanyakan ya saya ngikutin moodnya aja, terserah jadinya mau gimana. Kadang dari awal niatnya pengen bikin model yang begini, eh jadinya malah bisa beda banget. Kalo kerja jadi fashion editor, gitu kali ya? Makanya banyak yang kesana kesini cari inspirasi dan rujukan mode. hmm..


Dari sets yang saya tampilin di atas, saya paling suka yang "Shall we?". Mungkin karena itu yang paling menggambarkan gaya saya ya. (Eh iya gak sih?) Terutama celana abu-abu casual dan sepatu conversenya itu! Dan ranselnya! Wuoh..love it! Style begini enak banget kalo dipake buat jalan atau traveling gitu. 
Kalo kamu, suka yang mana?
Monggo lhoo kalo mau dikomen atau kasih saran dan kritik.
Oh iya, kalo mau liat-liatan sets dan share comment di polyvorenya langsung juga silahken. Here's my profile. Atau kalo mau coba-coba iseng bikin beginian, langsung aja yaa meluncur ke webnya. Seru lho..Must try!

Sunday, June 12, 2011

Yeay, my own tote bag!

Happy weekend, fellas!  Apa yang kalian lakukan di akhir pekan ini? Kencan sama pacar? Piknik sama keluarga? Having me-time somewhere? Atau uji coba resep masakan baru? Atau malah...mati gaya dan menjamur di kasur? Hehehee.... 
Saya nyaris aja menghabiskan akhir minggu ini dengan opsi terakhir tadi. Tapi tiba-tiba saya teringat dengan artikel tentang cara mendaur ulang kaos bekas menjadi tas yang lucu yang saya baca beberapa hari yang lalu, dan tiba-tiba.. tring!! dapet ide untuk bikin tas sendiri juga. Kayanya bakalan asik nih!


Ceritanya kan saya punya kaos hasil beli waktu jalan-jalan ke Phuket dulu. Sejatinya..(tsa'ilah bahasanya!) kaos itu mau dikasih ke seseorang sebagai oleh oleh gitu. Berhubung ni orang badannya gede, jadi saya beli yang ukuran besar. Etapi karena saya gak kunjung ketemu sama orangnya dan kayanya basi banget kalo baru dikasih oleh-oleh setelah setahun berlalu, akhirnya kaos itu saya modif untuk bisa saya pake sendiri. Maunya sih dibikin stylish tee gitu, apadaya gagal total. Heuheu..Sempet beberapa kali dipake sih, tapi gak pede. Dan akhirnya kaos itu cuma diem di pojokan lemari. Mau dibuang, sayang. Belinya jauh dan saya juga suka sablonannya. Akhirnya terpikir, dibikin jadi tas kayanya lucu deh... So, here it goes, mulai deh saya oprek-oprek sana sini.


Dimulai dengan bikin pola, yang ngambil bagian tengah dan pinggiran kaosnya. Dipotong dengan ukuran sesuai selera. Kalo saya sih segini (err..lupa diukur berapa senti) :

ada pola depan, belakang, samping kanan dan kiri, dan bagian bawahnya
Jangan lupa ketika memotong pola, lebihkan 1 cm di masing-masing garis tepi pola. Jadi nggak terlalu mepet ketika dijahit. Lalu, masing-masing bagian itu disatukan. Mulai dengan bagian bawah yang menghubungkan pola depan dan belakang. Kemudian satukan dengan bagian kanan dan kirinya. Bingung gak?? Kira-kira gambarannya begini deh:


