Showing posts with label Malay story. Show all posts
Showing posts with label Malay story. Show all posts

Monday, August 31, 2009

10 things i'm gonna miss from Malaysia

Walaupun sekarang orang-orang sedang heboh masalah hubungan bilateral antara Indonesia-Malaysia, gimanapun juga Malaysia adalah tempat saya bernaung selama 2 tahun belakangan ini. Nggak bisa dipungkiri bahwa saya sudah minum air disini, merasakan panas matahari sini, dan melakukan hal-hal lain dibawah naungan langit Malaysia. Dan ketika harus meninggalkan tempat ini, saya mulai ngerasa agak menye-menye. So many things that i'm gonna miss from this place, this country. Ah, susah rasanya mempersempit ini jadi 10. Tapi okelah, saya coba. Nih dia, daftar hal-hal yang akan saya kangenin dari Malaysia:

1. All of my friends. Semuanya, yg orang Melayu or Indonesia or Middle East, semuanya. Tetangga kosan, roommate di kolej, tetangga seberang kamar, temen hang out, temen sekelas, temennya temen, adik tingkat, kakak tingkat, abang-abang kantin. aaah...semuanya.. Semua orang punya cerita seru untuk diingat.













2. My own room. Yah, walaupun saya bisa dibilang nomaden, karena 4 kali pindahan dalam 4 semester, tapi setiap kamar punya ceritanya masing-masing. Walopun kecil, walopun berantakan, walopun panas, tapi saya selalu nyaman ketika sudah masuk ke kamar sendiri.


3. My theses supervisor, Dr. Asiah Sarji. Wah, beliau sih bukan hanya sekedar dosen. Tapi udah kaya ibu, sahabat, teman baik. She's very nice. She's my inspiration. Saya gak mungkin bisa lulus sampe begini kalo tanpa bantuan beliau. When I said I'm gonna miss her alot, she said: "no...we are not going to miss each other..why..bukan jauh sangat lampong, jakarta..bangi...kan tempat-tempat kita bermain..."

Dan kami janji, this is not a good bye.





4. Perpustakaan kampus. Nah, ini adalah the best spot in my campus. Walopun kata orang perpustakaan itu ngebosenin, tapi nggak bagi saya. Lagipula, disini perpusnya enak banget. Saya bisa betah di dalemnya, bahkan pernah sampe 10 jam di perpus! Di sini juga jadi tempat saya berkubang ngerjain tugas-tugas dan tesis. Aah..ada ditengah-tengah jutaan buku itu rasanya menyenangkan!





5. Oh iya, akses internet disini juga pasti bikin kangen! hahaha... soalnya enak banget, cepet dan unlimited. Baru bangun tidur udah langsung nangkring didepan laptop. Sampe lupa mandi, lupa nyuci. hehee.. Di rumah? aaah..internetnya hanya untuk orang-orang beriman. Benar-benar menguji kesabaran :D




6. Walopun gak banyak makanan disini yang sesuai selera, tapi yang pasti saya bakalan kangen banget dengan tomyam di warung kelantan depan kosan. Haduh..pas upload gambar ini aja saya sampe nelan ludah. hehehe... puasa de, puasa! Selain tomyamnya, saya juga pasti kangen banget dengan kesempatan wisata kuliner disini. Banyak banget makanan aneh (walaupun gak semuanya enak ya) yang bisa saya cobain. Entah dari negara mana, atau khas Malaysia bagian mana. Wisata kuliner disini menyenangkan! Beneran deh.


7. Satu hal lagi yang biasa saya lakukan di Malaysia dan akan saya kangenin kalo pulang nanti adalah, being able to walk. Walaupun disini cuacanya panas, dengan jarak tempuh yang lumayan menguras tenaga, dan sedikit gak aman, tapi jalan kaki disini nyaman. Trotoarnya enak, luas, bersih, dan kalau beruntung, di kanan kiri jalannya banyak pohon rindang. Tapi kalau di Indonesia, harus berhadapan dengan aroma got mampet dan saingan dengan pengendara motor yang juga mulai menguasai trotoar. Haduuh!


8. Trus, yang paling kerasa selama saya disini adalah, sebagai anak kos yang jauh dari rumah, saya bisa dengan leluasa jalan-jalan dan bertualang ke banyak tempat. Entah itu di Malaysia, atau bahkan sampe menyebrangi perbatasan.Kalo dirumah, saya gak bisa sebebas ini bertualang. Bapak saya mungkin khawatir ada alien berwarna hijau dateng dari planet lain dan menculik saya. hohho..










