Tuesday, April 29, 2008

colours of my day

































cuma mau opload foto aja nih... soale memori hp dah hampir penuh.

Semua foto adalah hasil konspirasi antara mata, tangan, dan kamera VGA dari Sony Ericsson K200i gua yang tidak seberapa itu..tapi daku cinta sekali padanya. hohoho...
*anyway ..ternyata hari-hari gua cukup berwarna ya*

Saturday, April 26, 2008

Percakapan panjang

Gua sempet baca dalam sebuah buku, katanya salah satu hal terberat yang dihadapi oleh pasangan yang terpisah jarak (a.k.a PJJ) adalah hilangnya suasana percakapan tentang hal-hal yang dialami sehari-hari..
*gua baca buku human communication theory ya...bukan buku ‘bagaimana menjaga romantisme anda dan pasangan’*

Hmm...mungkin ada benernya juga ya. Kita jadi kehilangan partner berbagi cerita ketika pasangan kita jauh. Walaupun sekarang teknologi udah lebih banyak membantu, tapi toh gak tiap menit juga kita bisa smsan cuma sekedar bilang hal-hal gak penting atau chatting sampe mata perih berdarah-darah. Walopun ada juga sih pasangan yang tiap hari tiap jam tiap menit kirim sekilas info tentang aktivitas yang lagi dilakukan. Lagi ma’em. Lagi belajar. Lagi di kampus. Lagi meeting. Lagi mandi. Atau ‘lagi mau bobo niiyy..’
*oh please... don’t u have many things to deal with? haha.. synical negative nih gua*

Tapi emang sih, seorang partner untuk berbagi, untuk bercerita tentang seisi dunia itu emang gak mudah dicari. Dulu, waktu masih S1, syukurlah gua punya bukan hanya pacar, tapi juga sahabat-sahabat yang bisa diajak berceloteh tentang apa aja. Tentang hujan, tentang buku, tentang kopi, tentang dogma-dogma, tentang dedaunan gugur, tentang lagu baru, tentang langit, tentang cewek yang bajunya gak matching, tentang dosen yang mukanya aneh, tentang kekacauan politik Indonesia, tentang nyamuk yang masuk surga, tentang purnama, tentang ejakulasi dini, tentang apa aja..!!

Dan itulah yang bikin gua betah berjam-jam duduk di bawah pohon atau di tepi trotoar bersama dia -atau mereka. Gua bisa share, bisa membahas tentang hal-hal yang gak penting sekalipun..Bahkan ada yang bilang “ya ampun...musim sudah berganti dan kalian masih aja disini”.
*Yeah...We didn’t even care if the rain was falling down..*

Dan ketika itu gak gua jumpai lagi disini, hmm... kata apa yang lebih tepat daripada kangen ya? Entahlah.. Kangen dengan seseorang yang bisa diajak bercerita tentang apa aja. Apa yang dilihat, apa yang dirasakan, difikirkan, ditakutkan, dirindukan..
Itulah yang mungkin juga dialami oleh berjuta-juta pasangan yang PJJ di luar sana ya. Ah, semoga kalian selalu berbahagia meski hati dikepung samudra sekalipun.

Huuffh... betapa kita tuh sebenernya memerlukan seseorang untuk berbagi cerita ya. Dan rasanya gak ada yang lebih membahagiakan selain mendapatkan pasangan hidup yang bisa diajak berbagi cerita sepanjang sisa umur. Cerita tentang hari-hari, tentang hal-hal kecil, tentang hal-hal yang nggak penting.

Orang yang akan tertawa dengan lelucon-lelucon kita yang sebenernya itu-itu aja
Orang yang selalu bertanya “how’s ur day?” dan mau mendengar semua cerita
Orang yang selalu tertarik dengan semua kisah, walaupun itu tentang bulan yang sebenernya dulunya petak.
Orang yang akan berkomentar dengan jujur apakah kita kegemukan atau nggak
Orang yang rela dibangunkan tengah malam sekedar untuk mendengar tentang mimpi yang baru menghampiri

Cerita..cerita..dan cerita... berceloteh hingga kita kehabisan kata-kata. Tertawa hingga kehabisan nafas, lalu tertidur dengan kaki yang saling mengait tanpa kisah yang terselesaikan. Selalu saja disisakan untuk diceritakan esok harinya. Membuat kita bangun pagi dan menanyakan bagaimana akhir kisahnya. Kisah yang sebenarnya tak akan ada habis-habisnya...

