Beberapa orang bilang saya gadis bodoh
Dulu saya sempat mempercayakan hati saya pada seseorang.Tapi singkat kata singkat cerita, dia memilih untuk balik kanan dan maju jalan. Dan saya yang ditinggal hanya diam tanpa mempertanyakan apa-apa. Bodoh, begitu kata orang
ya, saya marah
ya, saya juga tentu kecewa
Lalu setelah limabelas kali hujan dan tujuh puluh dua kali matahari terbit, saya kembali lagi menemui dia. Menertawakan hal yang sama lagi, membagi senyum untuknya lagi. Dan sama seperti sebelumnya, orang bilang saya bodoh. Masih mau membuka hati untuknya lagi. Masih bisa memaafkan orang yang sudah pernah menyakiti.
Tapi bagi saya, ini adalah sebuah misi.
Ya, misi penaklukan
Saya marah sama dia. Bahkan dalam hati, saya pernah bersumpah dan mendendam. Tapi saya tau, marah dan dendam hanya akan membuat saya membusuk dari dalam. Maka, entah bagaimana caranya saya harus menghilangkan marah dan dendam itu. Harus.
Jadi ketika saya sudah sanggup menemuinya lagi, menertawakan hal yang sama lagi, membagi senyum untuknya lagi, saya merasa penaklukan itu sudah tuntas.
Ya
Saya,
menaklukkan amarah
dan jika orang berkata saya bodoh, terserah
Dan oh! Saya selalu mendapat bonus ketika berhasil melakukan penaklukan:
Manghadapi orang yang pernah menyakiti, dengan senyum mengembang, menatap langsung ke matanya tanpa rasa gugup, dan tanpa menyimpan sedikitpun perasaan yang dulu pernah ada,
...rasanya begitu elegan!
...rasanya begitu elegan!
Percayalah!
1 comment:
good news neng :D
Post a Comment