Monday, July 29, 2013

STEAL THIS PRESENTATION!

Ceritanya saya lagi stalking blogwalking malam ini, dan tiba-tiba sampailah saya pada sebuah blog yg isinya repost tentang gaya presentasi. Keren banget isinya!

Buat orang-orang yang hidupnya berurusan dengan slide presentasi, misalnya dosen, atau Public Relations, atau designer, atau apapun itu, perkara membuat slide presentasi yang benar dan menarik ini kadang luput dari perhatian. Coba kita pikir-pikir, berapa banyak mahasiswa yang ngantuk di kelas karena slide presentasi dosennya booorrriiiiing...? Berapa banyak proyek atau gagasan yang ditolak karena presentasinya gak menjual? Banyak kan? Banyak!

Ini kelihatannya sepele, padahal penting. Nih, saya share di sini tutorial membuat slide presentasi yang bukan cuma baik dan benar, tapi juga menarik perhatian dan mampu memberi impact yang kuat bagi audiencenya. Iya, saya juga cuma bisa nyolong ilmunya dan share doang sih.. hihihi. Check this out:




dan ini juga:




Yuk, sama-sama bantu menyelamatkan dunia ini dari presentasi yang membosankan. Hahaha :D

Friday, July 26, 2013

After a long silence...

Yak, saya kembali lagi ke laman ini. Setelah sekian lama saya abaikan, saya tinggalin begitu saja, menulispun seadanya, sekarang InsyaALlah saya kembali.
Kangen rasanya bisa nulis lagi, bisa mengungkapkan apa yang ada di pikiran saya, tanpa peduli orang lain akan berpikir seperti apa, tanpa takut akan dibaca oleh si anu si itu dan lainnya. Kangen merasakan bahwa menulis itu seperti refleksi diri, bahwa menulis itu seperti menemukan sanctuary... Iya kangen.

Setahun ini saya jungkir balik. Hahaha. Pernah denger gak ada mitos yang bilang "kalau kamu sampai di ulang tahun ke 29, bersiaplah karena hidup kamu akan dijungkirbalikkan"? Saya denger ini di film 3 Hari Untuk Selamanya kalo gak salah, si Nicholas Saputra yg main. Iya, jadi katanya kalau di usia 29 itu hidup kamu akan jungkir balik, ibaratnya kamu diangkat dengan posisi kaki diikat di atas, trus dikoclak-koclak sampe isi perut kamu keluar semua. Hahahaha.. Saya gak tau sih itu bener apa nggak. Mungkin mitos aja. Tapi saya belum sampe ke usia 29 aja rasanya sudah sampe ke fase jungkir balik ini deh. Gimana ntar pas umur 29 ya??

Jadi ceritanya setahun kemarin itu hidup saya kacau. Kacau berantakan kalo boleh dibilang. Dan ini dalam semua aspek. Dari urusan kerjaan, keluarga, keuangan, percintaan, pencapaian pribadi, semua lah! Saya balik lagi ke titik nol. Saya pernah nangis 3 hari 3 malem gak berhenti-berhenti. Saya bahkan sambil beberesan rumah, nyuci, ngepel sambil mewek dan mata sembab 7 hari. Saya pernah merasa useless, merasa bahwa saya tidak seharusnya berada di sini, sempat juga merasa bahwa saya gak punya arah dan tujuan hidup, gak tau mau jadi apa, gak menghasilkan apa-apa, dan gak tau mesti ngapain saat itu.

Saya sampai di titik saya pasrah ke manapun takdir membawa saya. Saya cuma bisa bertahan supaya gak tenggelam, bisa berdiri pun Alhamdulillah. Kalau sekarang saya ditanya apa yang terjadi sama saya saat itu, saya gak akan bisa cerita kondisinya  in every detail, sama Allah pun saya ngadu cuma dengan tangis karena gak bisa bilang apa-apa. Tapi saya yakin lah Allah Maha Tau apa yang saya rasa. Dan setahun itu bukan waktu yang sebentar. Ada proses yang luar biasa yang telah terjadi di dalam diri saya selama itu.

But here I am, kembali ke titik normal, InsyaALlah. Dengan kondisi yang mudah-mudahan lebih kuat, lebih bisa membaca situasi, lebih terbuka pikirannya, dan lebih sabar, InsyaALah.
Ada gunanya juga semua yang saya lalui kemarin itu. Ya itu dia yah, kadang kita memang harus tarik diri dulu --entah secara terpakasa atau sengaja, dari segala hiruk pikuk kehidupan. Harus diam dulu sejenak mencari jeda, atau bahkan take a few step behind untuk tau ke depannya mau gimana. 