9.Lalu, hmm..jelas ini bakal ngangenin: denger orang ngobrol dengan logat melayu tulen. hehehe.. Saya juga sebenernya pulang ke tanah air harus kembali mengatur tata bahasa yang sekarang udah jadi kacau balau. Apalagi kalo untuk bahasa tulis formal. hmm...susah kayanya untuk dibalikin ke posisi normal. Dulu, kalo denger orang Melayu ngobrol, saya pasti senyum-senyum mendengarnya. Ntar-ntar, pasti gak kedengeran lagi deh yang beginian. hehehe


10. Nah, terakhir nih agak susah. Beberapa hal yang tersisa harus diseleksi dulu untuk bisa masuk posisi top ten. Dan yang menutup list hal-hal yang saya kangenin dari Malaysia ini adalah....suasana multi-culturalnya. Kalau di Indonesia, saya biasa ketemu orang Padang, Jawa, madura, Batak, Sunda, dll. Tapi kalau disini, yang saya temui adalah orang Libya, China, Brunei, India, Iran, Mexico, Arab Saudi, Bangladesh, Thailand, dan banyak lagi. And it gave me such a wonderful experience and memories.










So, what ever people said about this country, I can say that this is my second home. And I'm so glad to be here :)



Sunday, April 05, 2009

Politik, REPELITA, dan Tembok Berlin


Whuiii..baca judulnya kok kayanya postingan ini bakal serius ya. haha..nggak kok, gak segitunya. ini cuma rangkuman beberapa hal yang belakangan ini melintas di pikiran saya, cuma gak pernah bener-bener ada waktu lapang untuk posting ini ke blog. Jadi ya sudah, dibikin quick update aja ya. Here it goes:

Pertama,
Beberapa hari yang lalu Malaysia ganti Perdana Mentri, dari sebelumnya Abdullah Ahmad Badawi (Pak Lah), digantiin sama Najib Tun Razak. (kalau gak suka omongan politik beginian, mending langsung skip aja deh ke point ke dua) Selama dua tahun saya disini, bisa dibilang saya berada pada masa-masa penting sejarah politik Malaysia. Dalam 2 tahun ini ada pergolakan di kursi PM sini. Pak Lah sendiri baru menjabat beberapa bulan setelah terpilih pada pertengahan 2008 kemarin. Ini masa terpendek jabatan PM dipegang sepanjang sejarah Malaysia. Belakangan masyarakat juga mulai hilang kepercayaan pada UMNO (partai terbesar di Malaysia) dan mulai beralih ke oposisi. Pak Lah sendiri mengalami tekanan dari bawah dan beberapa tokoh UMNO lain, termasuk Mahatir Mohammad. "Sudahlah bro..turun aja" (gitu kira-kira). Jadi ya sudah, Pak Lah mengundurkan diri dan digantikan oleh Najib yang sebelumnya menjadi wakil. Nah, Najib sendiri, tak lain adalah anak pertama PM Malaysia ke-2 (sudah diralat. tnx, for bang ido n faeiz), Tun Abdul Razak. Kalau di Indonesia ibarat dulunya Soekarno, dan sekarang Guntur Soekarno Putra. Najib ini bisa dibilang jebolan business school dari London yang pulang ke Malaysia, dan karir politiknya mulusss lancar bak jalan tol.

Nah, saya pikir akan ada moment yang cukup seru untuk disimak selama proses pergantian PM ini. Saya sempat nangkringin siaran berita, dan beli koran segala (yang selama disini sebenarnya sangat jarang saya baca koran). Tapi ternyata gak segitu hebohnya juga. Mulai dari pengunduran diri sampai pelantikan PM baru, kayanya adem-ayem aja. Ah, gak seru ternyata. hehehe.. Tapi ya sudah, paling gak jadi tau perkembangan terkini, itu aja sih.

Kedua,
Ya..ya..belakangan ini saya terlalu sering menyebut kata tesis. Kabar gembiranya adalah..final project ini akan segera selesai. Hohoho..Mudah-mudahan sih dalam waktu 1-2 bulan ini. Mohon do'anya yaa. Tapi tau nggak, saya juga sering ngerasa panik seiring dengan semakin dekatnya lulus S2 ini. Bingung, abis ini mau ngapain. Mau kerja apa, dimana, atau mau S3 lagi, atau mau kawin lari (hahaha..yg terakhir nggak kayanya sih). Jujur, saya gak punya rencana masa depan. And I'm just so tired of making plan. Jangankan menyusun REPELITA, rencana untuk sebulan kedepan aja saya gak punya. Saya sempat merasa mendapat tamparan keras ketika ngobrol dengan seseorang nun jauh dimata. Saya tanya rencana hidupnya ke depan apa. Dia bisa menjawabnya dengan pasti, malah cukup detil kalo saya bilang. Mau sekolah lagi ambil jurusan ini di negara A, lalu mau melakukan itu, nabung beli ini itu, pergi ke sana dan ke situ, lalu nikah umur sekian, bla-bla bla..

