Friday, July 16, 2010

Darah Muda

Short story aja ya.. Saya kemarin dapet panggilan tes dari sebuah perusahaan multinasional yang cukup bergengsi. Hehehehe.. Baru tes doang siih. Dan ini juga baru tes pertama dari 7 rangkaian tes yang ada. Jadi belum gimana-gimana juga.

Nah yang mau saya share disini adalah cerita sebelum dan saat tes itu berjalan.
Sebenernya sih saya awalnya iseng aja join pada sebuah laman pencari kerja, dan melihat beberapa posisi yang tersedia. Iseng mengisi resume lalu klik 'apply' di bagian bawahnya.
Lho, bukannya sekarang udah kerja? Udah enak?

Iya sih, kerjaan saya sekarang cukup menyenangkan. Ibu saya dari dulu kepingin liat anak perempuannya ini jadi dosen, dengan salah satu alasannya adalah mudah mengatur waktu untuk keluarga nantinya.
Tapi kan itu nantiii.. Dan sekarang, saya sudah hampir mati gaya di kerjaan ini. I mean, terlepas dari masalah payment dan manajemen perusahaan yang sering kali SUCKS, tapi kerjaan ini gak terlalu ribet, waktunya fleksibel, saya masih bisa bangun siang, gak sampe membuat saya jungkir balik sampe kayang menyelesaikan kerjaan yang segudang. Ketemu orang-orang baru, mengajar mahasiswa, berbicara di depan. Asik sih..

Tapi ini terlalu nyaman buat saya!

Dan saya adalah tipikal orang yang selalu haus darah, nggak bisa puas dengan apa yang sudah saya dapat (in a positive way, yaa). Istilahnya dikasih hati minta jantung. Hahaha.. Lagian, I'm still 25 gitu looh. Masih muda, masih pengen meraih banyak hal, mencoba banyak hal. Jadi begitulah, kesimpulannya saya mulai gak betah di kerjaan yang "tenang-tenang saja" seperti ini (padahal belum juga setahun disni. hihi.. ) Makanya kemarin saya iseng-iseng apply ke perusahaan lain yang gak pernah terpikirkan sebelumnya oleh saya. Dapet ya syukur, gak dapet ya udah. Gak ada salahnya juga untuk dicoba, ya kan?

Lalu, ucluk-ucluk berangkatlah saya kemarin sore ke kantor itu untuk ikut tes tahap pertamanya. Kantornya di Sudirman. I repeat, Sudirman.. the epicentrum of Jakarta! Gedungnya persis bersisian dengan Ritz Carlton yang kemaren jadi sasaran bom.

Hahaha..bilang saya dusun, bilang saya kampungan. Tapi entahlah, saya punya semacam "mimpi bodoh" untuk bisa bekerja di sebuah perusahaan besar, somewhere in Sudirman or Gatot Soebroto district. Kayanya "WAH" aja bisa kerja disitu. Pride-nya, confidence-nya.. Kalau boleh diibaratkan, rasanya mungkin kaya perempuan yang memakai Prada (yang originial loh yaaa) hehehe... Bangga, gitu!

Dan kantornyaa... anjriit keren banget. Saya tes di lantai 20, dan melihat ke luar dari gedung kaca nan angkuh di tempat ini rasanya "sombong" gitu. hihihihi...

Nah, kebetulan kemarin itu saya selesai tes jam 5 sore, bertepatan dengan jam pulang kantornya orang-orang. Jadilah saya keluar gedung bareng sama orang-orang yang kerja di situ. Berjalan di  koridornya, dengan heels di atas trotoar beton, disamping taman-taman rapi dan air mancur, ditiup angin sepoi-sepoi, dan berjalan satu arus dengan orang-orang muda yang berjiwa dinamis.. DAMN,  IT FEELS SO GREAT!!

Aaaah... sumpah mati saya pengen kerja disiniiiiii....!!
Hahahahha

Jadi sekarang mohon doanya ya..Bapak-bapak, ibu-ibu, sodara sodari sebangsa dan setanah air, semoga saya mendapatkan pekerjaan ini. Pengen kerja di Sudirmaann.. Amiin...

Wednesday, July 07, 2010

Surat Kepada Tuhan

Jakarta, 7 Juli 2010
Kepada Yang Maha Kuasa
di Arasy nan Agung

Perihal: Permohonan

Tuhan Yang Maha Memahami, 
Lagi-lagi saya mengirimi-Mu surat. Maaf Tuhan, jika mengganggu kesibukan-Mu. Bukan apa-apa, tapi sepertinya ini adalah hal pribadi yang perlu saya sampaikan langsung dan tertulis biar saya bisa merinci setiap hal dengan baik. Saya ingin mengajukan beberapa permohonan, kalau boleh. Kalau sekiranya saya masih layak untuk meminta rahmat-Mu.