Ah..Bahagialah pasangan-pasangan yang tak henti-hentinya berbagi cerita.

Then, will I get one?
I hope...Yeah..I hope..

Thursday, April 24, 2008

bertungkus lumus*

ah..minggu ujian,
another hard week.

entah kenapa ya, kok gua ngerasa semester ini lebih berat dari semester kemaren. Ya bobotnya, ya banyak tugasnya, ya materinya, ya dosennya, semuanya..
dan sekarang, tiba-tiba udah masuk minggu ujian aja nih. dan gua jadi stress bangeeeettttt...
belajar ampe jam 4 subuh rasanya juga belun cukup untuk memahami samua materi. diskusi sama temen juga rasanya gua jadi umat paling bego aja.

huaaaa...I'm dying to get a new spirit to read all those books..
Pengen amnesia aja rasanya

Lalu tiba-tiba spirit itu dateng dari seseorang yang gak disangka-sangka. Ketika gua lagi jalan mau makan siang di kampus, gua ketemu dengan seorang ibu, Ibu Salma namanya, mahasiswa Ph.D dari Padang yang sempet sekelas dengan gua di kelas Bahasa Melayu Akademik.
Awalnya itu hanya perjumpaan biasa. Senyum ramah, sapaan ringan, obrolan basa-basi.. Lalu keluarlah segala keluhan sepanjang minggu ini

"Iya nih bu, aku lagi stress mau ujian. Pusing, banyak banget yang harus dipelajarin.."
"Aah..gak susah kok"
"Susah lah bu, materinya aja numpuk. Bingung mana yang kudu dibaca duluan.."
"Tapi lebih susah orang tua kamu, kan? Nyari uang supaya kamu bisa tetep kuliah. Kamu kan cuma perlu belajar aja.."
"........"

dan tiba-tia kata-kata itu menampar muka gua, serta merta bikin gua melek. Kata-kata itu sebenernya diucapkan dengan intonasi yang lembut, bahkan pake senyum.. Tapi efeknya kuat banget! And burn something inside of me.

Bu Salma bener banget. Apa susahnya sih belajar, toh itu buat kebaikan gua sendiri. Kalo gua berhasil, yang seneng kan juga bukan cuma gua, tapi semua orang yang mendukung dan mendoakan gua. Orang tua, temen-temen, keluarga, semunya....

Lah gua kok masih males aja. kok masih mengeluh aja..
yang sebenernya gak bikin gua beranjak kemana-mana
c'mon girl! go fight it..!!

--
*bersusah payah (bahasa Melayu)

Friday, April 18, 2008

obrolan nakal (dikiitt..)

menurut pendapat saudara saudari sebangsa dan se tanah air sekalian:

fungsi bra itu sebenernya untuk menutupi atau menonjolkan payudaya sih?

hehehe...

just ask.


Tuesday, April 15, 2008

Ketemu Andrea Hirata

Yay! Minggu kemaren gua ketemu sama Andrea Hirata. Sabtu kemaren (12/04/08) ada diskusi buku Laskar Pelangi di sini (PWTC,Kuala Lumpur) dan dihadiri langsung sama Andrea Hiratanya. Awalnya gua sempet ragu apakah bisa dateng ke acara itu atau nggak. Soalnya hari itu gua ada kuliah, dari jam 9 pagi-5 sore, sedangkan acara diskusi bukunya jam 2-3 sore. Dengan kata lain, gua harus cabut, atau kalo mau, izin di tengah2 kuliah. Nah, gua dari beberapa hari sebelumnya udah merancang alasan apa yang akan di kasih ke dosen gua. Nih dia salah satu alternatifnya:

gua : maaf doktor, saya mahu izin pukul 12. ADA HAL.
doktor : hal apa?
gua : aah...doktor mau tau aja! hehehe...
plak!! *ditabok pake buku*
hahaha..