Lalu dia melontarkan pertanyaan yang sama ke saya. Saya..... saya cuma bisa bilang GAK TAU. karna saya memang gak tau. Gak tau mau melakukan apa. Gak tau mau kemana. Gak tau mau jadi apa. Saya tau ini bodoh. Makanya, saya sekarang sedang berusaha, sedang berfikir keras, menyusun propgram REPELITA hidup saya. Saya gak mau semua yang udah saya jalani sejauh ini jadi sia sia hanya karna pasrah pada jawaban GAK TAU itu.

hhufffh.... wish me luck.

Oke, ketiga.
Kemarin saya lagi seneng. Seneng karna hal-hal kecil dan mendapat sapaan-sapaan ringan dari orang-orang yang gak disangka-sangka. Mulai dari SMS yang hanya bertanya "Apa kabar, gimana tesismu? Jaga kesehatan ya.." SMSnya sih biasa, tapi orangnya yang nggak biasa. Nggak pernah-pernahnya dia begini ke saya. Apalagi sampai niat menghabiskan pulsa kirim pesan ke nomor luar negeri untuk menanyakan hal ini. Saya sempat nanya "Kok tumben SMS? Ada apa?" Dia cuma jawab "gpp". Dan ya sudah, saya pikir hal itu memang gak perlu dijawab. Kalau dijawab mungkin akan jadi aneh dan gak spesial lagi. hehehe. Simple, but nice messages.

Lalu siangnya, saya chatting dengan seseorang. Teman kuliah dulu. Cuma, walaupun selama 4 tahun dia ada di depan muka saya, saya selalu merasa ada jarak antara kami. Dan dia juga merasakan hal yang sama. Dia bilang saya seperti hiu, dan saya bilang dia macan tidur. Tidak pernah ada obrolan panjang, tidak pernah ada sesi curhat-curhatan.Saya tidak tau dia ulang tahunnya kapan, dia juga tidak tau saya suka film apa. Dia pernah menulis, katanya seperti ada Tembok Berlin diantara kami. Saya tau, kata-kata itu tepat sekali.

Kemarin siang itu, setelah makan siang sebenarnya saya nggak ngapa-ngapain. Lalu memutuskan untuk nonton film aja di laptop. Tapi ketika baru online, sapaan ringan itu datang lagi. Kali ini dia yang menyapa saya dengan pertanyaan-pertanyaan yang juga sangat biasa. Tapi kok rasanya ini jadi sesuatu yang berharga buat saya. Maka, bye-bye film dan saya lanjut chatting dengan dia. Membincangkan hal-hal ringan, termasuk kecanggungan yang selama ini kami punya. Saya menyesal, kenapa gak dari dulu aja bisa ngobrol begini dengan dia. Hahhaa..agak melankolis memang, tapi saya bersyukur, tembok berlin itu akhirnya kami sepakati untuk dirobohkan.

Semuanya hanya datang dari hal-hal kecil, sapaan-sapaan ringan, tapi berharga. amat berharga..

terima kasih semuanya :)

Wednesday, September 17, 2008

anak-anak itu..

Hari sabtu kemaren gua sempet ikutan acara buka puasa bersama yg diadain sama adek-adek tingkat gw (anak kom tapi yang S1). Tapi keikutsertaan gw disini bukan sebagai anak kom, (lho kok?) tapi sebagai pelajar Internasional. Maksudnya sebagai kontingen dari Indonesia, gitu.. (lho kok buka puasa pake kontingen-kontingenan sih? Emang olimpiade?) hehe..