Tuhan Yang Maha Menentukan,
Saya tau Tuhan telah menentukan siapa lelaki terbaik untuk saya. Tapi masih ada nggak kesempatan buat saya meminta lelaki seperti apa yang saya inginkan? Lelaki yang membuat saya mau menghabiskan sisa hidup saya bersamanya kelak. Boleh ya Tuhan, please....Saya nggak minta yang macem-macem kok. Janji deh!

Tuhan Yang Maha Kuasa Membolak-balik Hati,
Kalau boleh, saya minta laki-laki yang cerdas. Nggak perlu lah IQ nya sampe 180, tapi yang penting dia bisa berfikir jernih. Saya pengen dia nantinya bisa mengajarkan banyak hal dan menjawab pertanyaan-pertanyaan aneh dari anak kami.
"Ayah, kenapa kok bulan bentuknya berubah-ubah?"
"Ayah, sex itu apa?"
"Ayah, kenapa pohon tumbuhnya ke atas?"
"Ayah, kenapa nyamuk nggak minum kuah bayem aja?"

Tuhan Yang Maha Baik,
Kalau boleh, saya juga pengen mendapatkan lelaki yang humoris. Nggak harus yang pelawak sih... Tapi paling nggak saya pengen ada orang yang tetap bisa membuat saya tersenyum setiap hari. I know, life is hard. Orang-orang juga ada yang bilang, marriage is sucks. Kok kayanya berat banget ya, Tuhan? Jadi rasanya nggak muluk-muluk kan, kalo saya minta lelaki yang humoris? Saya pengen bisa menertawakan banyak hal setiap hari, bahkan hal-hal kecil sekalipun, bersama dia.

Tuhan Yang Maha Pemurah,
Satu lagi, boleh? Saya pengen mendapatkan lelaki yang kemampuan navigasinya bagus. Nggak harus pilot kok.. Tapi paling nggak, dia bisa mengarahkan kemana jalan yang akan kami tempuh. Dia bisa berdiri di depan ketika menunaikan sholat. Dia bisa menuntun menuju jalan keluar ketika semuanya terasa gelap. Saya sadar, saya sendiri juga suka bingung walaupun sudah baca peta. Tapi kalo dia pegang kompas dan bisa membaca arah mata angin, sepertinya semuanya akan baik-baik saja.

Tuhan Yang Maha Pengampun,
Maaf yaa..saya banyak banget permintaan. Tapi 3 ini boleh kan? Saya sadar, saya masih suka lalai sama kewajiban. Saya masih suka lupa sama urusan akhirat. Tapi kalo Tuhan meng-ACC permohonan saya ini, wah... saya pasti akan sangat bersyukur. Saya percaya kok, Tuhan Maha Baik. Tuhan Maha Mengasihi.

Sekali lagi saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga karena Tuhan sudah berkenan membaca surat saya.
Mohon maaf kalo kata-kata saya kurang sopan
Tapi percayalah Tuhan, saya cuma ingin menjadi hamba-Mu yang baik..
Sekali lagi terima kasih


Hanya Engkaulah yang Maha Mengetahui segala isi hati.


PS: Tuhan, kalo lelakinya dikirim pake kilat khusus aja, boleh gak? :D


Saturday, July 03, 2010

penaklukan

Beberapa orang bilang saya gadis bodoh

Dulu saya sempat mempercayakan hati saya pada seseorang.Tapi singkat kata singkat cerita, dia memilih untuk balik kanan dan maju jalan. Dan saya yang ditinggal hanya diam tanpa mempertanyakan apa-apa. Bodoh, begitu kata orang

ya, saya marah
ya, saya juga tentu kecewa

Lalu setelah limabelas kali hujan dan tujuh puluh dua kali matahari terbit, saya kembali lagi menemui dia. Menertawakan hal yang sama lagi, membagi senyum untuknya lagi. Dan sama seperti sebelumnya, orang bilang saya bodoh. Masih mau membuka hati untuknya lagi. Masih bisa memaafkan orang yang sudah pernah menyakiti.

Tapi bagi saya, ini adalah sebuah misi.
Ya, misi penaklukan
Saya marah sama dia. Bahkan dalam hati, saya pernah bersumpah dan mendendam. Tapi saya tau, marah dan dendam hanya akan membuat saya membusuk dari dalam. Maka, entah bagaimana caranya saya harus menghilangkan marah dan dendam itu. Harus. 

Jadi ketika saya sudah sanggup menemuinya lagi, menertawakan hal yang sama lagi, membagi senyum untuknya lagi, saya merasa penaklukan itu sudah tuntas.

Ya
Saya,
menaklukkan amarah
dan jika orang berkata saya bodoh, terserah

Dan oh! Saya selalu mendapat bonus ketika berhasil melakukan penaklukan:
Manghadapi orang yang pernah menyakiti, dengan senyum mengembang, menatap langsung ke matanya tanpa rasa gugup, dan tanpa menyimpan sedikitpun perasaan yang dulu pernah ada,

...rasanya begitu elegan!

Percayalah!