Pola ke dua bentuknya jadi seperti ini.
Atas, bawah, kiri dan kanan disambung

Jahitnya dari sisi dalam yaa. Dan usahakan ujung garis (ketika membuat pola) bagian satu ketemu dengan ujung garis bagian yang lain. Jadi bagian pojokan nantinya terlihat rapi. 
TIPS: kalo kamu menggunakan mesin jahit, jangan lupa kaosnya dilapis kertas ya, bisa koran atau apa gitu kek. Soalnya kalo kaos, bahannya kan strechy. Kalo nggak dilapis kertas bisa mengkerut ketika dijahit. 
Nah, setelah itu, siapkan kain lain, bisa diambil dari kaos lainnya yang sudah tidak terpakai juga atau bahan lainnya, untuk digunakan sebagai lapisan dalam tasnya. Kalo saya, kebetulan warnanya sama-sama putih. Lakukan step 1 dan 2 di atas tapi dengan ukuran pola yang lebih kecil sekitar 1-2 cm.

Satukan pola bagian luar dan bagian dalam dengan menjahit di  bagian  pojok-pojok bawah dan sampingnya.
Nah, kalau sudah disatukan, bentuknya akan seperti ini:


Tampak luarnya
Kalau bentuknya sudah seperti ini, jangan lupa bagian atasnya di sum atau istilah lainnya di-kelim. Biar keliatan rapi. Berhubung saya jahitnya gak pake mesin, yaa hasilnya cuma begini, gak terlalu rapi. Hehehe.. Oh iya, setelah semua bagian selesai dijahit,  bila perlu disetrika dulu, biar garis-garis tepinya jadi semakin rapi. Kalo sudah, step berikutnya adalah menyiapkan tali.

pilih tali yang sesuai warnanya, biar mecing! :D
Untuk talinya, saya sengaja memilih bahan yang agak tebal, biar kuat gitu. Saya membeli tali yang biasa digunakan sebagai bahan ikat pinggang denim, dengan warna pink yang lucu. Harganya cuma Rp 4.500/yard (1 yard = 0,91 meter), bisa dibeli di toko pernak-pernik menjahit. Saya beli 2 yard, sekalian jaga-jaga kalo terjadi salah potong. Tapi yang kepake cuma sekitar 1,5 yard kok. Dan untuk menjahit bagian ini saya nggak pake benang jahit biasa, saya pake senar ukuran 0,2 mm. Ini juga biasanya ada di toko sejenis, atau tempat jual manik-manik. Harganya cuma Rp 5.000 udah dapet segulungan yang cukup buat maen layangan :D. Saya pilih menggunakan senar karena pasti lebih kuat. Bagian ini kan sensitif, rawan putus, apalagi kalo tasnya sering diisi muatan berat. Selain itu, senar juga warnanya transparan, jadi gak masalah kalo jahitan di bagian depan ini kurang rapi. 
Pastikan  juga ketika memasang tali, bagian depan dan belakang panjangnya harus sama. Nggak lucu kan kalo yang satu lebih panjang, susah ntar makenya. hehehe.. Jahitnya juga harus berkali-kali ya! Kalo saya, jahit keliling dengan bentuk kotak dan bentuk silang di bagian tengahnya. Dijamin kuat deh!


Kalo bagian ini sudah beres, berarti tasnya sudah jadi deh! Horeee...Punya saya jadinya begini:
Horee..jadi tas!

Biar lebih seru lagi, boleh ditambahin beberapa aksesoris seperti pin atau yang lainnya. For safety reason, bisa juga ditambahin resleting atau kancing, atau strap di bagian atasnya. Yaah..sesuai selera masing-masing aja. Gimana? Not bad kan? Seru lhooo.. modalnya cuma kaos bekas dan uang 15ribu. Yaa..memang sih ada juga tas yang harganya cuma beda dikit dari ini, but the point is, you make it with your own hand, dear.. Rasanya kan lebih gimanaaa gitu. Hehehe..Waktu yang saya habiskan untuk bikin ini kalo diitung keseluruhan gak sampe 24 jam, itupun dengan jahit tangan. Kalo jahit mesin pasti lebih cepet lagi.

Tertarik untuk coba sendiri?? Hayooo..kita bongkar-bongkar lemari lagi! :D