Healing process is 99% complete now.
(kalo liat postingan sebelumnya, gambar yang gua upload itu sebenernya loading indicator nya jalan loh. Tapi setelah postingannya di publish, kok gak jalan lagi ya? Kesannya kan prosesnya stuck di situ-situ aja. Padahal kan nggak...)
Nah, sekarang dengan bangga gua bisa dibilang udah dalam tahap 'sembuh'. Sembuh dari apa sih? Dari fase sakit hati! hehehe.. (jujur amat mbak..)
Iya, sekarang udah 99%. Gua rasa sih ini gak mungkin menginjak ke 100%. Karna pasti akan ada sisa-sisa atau bekasnya yang masih ketinggalan. Ya kan? Forgiven but not forgotten gitu lah istilahnya. Tapi toh yang 1% itu udah gak signifikan lagi, itu cuma akan menjadi titik kecil dimana gua bisa bilang bahwa, oh iya..gua pernah merasakan hal itu. Tanpa ekspresi, tanpa perasaan apapun, bahkan tanpa dendam kesumat lagi. hehehe..
Gua bisa bilang tahap penyembuhan ini termasuk cepet. Untuk orang-orang yang tau cerita di balik layarnya, mengikuti perjalanan atau bahkan tau sedikit banyak kisahnya sampai sejauh ini, pasti setuju sama gua. Iya ini termasuk cepet. Kurang dari 1 minggu! (lliat tanggal posting sebelumnya; 31 Juli) Gua juga gak nyangka akan secepat ini, walaupun gua bilang ini juga bukan proses yang mudah untuk dilalui.
Gua dulu berasumsi gini. Ada 2 faktor yang berpengaruh dalam proses penyembuhan ini,yang bisa gua formulasikan dalam sebuah rumus:
tR = dF + dP
dimana :tR = time for Recovery
dF = depth of Feeling
dP = depth of Pain
jadi, semakin dalam perasaan yang kita rasa, dan semakin dalam sakit yang kita rasa, maka proses penyembuhannya juga akan semakin lama. Valid gak sih ni rumusnya? hehehe..(cuma masalahnya gua belum berhasil menemukan satuannya masing-masing. Kalo untuk tR, mungin bisa diukur dalam satuan day atau week atau bahkan month. Nah, kalo untuk dF dan dP, gak mungkin kan gua pake satuan meter atau kilometer??)
Nah, balik lagi ke masalah masa penyembuhan gua yang -kaya'nya sih- termasuk cepet. Mungkin ada yang nanya, kok bisa sih? Buat gua ini semua adalah pilihan. Gua bisa aja nangis-nangis meratapi nasib sampe 7 bulan, bisa juga memilih untuk jadi jomblo aja seumur hidup, atau bersumpah serapah malem ini tapi besok pagi udah bangun dengan senyum manis. Pilihan kan?
Gitu juga tentang sakit hati ini. Gimana gua menyikapinya adalah masalah pilihan. Sakit hati lalu nangis-nangis, sakit hati lalu mutilasi, sakit hati lalu bunuh diri, atau sakit hati lalu sudah, titik. Pilihan kan?
Dan dari semua itu gua lebih milih yang terakhir. (yah, walopun opsi kedua kedengerannya lebih bombastis dan bisa memberikan peluang muka gua jadi hadline koran ibukota sih. Hehehe).
Toh, pada akhirnya gua berfikiran: Ya sudahlah, ngapain menyiksa diri sendiri. Apalagi untuk orang yang gak layak diperlakuan sebegitu pentingnya. Life must go on. Betul gak?
4 comments:
persamaan yang cukup membingungkan. huruf "d" kecil sebelum "F" dan "P" memberikan kesan bahwa persamaan tsb adalah persamaan diferensial. tapi "tR" kok ga dikasi "d" ya? hmmm.. gimana cara mengintegralkannya?
well... anyway, kata om angra:
So, carry on,
There's a meaning to life
Which someday we may find...
Carry on, it's time to forget
The remains from the past, to carry on
-labpetisejuk-
persamaan diferensial??
integral??
umm....
eeenggggg...
snif..snif...
well. I think..
i think..
my nose is bleeding
-___-
Ade san,
can't stop laughing when i read your blog!!
Gyahahaha...
Tapi gw setuju sama semua yg lu ungkapin, life must go on...
Hehehe.
Keep the spirit gal!
kyakyakaya hahhahhaa ade san OMG integral OMG ada yg lebih parah dari udinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
hahhahahhahahhaha
Post a Comment