Untuk pertama kalinya setelah sekian tahun hidup saya, saya mulai tau apa yang ingin saya lakukan paling tidak sampai 5 tahun ke depan. Hahaha..iya, ini agak hebat, karena sekian lama saya hidup tanpa rencana dan tujuan riil, jangankan jangka panjang, jangka pendek pun belum tentu. Tapi kali ini saya mulai menata target hidup dan menyusun langkah untuk pencapaiannya. Semoga lancar. Aamiin.  

And about this blog, saya nggak perduli ya siapapun mau mampir, mau baca, mau berpikir apa tentang saya. Saya hanya ingin kembali menulis, kembali membuka pikiran, kembali membahas hal-hal gak penting, menemukan kembali tempat pelarian saya. Hahaha.. 8 tahun konsiten ngeblog itu bukan perkara mudah lho. Saya cuma ingin bisa terus merekam sedikit moment dalam hidup saya di sini. 

Dan iya, bagian jeda menulis selama setahun karena menata hidup yang jungkir balik itu juga terekam dengan baik dan sangat jelas di sini. Bagaimanapun, itu bagian dari hidup saya juga kan?


Thank's anyway :)
Semoga hidup saya, hidup kamu, dan hidup semua orang mejadi lebih baik

Tuesday, June 04, 2013

Repost: 10 Things About Writing I Wish I Knew 10 Years Ago

Ini ada tulisan yang saya ambil dari sini. Betul betul sebuah pencerahan, terutama buat saya yang karena sesuatu dan lain hal mulai tidak produktif menulis, entah di blog atau tulisan ilmiah lainnya, selama beberapa bulan belakangan ini. Read on, fellas! Mudah-mudahan merasa "ditampar" juga. hahaha

10 Things About Writing I Wish I Knew 10 Years Ago 


1) Be patient. When I was 23 I always felt this absurd need to draft quickly, edit very little, and send out the piece immediately. Just because you finished a 3,000 word story doesn’t mean you should submit it to the New Yorker an hour later. The time away from a piece of writing is time spent on the piece of writing.

2) It’s okay to not be writing. Guilt can be a motivator, sure, but when that guilt is clouding your story and ideas and generally fucking with you in a way that pushes you to write badly, it’s time to stop. I’m all for working hard and pushing through, but learn to forgive yourself and walk away sometimes. I once went an entire year without writing and it felt good.

3) Listen to editors who reject your work. Seems easy to just read a rejection and think, “fuck them.” You can say that, and you probably will, but maybe actually take to heart what they say. The advice on why your piece wasn’t accepted may not click with you, but if an editor is taking the time to say why it doesn’t work, listen. Staple it to your wall. You’re going to collect a mountain of form rejections and no responses. Editors who take the time to respond, to critique, are saints.

4) Don’t set a writing schedule. Put down words when you want to. If that’s all day, then do it. If it’s ten minutes, great. If you treat your writing like an office day job it’s going to start feeling that way.

5) You’re not Bukowski, or Hemingway, or David Foster Wallace. You won’t understand this now, but early on, you’ll go through a phase of imitation. It’s okay. That idolization will start to flake away and your personality/style will come through, eventually. I spent a good two years as a middle class white kid living in my parents basement thinking I was similar to Bukowski, which is disgusting.

6) No writer knows what they are doing. We are literally taking symbols and forming things called sentences into things called paragraphs into things called stories into things called novels. One day someone will give you a one star review on Amazon because of your poor character development and plot pacing.

7) Don’t isolate yourself. This one seems tricky because most likely you’ll spend a good chunk of your day reading and writing and thinking about writers and reading interviews and all that. It’s good to absorb everything, and if you really love writing, you’ll be obsessed. But please, get outside. And this doesn’t mean going to a reading. And it doesn’t mean jogging alone. Call your family. Go out for drinks and don’t say a word about your novels word count.

8) Take care of your body. I’m still a skinny fuck with a little belly and very little upper body strength, but I watch what I eat and exercise now. Just because you go to the gym doesn’t necessarily mean you’re a bro. Besides, people will find you less annoying if you don’t look like a stereotypical writer. Hey, I did twenty push-ups between this number and the last.

9) Stay humble. No matter what you write, who you publish with, what agent said they were interested in you, stay small and never stop being curious.

10) Write what you don’t know.