Jadi gini ceritanya:
Acaranya itu kunjungan ke sebuah panti asuhan anak-anak yatim di daerah Sabak Bernam. (Jauuh banget..udah di perbatasan Selangor. gw juga gak ngerti jalan kesana lewat mana). Tapi ini bukan kunjungan biasa. Gak cuma sekedar games-games, bagi-bagi santunan, ceramah dan buka puasa bareng. Tapi panitia juga sengaja mengundang beberapa pelajar Internasional untuk ikutan acara ini. Maksudnya sih untuk berbagi tentang budaya masing-masing negara. Perwakilan yang dateng hari itu ada 2 orang dari Irak (Basha dan Ali), 1 orang Somalia (Mr.Ahmed), 2 orang Cina (Sally dan...duh, satu lagi gw gak ngerti gimana nyebut namanya, susah!) dan 1 orang Indonesia (ya gua ini lah..)


Serunya ngeliat anak-anak itu antusias banget pengen tau budaya masing-masing negara. Walopun sedikit terhambat dengan kendala bahasa, karna beberapa perwakilan asing ini Bahasa Inggrisnya agak-agak gak jelas karna pengaruh dialek masing-masing, dan anak-anaknya juga gak semua ngerti bahasa Inggris, tapi tetep aja acaranya seru.











Dan ketika memperkenalkan sedikit tentang budaya Indonesia, anak-anak itu juga sempet melontarkan pertanyaan yg kalo menurut gua agak lucu sekaligus lugu, khas anak-anak banget. (yg seperti ini kira-kira kalo diterjemahin ke Bahasa Indonesia):

"kakak suka nggak nonton sinetron Bawang merah bawang putih?" (sinetron ini lagi ngetop abiss di Malaysia)
"kakak pernah ketemu artis gak?"
"Pernah ketemu FERDI gak, kak?" (tokoh utama cowok di sinetron itu)
"kakak tau sinetron Anakku bukan Anakku? yang main cantik yah kak.." (Nabila Syakieb maksudnya)
"kakak suka lagu Alhamdulillah gak?" (nah yang ini soundtrack sinetronnya)
hahahha...kasian banget anak-anak ini,masih kecil sudah termakan imperialisme sinetron Indonesia.

Lalu ada juga pertanyaan seperti ini:
"kakak kesini naik apa?"
-- naik pesawat terbang
"gak takut tinggi kak? gak kepingin muntah?"
--hehehe......

Ah, lugunya anak-anak ini. Tapi enak deh ngobrol sama mereka. Obrolan ringan anak-anak yang bikin kangen (udah lama juga gw gak maen dengan anak-anak, terakhir mendongeng juga entah kapan, udah lama banget)

Tapi di balik kecerian mereka, sebenernya gua sedih ngeliat kondisi mereka disana. Kamarnya, pantinya, kamar mandinya, semua kondisinya agak memprihatinkan..belum lagi kisah-kisah dibalik senyum mereka itu. Gua yakin gak mudah bagi mereka menjalani ini semua sambil tetap tersenyum.

Dan satu hal yang bikin gua pengen nangis ngeliatnya adalah, katika lagi tahlilan bareng dan mengucap do'a untuk kedua orang tua mereka, gua melihat salah seorang anak (yang mimpin do'a waktu itu) menutup rapat-rapat matanya, sampe keningnya berkerut dan nafasnya tertahan sebentar. Keliatan kalo dia sebenernya nahan nangis...

Sedih ngeliatnya....

Ah, anak-anak itu.. Semoga saja kalian tetap bisa tersenyum walaupun dunia terasa begitu sepi. Semoga Tuhan selalu menghujani kalian dengan kasih-Nya. Dan semoga kedatangan kami yang walaupun cuma sebentar itu, bisa membuat kalian termotivasi.


(dedicated for Aisyah, Noordiana, Fatimah, Syafiq, Arif dan teman-teman)


Friday, August 22, 2008

Konser Gamelan

yTadi malem gua abis nonton konser gamelan dan pergelaran tari

Bagus deh..Lumayan mengobati kerinduan karna udah lama gak dateng ke acara-acara budaya beginian. Nih, gua share beberapa foto










Hayoo...kalo abis liat ini, pasti jadi pada mikir deh, takut gamelan dicaplok juga sama Malaysia. Hehehhe..


Monday, August 18, 2008

(nggak) Upacara Lagi


Salam Merdeka dari Malaysia.

Berikut ini saya laporkan peringatan detik-detik kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-63 dari negara yang sudah setahun ini banyak mendapatkan sorotan negatif dari media lokal maupun nasional; apalagi kalau bukan Malaysia. Yah, berhubung disinilah gua terdampar, hehehe... yuk, kita ikuti gimana ceritanya.

