Saya melihat tebaran luka dimana-mana
luka-luka masa lalu
yang diam-diam terkubur
pada senyuman seorang penyanyi kafe
pada parau suara kondektur
pada kerutan kening juru ketik kantor
pada sepatu mengkilap bapak pejabat
pada tawa anak-anak tepi jalan
pada tulisan-tulisan cendikiawan
pada polesan bedak anak perawan
luka yang selalu saja dibalut rapi dengan senyuman
luka yang entah sudah berapa lama membusuk ditelan diam
luka yang setiap kita menyimpannya
ya,
setiap kita
saya
dan tentu juga anda
No comments:
Post a Comment