Okay, singkat kata gua udah ke lokasi kejadian. Dengan bangganya gua bawa tiga buku Mas Andrea. Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan....KOMUNIKASI MASSA! huhuhuhu...ternyata gua salah ambil bukunya! *bego*
Ini pasti gara-gara kuliah pagi, mata gua masih sepet dan harus buru-buru berangkat kuliah. Jadi maen ambil aja tiga buku itu, yang disusun berjejer dan kebetulan ukurannya sama. Hahaha...dodol!

Okelah, jadi hanya dua buku yang diakui dan bisa gua mintain tanda tangannya.
Nah, begitu gua liat Mas Andreanya langsung, hihihi...ternyata beda dari yang selama ini gua bayangin. Lebih chubby, lebih berisi dan agak gondrong dikit. Peserta diskusinya dikit loh ternyata, paling cuma sekitar 50 orang, itupun beberapa dari kalangan media. Yang paling heboh ya itu, deretan mahasiswa Indonesia yang di Malaysia yang duduk di barisan paling depan dan semangat banget dengerin Mas Andrea Hirata ngomong. Which is... gua salah satunya! Hahahaha...

Sayangnya diskusi bukunya bentar doang, cuma sejam. Yaah...jadi cuma ngoceh-ngoceh dikit trus Mas Andreanya harus pergi. Tapi ternyata setelah itu ada sesi book-signing. Jadilah gua ada kesempatan minta tanda tangannya (hehehe...) lalu ngobrol-ngobrol bentar sekalian foto-foto.. hihihi...
Dan Mas Andrea bilang, "kamu dari Indonesia kan? Logatnya dah Melayu banget yahh.."

*hah, masa sih?gak sadar..hehehe*

Anyway, gua baru sekali ini minta tanda-tangan sama orang penting. (gua gak bilang artis loh ya..) Soalnya, Mas Andrea Hirata itu bukunya powerfull banget bagi gua. Dan gak hanya bagi gua kaya'nya. Bahkan ada temen gua yang jadi niat buat kuliah lagi setelah beberapa tahun dia tinggalin, karna baca buku Andrea Hirata itu. See? Andrea Hirata emang layak dijadiin idola.. hehehe (bagi gua, setidaknya)


Sunday, April 06, 2008

Buat kamu yang gak pernah baca blog aku

Aneh.
Tiba-tiba aja kamu ber ‘aku-kamu’. Kemana ‘elu-gue’nya?
Kok berubah?
Lalu tiba-tiba, panggilan ‘cuy’ itu muncul.
Just a simple cut, but you know what, I like it a lot.

Tiba-tiba juga semua perangai itu berganti.
Bukan, kamu bukan lagi sosok angkuh yang membekukan hati kamu sendiri.
Bukan lagi sosok yang selalu menampar pipi saat perasaan mulai berfungsi.
Kamu jadi kamu
Yang tiba-tiba menjadi dewasa
Yang tiba-tiba merasa khawatir dengan aku
Yang tiba-tiba menjadi sabar dan....
Sebentar, ...... ini kamu bukan sih?

Tiba-tiba juga kamu mulai perhatian.
Ngingetin makan...ngingetin sholat...ngingetin istirahat..
Tapi tetep dengan kata-kata kamu yang gak pernah biasa.
“Tidur gih,cuy..” Hehehe..
Nggak, aku sih gak pernah berharap akan terlintas di otak kamu kata-kata seperti “met bobo yaa.” Nggak...
Aku tau kok itu cuma keajaiban dunia ke sembilan.

Aku juga kaget kok kamu jadi mulai rajin SMS.
Padahal dulu kalo di telefon, kamu cuma bikin pulsaku abis sia-sia.
Kalo bales SMS juga gak pernah sampe 160 karakter.
Tapi tetep aja SMS kamu yang suka gak penting itu memenuhi inboxku
Gak penting buat kamu tapi kadang penting buat ku

Aku gak ngerti apakah ini hanya gejala sesaat
Apakah ini pertanda baik
Apakah ini hanya pengaruh ketidakseimbangan hormon
Apakah mulai terjadi kerusakan permanen pada otak kamu
Atau ini efek samping dari stress ngelewatin sidang skripsi

Entahlah

Yang aku tau, kesimpulannya cuma satu:
Ilmu ikhlas yang sedang berusaha aku kuasai tiba-tiba aja buyar..
Sial!