Setelah tahun lalu gagal mengikuti acara sakral ini (baca postingan setahun lalu kalo merasa itu perlu), maka tahun ini hukumnya jadi wajib bagi gua untuk pergi ke Wisma Duta, KBRI untuk ikut acara 17an. Soalnya, mudah-mudahan sih ini tahun terakhir gua ada di sini, tahun depan kan udah lulus...hehehe.. (mari kita amini bersama-sama)

Bangun pagi, lalu mandi dan berbaju batik, gua dan rombongan pelajar lainnya berangkat ke Wisma Duta KBRI di Kuala Lumpur jam 8 pagi dengan bis sekolah dan bis pekerja (belakangan banyak yg komplain karna kebagian naek bis pekerja. Kita bahas ini belakangan ya..) Dan sayang sekali, sampe sana ternyata kami udah telat...yaaahh...Gak ikutan upacara (lagi) deh.

Pas sampe sana, ternyata lagi acara penaikan bendera merah putih dan lagu Indosesia Raya sedang berkumandang. Yang telat dateng ternyata rame juga, dan gak boleh masuk karna pasti akan mengganggu. Jadi terpaksa menunggu di luar gerbang sampe upacara selesai deh. Jadi inget jaman SMP, suka telat upacara trus disuruh baris di depan gerbang. Hehehe... Pinggir jalan raya pula! Hehe..

Begitu boleh masuk, yang dikunjungi pertama adalah apalagi kalau bukan stand makanan Indonesia. Yay, akhirnya bisa ketemu ketoprak, siomay, mi ayam, bahkan bakwan dan lemper! Hahahha...girang banget! Jadi agenda siang itu adalah MAKAN-MAKAN.

Soalnya abis upacara ya gak ada acara lain. Paling beramah tamah sama pejabat kedutaan (yang gua juga gak tau bapak-bapak itu siapa dan jabatannya apa). Pak Da’i Bachtiar sendiri yang sekarang menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Malaysia malah gak berbaur dangan para tamu.

Oh iya, ada bintang tamu lain yang gak kalah seru: Inul (yang konsernya di KL sempet dilarang oleh pemerintah Malaysia), Mpok Ati, dan Mocca. Gua sih sebenernya gak sabar banget pengen ngeliat Inul trus minta foto bareng sama dia, hehehe..boong deng! Gua mah pengen liat Mocca-nya aja. Cuma berhubung mereka tampilnya udah siang dan rombongan gua harus pulang, gak jadi deh..huu, sayang ya.

Nah, kembali ke masalah komplainnya beberapa orang ttg bis yang dinaiki dan shownya Inul yang agak-agak mendominasi dibandingkan peringatan kemerdekaannya sendiri, gua punya pendapat nih.


Kalo soal konsernya inul, beberapa orang –terutama dari kalangan mahasiswa- protes karna aksi ngebornya inul yang agak-agak heboh. Tapi kalo menurut gua justru ini menjadi hiburan yang berarti banget buat para TKI itu. Mereka rela panas-panasan, mungkin ada yang dateng dari jauh, hanya untuk menghibur diri dan merayakan kemerdekaan. Coba kalo yang diadakan adalah acara seminar internasional tentang pendidikan, atau tentang hubungan bilateral Indonesia-Malaysia, apa mereka gak bete?

Nah, kalo soal bisnya, mungkin bagi sebagian orang, naik bis pekerja (yang kalo disini diidentikkan dengan rombongan TKI) agak terasa memalukan. Lho emang kenapa sih? Kalo menurut gua sih, biasa aja lah.. Pelajar atau pekerja, itu Cuma masalah status. Dan siapa bilang pekerja itu derajadnya lebih rendah dari pelajar? Mereka justru menjadi penyumbang devisa negara loh, sedangkan beberapa pelajar malah minta disekolahin sama negara. (mhehehe...maap loh ya, gak bermaksud menyinggung siapapun)

Dan sayangnya, emang masih banyak yang membedakan kedua golongan ini. Pihak kedutaan sendiri juga kelihatannya masih saja membeda-bedakan. Contoh nyata: Pelajar dan Mahasiswa ngambil makanan di sebelah sini, sedangkan pekerja di sebelah sana. Pelajar dan mahasiswa dapet nasi kotak dan lauknya ada dua, sedangkan pekerja Cuma dapet lauknya satu. Pelajar dan mahasiswa boleh masuk ke dalam ruangan dan beramah tamah dengan pejabat kedutaan, pekerja... sana aja deh..nonton inul.

Tuh kan..?? Siapa coba yang gak adil?

Sadar gak sih ketika mereka mendapatkan perlakuan tidak adil dari majikannya kita lalu protes dan mengatakan bahwa mereka juga manusia, bahwa mereka adalah pahlawan devisa yang seharusnya juga diperlakukan secara layak. Lha sedangkan kitanya sendiri masih suka berlaku gak adil sama mas-mas dan mbak-mbak ini.

Terfikir gak sih, bahwa mungkin aja inilah satu hari dalam setahun mereka bisa keluar dari rumah majikannya dan berbaur dengan rekan-rekan se tanah airnya. Sedikit udara kemerdekaan dari setahun penuh keringat dan kerja keras. Tapi kenapa mereka belum juga mendapatkan keadilan, bakan di “rumah” yang harusnya mengayomi mereka? Dan kenapa mereka belum juga mendapatkan keadilan di hari yang katanya Indonesia sudah merdeka?

Terfikir gak sih tentang mereka??

Terfikir gak sih kalau mereka juga ingin merdeka?



Sunday, July 27, 2008

Manhattan, KL, Japan

Kemaren jadi sabtu yg fun setelah gua nonton film Sex and The City. Oowwh.. entah ada sihir apa di film ini, tapi yang jelas gua selalu merasa ada kedekatan emosional dengan ceritanya. Film ini mengisahkan tentang 4 cewek (yang dulunya twenty something tapi sekarang udah makin dewasa aja) yang dinggal di Manhattan City, dan hidupnya perputar diantara dua L; love and label. okay, mungkin gak semua cewe tergila-gila dengan label, alias merk-merk terkenal, tapi cewek mana yang gak pernah desperate karena cinta? Bahkan Carrie Bradshaw sendiri yang notabene adalah penulis profesional tentang fashion, gaya hidup dan -yeah, whatelse- cinta, masih aja bisa patah hati, masih aja bisa jatuh cinta-kecewa-lalu kasmaran lagi. Siklus hidup baru bisa komplit katanya kalo kita pernah merasakan jatuh cinta dan patah hati. Begitu kah?

Hmm.. satu hal yang gua piki
rin tentang film ini, mengapa cewek bisa dengan mudahnya jatuh cinta, lalu sakit hati dengan dahsyatnya, tapi masih juga bisa kembali luluh dengan mudahnya? Hehehe... okay, you may say I am one of them. Iya gua ngaku!!! hahahha.. Dan dari di film ini juga gua dapetin jawabannya. Ternyata yang diperlukan hanya perpaduan antara laki-laki yang tepat, kata-kata yang tepat, dan waktu yang tepat. Then... voila! You'll get the girl back! Jadi buat para lelaki di luar sana, camkanlah rumus itu baik-baik! Hehehe..

Nonton film ini juga mengingatkan gua sama temen-temen cewek gua yang biasanya jadi temen seseruan dan sharing segala hal. Seneng rasanya ada seseorang diluar sana yang walopun ditelpon jam 3 subuh, masih mau ngangkat dan dengerin segala curhat. Yang bersedia menampung saat kita dateng dari manapun. Yang gak akan ngeluarin kata-kata "tuh kan gua bilang juga apa!" saat kita jatuh dan mengulangi kesalahan yang sama. Yah, kami mungkin gak hidup diantara 2 L itu sih.. tapi, mmm.. apa ya..ooohh 2 B mungkin; books and boys. hahaha.. Setuju mbak-mbak?

Sebenernya gua pengen nonton film ini bareng mereka, dan ngebahasnya habis-habisan begitu selesai dan keluar dari bioskop. Hahaha... girl's thing. I do miss them. Tapi kita semua terpisah jarak ribuan km jauhnya. Dan gua malah ada di sini, di jantung kota Kuala Lumpur, berdesak-desakan dengan semua orang yang juga menunggu komuter yang mengantarkan pulang. Dengan berbagai gaya, berbagai aroma, berbagai karakter, berbagai wajah, yang gak satupun gua kenal. Kenapa gak ada satupun yang gua kenaaaallll????? huhuhu... pathetic amat.

Lalu gua pulang, masuk kamar kosan,..and thank God I found my roommate there, waiting for me. Hehehe... Lalu kita makan nasi onigiri yang sempet gua beli di mall tadi sama-sama. Gak terlalu enak juga sih, tapi lumayan, membawa suasana seolah-olah lagi ada di Jepang. Walopun gak didampingin dengan sushi, sake, atau duduk di atas tatami, tapi cukup menyenangkan. Nasinya juga padet, gurih rumput lautnya, tapi sayang gak terlalu banyak lauknya. Hmm.. gak papa deh. Sudah alhamdulillah malem ini bisa makan. Sudah alhamdulillah malem ini bisa "ke Jepang". Hehehe...


Sunday, March 30, 2008

Laporan jalan-jalan (lagi)

Baiklah, seperti janji gua kemaren-kemaren, setelah melewati minggu ini gua akan posting tentang laporan jalan-jalan yang sempet tertunda. Jalan-jalannya sendiri udah dari tanggal 19 Maret kemaren. Waktu itu kan ceritanya di Indonesia lagi libur panjang dari Kamis-Minggu. Jadi nyokap gue sempet dateng demi menyambangi anaknya yang diuncal ke negeri orang sejak setahun lalu dan belum sekalipun ditengokin. Hehehe... Ikut menyusul juga kakak gue dari Bandung yang ikut ngebawa suaminya. Jadi, rame deh yang dateng. Nah, ini dia beberapa tempat yang sempet dikunjungin:

1st day target:
PUTRAJAYA
Ini tempat yang jadi pusat pemerintahan Malaysia. Mulai dari kantornya Perdana Menteri yang didesain seperti Taj Mahal, kantor-kantor kementrian, Masjid Putra yang gedeeee banget (yang kalo masuk ke dalemnya kita disediain jubah gombrong yang wajib dipake), Istana Sultan Selangor, Malaysia International Convention Centre, sampe tempat-tempat penting bagi pemerintahan Malaysia yang didesain dengan cantik, perpaduan antara gaya klasik sentuhan Arabic, India, dan Rusia, dicampur dengan sentuhan-sentuhan modern yang jadinya oke banget. Karena desain bangunan-bangunan yang unik itu tempat ini juga jadi salah satu objek wisata yang wajib didatengin turis asing. Kita bisa keliling-liling Putrajaya naek boat, soalnya sepanjang Putrajaya ini dialirin sama tasik (gak tau asli atau buatan). Bisa milih, naek boat yang besar, atau perahu kecil tradisional yang gak kalah uniknya. Dengan naek boat selama lebih kurang 45 menit kita udah bisa liat semua bangunan di sepanjang tasik itu. Bagus banget deh..

(kiri: Dengan latar jembatan Putrajaya, kanan: kantornya Perdana Menteri Malaysia)

(Kiri: Masjid Putra, kanan: pemandangan Jalan di Putrajaya malam hari)

2nd day destination: GENTING HIGHLAND
Nah ini one stop entertainment center di daerah puncak. Tinggiii... banget, dan dingin pastinya. Untuk naek ke puncak, kita harus naek sky way (alias kereta gantung) dulu
selama sekitar 30 menit. Ini termasuk salah satu sky way terpanjang di dunia. Dan lumayan mengerikan untuk orang yang fobia ketinggian. Soalnya dibawahnya masih hutan belantara gitu! Kalo jatoh, lumayan, mungkin perlu waktu 7 hari baru ditemuin oleh tim SAR. Hehehe.. Tapi begitu sampe ke atasnya, wah berasa sampe ke dunia lain. Disini pusat segala hiburan deh. Mulai dari Indoor Theme Park, Plaza Genting, Hotel Genting, Outdoor Theme Park (yang kaya Dufan gitu), Pusat makanan sampe ke Casino. Tapi untuk yang terakhir gua gak masuk. Hehehe.. Kan kata Bang Haji, judi itu haram. Hehehe... Nih die fotonye:









bukaaan.. ini bukan gua tiba-tiba ke Amrik untuk menghadiri penganugerahan Piala Oscar. Ini Cuma di Indoor Theme Park nya Genting kok. Hehehe... yah, mudah-mudahan suatu saat gua bisa nyampe ke Amrik beneran deh.. (huhuhu...ngimpi!)

Hari ke 3: nyangkut di PETRONAS

Nah kalo yang satu ini kaya’nya udah lumayan populer di mancanegara. Menara kembar tertinggi di dunia, nnngg.... gak tau berapa lantai. Waktu itu niatnya mau naek Sky Bridge nya, tapi berhubung kesiangan, gak dapet tiket deh. Padahal waktu itu baru jam 11 pagi (jam 10 WIB), dan tiket untuk hari itu dah sold out. Yah... Sayang sekali. Okelah, walopun gak sempet naek, tapi yang penting kan foto-fotonya. Hehehehe... teteeepp!!
Udah puas foto-foto di luarnya, kita masuk ke dalem, alias ke KLCC. Nah di dalemnya ini lagi heboh launching F1 yang pas kebetulan baru dibuka hari itu. Hehehe... walopun gak sempet ikutan nonton di Sirkut Sepang-nya langsung, foto-foto dengan simulatornya pun oke laah... hehehehe


Sip deh, segitu aja laporannya. Sebenernya foto-fotonya masih banyak, tapi gak semua bisa di upload disini yah. Heehehe... Next time mudah-mudahan ada laporan jalan-jalan lagi. Or wisata kuliner mungkin? Who knows... Just wait and see. Hehehe...
See ya on the next journey!

Sunday, March 02, 2008

Laporan jalan-jalan

Seminggu yang lalu saya sempet jalan-jalan ke Negeri Sembilan dan Malaka bareng sama keluarga owner apartemen dulu. Ada makcik,pakcik, mbak lia dan iza. Satu hari doang, tapi hajar bleh! Kalo bisa semua tempat mo didatengin. Hehehe.. Niatnya sih mo masukin foto-foto lewat flickr di blog ini, tapi kok agak susah ya.. Jadinya, ya sudah, foto-fotonya dipost aja deh. Hehe, jalan yang mudah. Okay, enjoy these picts!



Ini foto waktu di Port Dickson, Negeri Sembilan. Pantainya bagus deh, masih bersih. Sebenernya sih waktu itu gak niat mo pergi ke pantai, makanya agak-agak saltum. Hihihi... Ceritanya ini lagi naek speed boat. Ngiter-ngiter diantara pulau-pulau kecil. Tapi kaya'nya yang enjoy cuma gua sendiri deh. Pakcik lebih merhatiin supir dan mesinnya. Iza, takut make-upnya luntur kecipratan. Mbak Lia takut jilbabnya terbang, Makcik; pucet... hehehe



Abis maen-maen di pantai, sholat Dzuhur di Masjid Melaka. Masjidnya baguussss banget. Dan ada di permukaan laut! Wuuuiiihh.. Hebat ya!

Nah, kalo ini di dermaga, pertemuan antara sungai Malaka dengan Selat Malaka. Jadi ini muaranya. Sungainya lumayan bersih (gak kaya Ciliwung!), dan dibikin tempat wisata kaya' Venesia gitu deh. Jadi wisatawan bisa jalan-jalan naek mini boat di sepanjang aliran sungai Malaka sambil liat-liat bangunan-bangunan tua dan tempat-tempat bersejarahnya. Lumayan.. berasa naek gondola. Hehehe

Liat deh, bangunan-bangunan di tepi sungai Malaka nya. Bagus ya! Plus ada juga kafe-kafe pinggir sungai kaya' di Perancis gitu. Orang-orang jalan kaki, ada juga yang naek sepeda. Enak kaya'nya tinggal disini. Hehehe

Nih dia, waktu di kapalnya.. dengan latar belakang aliran sungai Malaka


Kalo yang ini, bukan kapal di Selat Malaka, tapi ini musium Samudra. Masih di tepi Sungai Malaka juga sih tempatnya. Kapal ini guedeeee banget! Kapal Portugis, ceritanya. Tapi sayangnya waktu itu lagi tutup, jadi gak sempet masuk ke dalemnya dan liat-liat isinya kaya' apa. Laen kali mudah-mudahan bisa masuk.


Ini di depan Muzium Kastam Diraja Malaysia (MKDM). Gak tau isinya apaan, gak sampe masuk soalnya. hikhihihi... Abis dah kesorean, ditungguin. Jadi gak enak mo lama-lama.

Pulangnya makan-makan di Umbai, Resto seafood pinggir pantai. Ikan bakarnya TOP BANGEUTT!! disini semuanya seafood. Nasinya cuma seiprit, sebungkus daon pisang gitu. Hihihi..jadi judulnya makan seafood lauk nasi. Hahaha... Ampe mabok tuh. kenyang edan! Hahaha... Ampe asrama jam 11 malem lewat dan masih kekenyangan ampe besok siang. hehehe
Yo wes, segitu aja foto-fotonya yah. Sebenernya belun puas sih ke Malaka kemaren. Oiya, waktu itu juga sempet ke St.Paul's Curch, dan beberapa bangunan tua disono, tapi behubung memory di kameranya full, gak bisa diabadikan deh. But someday pasti akan kesana lagi. Harus! Hahaha... Sambil bawa kamera digital SLR. Biar puas, dan kaya'nya kudu nginep disono deh.. Hhmmpp.. Doakan saja.