Ada yang bilang katanya kalo seseorang lagi nggak sibuk di dunia maya, biasanya berarti dia lagi sibuk di dunia nyata. Saya sih nggak. Sibuk apa coba? Ngurus negara? Hahaha.. ya standar aja sih, males. Lagi kering ide, nggak tau mau nulis apa.
Ini aja sambil elap-elap blog yang debuan, masih mikir bakal nulis apaan.
Oh iya, lagi banyak utang bacaan sih sebenernya. Sementara ini masih ada 5 buku yang menanti entah kapan bakal bisa dibaca. Gitu deh saya, beli-beli, bacanya entah kapan. Abis di beli, di buka plastiknya, diendus-endus bau kertasnya, disampul plastik yang rapi, disusun di rak buku berjejer sama buku-buku lainnya, dipandang-pandagin.. Dibaca? Insyaallah. Hehehee..
Yaudah sih, yang penting niat :D
![]() |
| oh, tumpukan hutang-hutangku! |
Nih, coba deh saya review sedikit ya.
Dari yang paling bawah, ada Kairo, Kota Kemenangan. Ini buku sejarah dan antropologis tentang Kairo yang ditulis oleh jurnalis Max Rodenbeck. Sejauh ini baru dibaca sampe bab II. Saya suka pemerhatiannya yang detil, maklum jurnalis. Cara bertuturnya juga enak, bikin saya merasa seolah-olah ada di sana. Si Max ini dalam bayangan saya, sedang duduk di sebuah cafe, yang posisinya agak tinggi, mungkin lantai 2 atau 3, di samping jendela kaca yang lebar, dan di hadapanya ada laptop dan minuman hangat. Dari jendela kaca itu dia celingukan mengamati orang-orang lalu lalang, bangunan-bangunan tua, pasar, jalanan, dan riuhnya kehidupan di Kairo. Terus apa yang diliatnya langsung diketik di laptopnya. Hehehe...bayangan saya sih gitu. Saya lagi seneng-senengnya baca buku ini. Tapi rada dilematis juga sih, suka bacanya dan penasaran sama ceritanya, tapi juga sayang kalo satu buku ini dihabisin sekaligus. Problema. Hahaha
Di atasnya Kairo ada buku DeHarmonie. Ini novel roman dengan setting Batavia tahun 20-an. Kayaknya sih menarik. Saya beli karena lagi diskon. Harganya jadi cuma 20.000. Untuk novel setebal 384 halaman dan kualitas kertas yang bagus, itu murah banget jadinya. Murah kan? Saya begitu ngeliat novel ini di tumpukan buku-buku diskon, langsung ngebayangin kamar bola Harmoni yang selalu disebut-sebut dalam Tetralogi Pulau Buru-nya Pramoedya. Era-era batavia awal itu... entah ya... buat saya menarik aja. Nah, berdasarkan sinopsisnya, novel ini katanya penuh intrik, sangat detil, penuh suspense, sekaligus bernilai historis yang amat kaya data, disajikan dengan alur mengalir bak telaga. Oke. Tapi sejauh ini belum dibaca sedikitpun. Baru disampul plastik dan diendus-endus doang. Hehehe.
Di barisan tengah, ada Panggil Aku Kartini Saja, tulisannya Pramoedya Ananta Toer. Entahlah, buku ini kayanya sudah 5 abad di tangan saya. Dibawa kemana-mana. Tapi nggak selesai-selesai juga bacanya. Banyak banget distractionnya ketika membaca dan mencoba khusyu', alhasil sampe hari ini baru sampe bab 3 akhir. Loooong way to go.
Di atasnya lagi ada buku Islamic Golden Perspective, Benang Merah Sejarah Islam. Ini bukunya ditulis oleh Tutik Hasanah, S.Th.I. Belum dibuka plastik segelnya. Katanya sih ini menyajikan sejarah yang luas tentang penciptaan, kenabian, persebaran manusia, ragam budaya dan peradaban, Nabi Muhammad dan juga Khulafaur Rasyidin. Saya sih agak skepstis, buku yang gak tebel-tebel amat ini menyajikan sejarah yang luas dan membahas secara mendalam tentang hal-hal itu tadi. Tapi saya beli ini sebagai pengantar aja, nantinya mau nyari kumpulan ensiklopedi Islam untuk pemahaman yang lebih spesifik. Buku inimah preambulnya aja... Ngomong-ngomong, penulisnya punya titel S.Th.I, itu maksudnya apa ya? Sarjana Theologi Islam kah?? Baru denger saya....
Nah terakhir, buku yang di tumpukan paling atas, yang warnanya paling gonjreng ini, judulnya The Journey to be The Ultimate U #2, kumpulan tulisannya Rene Suhardono sang career coach dan selebtwit itu :D Banyak yang bilang tulisannya cerdas, nampar, dan menggugah. Tapi hmmm....saya kok nggak 'kena' ya? Satu-satunya hal yang saya suka di buku ini adalah, setiap akhir satu tulisan, disediakan space kosong satu halaman untuk kita nulis-nulis corat-coret apa yang ada dipikiran kita. Ya semau-mau aja, kan buku kita. Oh iya, bukunya juga banyak gambar-gambar dari orang kreatif. Keren sih. Tapi entahlah, warnanya yang orange itu menyakiti mata saya. Selebihnya, tulisannya biasa aja menurut saya.. Hanya berhasil menuntaskan beberapa tulisan aja, dan belum lanjut baca lagi.
Nah itulah dia sedikit ulasan dari buku-buku yang lagi dan akan saya baca.
Saya kayanya belakangan lagi suka baca-baca yang berhubungan dengan sejarah deh. 3 dari 5 hutang buku itu temanya tentang sejarah. Trus kemarin-kemarin juga sempet iseng-iseng belajar sedikit-sedikit soal Perang Dunia II. Kalo ke museum-museum gitu sih emang udah dari dulu. Eh, apa jangan-jangan saya ini emang penyuka sejarah ya?
Ah, impulsif aja mungkin.
Dulu waktu baca bukunya Dee yang partikel juga jadi tertarik soal Arkeologi dan peninggalan-peninggalan zaman megalithikum. Baca Bilangan Fu jadi penasaran soal candi-candian. Ini, entah apa lagi nanti.