Saturday, April 05, 2008

Cita-citaku

Belakangan ini saya mulai tepikir akan satu cita-cita yang ingin saya jalani di masa depan saya. Dulu-dulu kan saya selalu bingung menjawab pertanyaan tentang cita-cita. Nah sekarang saya sudah bisa menjawanya.
Bukan...saya bukan pengen jadi dokter, jadi insinyur, jadi tukang pos atau bahkan jadi pakar komunikasi. Nggak seribet itu kok. Cita-cita saya sederhana aja:

Pengen masangin dasi ke suami saya kelak, setiap hari, setiap pagi sebelum dia berangkat ke kantor.

Hehehe... simple kan?? Tapi saya serius!
Kalo cewek-cewek lain mungkin banyak yang belajar masak untuk suami atau keluarganya nanti. Bela-belain uji coba berbagai resep atau bahkan ikut kursus masak segala. Ya ini juga saya anggep sebagai satu hal yang sakral sih. Tapi masangin dasi, itu lebih sakral (setidaknya bagi saya).
Saya yang dulunya gak bisa masang dasi, jadi belajar. Belajar sendiri. Ngelilit di leher sendiri. Atau di benda-benda lain yang bisa dililit. Hehehehe... Abis kan gak ada kursus memasang dasi!
Dulu sih saya suka bantun ngerapihin dasi bokap. Tapi ngerapihin doang, bukan masangin. Nah saya pengennya bisa masangin.
Dan sekarang, saya udah bisa!! Hahaha...
Hasil belajar sendiri beberapa hari yang lalu tuh.
Nah sekarang masalahnya adalah, siapakah lelaki beruntung yang tiap pagi akan saya pasangin dari di balik kerah kemejanya itu?
Wah kalo ini sih, hanya Tuhan yang tau jawabnya...

Friday, April 04, 2008

Hanya dalam satu hembusan

Ada apa dengan menghela nafas panjang? Mendengarnya dihembuskan seolah-olah segala penat juga ikut terlepaskan. Seolah-olah segala beban yang menghimpit ikut larut dalam karbondioksida yang melayang. Dan mengapa yang ada perasaan lega setelahnya? Mengapa ini memberi rongga yang lebih lapang untuk menghirup udara?

Bukan... itu bukan sekedar nafas panjang. Itu adalah beban yang terhembuskan.

Saya kenal seseorang, yang mencoba untuk merokok demi bisa lebih sering menghela nafas panjang. Kalau dia terus-terusan menghela nafas panjang, orang-orang di sekitarnya selalu bertanya, "kenapa?", "ada apa?". Seolah-olah sebentar lagi dunianya akan ambruk.
Dengan merokok, ia bisa lebih sering menghela nafas panjang, dan mungkin orang akan menganggapnya itu hal yang biasa. Gak perlu banyak tanya.
Tapi toh merokok ternyata hanya membuatnya bertambah sesak, bukannya lega. Asap-asap tidak melarutkan penat, katanya..Dan ia jadi tidak cukup percaya pada rokok.

Lalu tiap kali dia merasakan sakit pada tubuhnya, selalu terfikir untuk melakukan hal gila. Tiap kali pelipisnya terasa nyeri, ia berharap ada sebuah pistol yang ditempelkan ke pelipisnya itu. Tiap kali perutnya sakit, ia berandai-andai sedang merobek perutnya dengan sebilah belati dan mengangkat sumber sakitnya itu.
Dia tau itu akan lebih terasa sakit. Tapi membayangkan rasa sakitnya yang dahsyat, membuatnya melupakan rasa sakit yang kecil itu.

Entahlah,
Fikirannya memang absurd.
Sebegitu inginnya dia menghilangkan penat.. Sebegitu inginnya dia menghembuskan nafas panjang..