Friday, December 18, 2009

hot guy in the plane

Ada beberapa hal yang saya suka dari traveling. Bukan cuma petualangannya, pemandangannya, suasanya fun yang didapatkan, tapi juga besarnya peluang untuk ketemu dengan orang-orang dan wajah-wajah baru yang bisa "menyegarkan mata". Huehehee...

Seperti kemarin ketika saya dalam perjalanan menuju ibukota. Ketika sedang antri di kaunter check-in, saya berdiri di belakang pria yang sekilas-duh-mirip-fauzi-baadillah. Ganteng! Memang sih, matanya sih gak setajam dan secadas mas fauzi. Tapi okelaaah.... ^^ Siapa coba yang nolak 'pemandangan indah' begini? hihihi...

Ketika berjalan masuk ke pesawat, si cowok ini jauh ketinggalan di belakang saya. Dia sepertinya satu rombongan dengan 2 orang ibu-ibu yang tentengannya lumayan banyak. Tapi saya sih gak sampe segitunya celingukan nyariin dia di mana. Saya fokus mencari tempat duduk saya aja. Sayangnya, saya duduk di tengah-tengah 3 jejeran kursi. Uuh, saya gak suka posisi ini. Kalau boleh memilih, saya akan lebih suka duduk di samping jendela atau di pinggir lorong sekalian. Posisi di tengah itu aneh, seperti terjepit rasanya.

Kursi di sebelah kanan saya sementara belum terisi. Di sebelah kiri saya ada seorang anak muda (tsaaah...sok tua banget gw!) laki-laki yang sepertinya baru sekali ini naik pesawat. Nggak tau gimana cara pasang seatbelt dan belum apa-apa sudah kepingin membuka meja di hadapannya. Lalu nggak lama masuklah si -mas-mas-yang-mirip-fauzi-baadillah- tadi, beserta 2 orang ibu nya. Sementara dua ibunya duduk di kursi di depan saya, sedangkan si mas....eng-ing-eng... duduk di samping kanan saya! Horeeeee... ^^

Dan sudah bisa diduga, saya jadi grogi abis. Hahaha... Nggak berani nengok ke jendela, which is yang ada di sebelah kanan saya. Gak berani juga menyandarkan tangan di sebelah kanan karna takut kesenggol tangannya si mas. Hihihi...Dan malangnya, saya gak punya pengalihan untuk menghilangkan situasi awkward ini. Di kantung kursi depan hanya ada kartu petunjuk keselamatan dan katalog barang jualang (yang ngapain juga dibaca sebegitu seriusnya), situasi juga sedang gak memungkinkan untuk mengaktifkan hp dan mendengarkan lagu lewat earphone, dan saya juga gak bawa novel atau koran yang bisa dibaca. Ah..mati gaya deh! Mau ngajak dia ngobrol juga gak berani. Grogi...hihi... ^^

Seandainya si mas-mas ini orang yang pandai membaca gesture, dia pasti tau kalo saya salah tingkah. Goyang-goyang kaki, garuk-garuk hidung -yang-sebenarnya-gak-gatal, sampai celingukan ngeliatin mbak-mbak pramugari yang mondar mandir (tetep...saya gak berani melihat pemandangan melalui jendela). Untungnya perjalanan ini gak lama, hanya sekitar 45 menit saja. Terima kasih Tuhan, jadi saya gak perlu mati gaya lebih lama lagi.

Gak lama kemudian pesawat ini mendarat. Daaan.... eng-ing-eng... Ada kejadian yang bikin saya langsung il-feel sama mas-mas ganteng ini. Baru beberapa detik pesawat menempelkan rodanya di landasan, dia langsung membuka sabuk pengamannya. Okelah, ini masih bisa dimaklumi. Tapi kemudian... DIA MENGAKTIFKAN HANDPHONENYA!!!!

Hallooo mas ganteeenggg...tau gak sih kalo ini bisa mengganggu sistem navigasi pesawat yang pada efeknya akan mengancam keselamatan seluruh penumpang?? Nggak bisa ya ditahan dulu barang 5 menit doang atau paling nggak sampai pesawat bener-bener berhenti di 'parkirannya'? (Tenang, saya hanya mengucapkan ini dalam hati kok. Gak mungkin juga tiba-tiba saya langsung ngomel-ngomel ke dia kan?)

Huh..Ini nih, salah satu kebiasaan buruk (mayoritas) orang Indonesia kalo lagi naik pesawat. Suka nggak taat peraturan! Padahal udah jelas-jelas diingatkan sama pramugari. Sibuk-sih-sibuk..tapi menunggu 5 menit doang emang nggak bisa lagi ya?

Aah...maaf ya mas-yang-mirip-fauzi-baadillah, nilai anda langsung minus di mata saya!
Nggak jadi deh saya naksir Anda. hehehehe....

No comments: