![]() |
| Temple yg gak tau namanya apa..ah, kita sebut saja diaa..... Chinesse Temple! |
Tapi sayang sekali, baru jeprat jepret sebentar di klenteng ini, langit yang tadinya cerah ceria tiba-tiba aja mendung. Jadilah saya dan tim hore ini balik lagi ke mobilnya Nuchy dengan keadaan yang lapar berat (lho?). Hahaha... Maka kami didrop oleh Nuchy di sebuah restoran Melayu Muslim untuk makan siang. Dia? ah, mungkin pacaran... (eh, saya belum cerita ya kalo selama perjalanan ini dia membawa seorang wanita yang diakuinya sebagai boT-nya. Ingat, dia tidak bisa menyebut huruf S. Hahahaha..) Kami dikasih waktu 1 jam untuk makan dan jalan-jalan sedikit di daerah Phuket Town. Saya gak tau itu nama jalannya apa, tapi yang jelas di kawasan banyak toko-toko pinggir jalan yang menjual baju, suvenir, makanan, cafe, dll.
| Sight seeing di Phuket Town |
Lucunya, berhubung di sini sebagian besar nama toko, billboard pinggir jalan, rambu-rambu lalu lintas atau sejenisnya ditulis pake bahasa Thai yang mana kami gak bisa baca tulisannya apalagi tau artinya, jadi
kami iseng iseng berhadiah main tebak-tebakan aja ini toko apa. Hehehee.. Dan Alip lebih aneh lagi, kalo ada plang dengan tulisan berbahasa Inggris, pasti dia membacanya dengan lantang lalu diikuti dengan cengengesan atau manggut-manggut setelahnya. Alasannya;
"mumpung bisa dibaca, mbak..." Hahahaa...
| hayoo tebak, ini toko apa?? (temukan jawabannya di bawah postingan ini) |
Setelah sempet beli kaos bertulisan phuket di salah satu toko yang ada, jam 3 teng kami kembali ke spot di mana Nuchy akan menjemput kami lagi. Yak, perjalanan dilanjutken..... Tujuan berikutnya adalah Cashew Nut Factory a.k.a sebuah pabrik pengolahan kacang mede. Dalam bayangan saya, pabriknya itu gedeeee dan pohon jambu medenya buanyaaakk gitu. Ternyata?? Hanya sebuah toko yang mengolah berbagai varian kacang mede (ada yang rasa asin, pedas, manis, crispy, dll), dengan hanya ada seorang ibu-ibu yang (dengan wajah tanpa ekspresi) tengah sibuk memecahkan cangkang mede, dan sebatang (I repeat, SEBATANG) pohon kacang mede di halamannya. Jiaaahh..gubrag!! Oh ada lagi, di tepi jalan rayanya ada sebuah patung kacang mede yang lumayan gede yang bisa dijadiin tempat berfoto. Hahahaa...gitu doang sih. Intinya, kita masuk ke sana disuruh icip-icip lalu belanja oleh-oleh. Bah!
| si ibu yang mengolah kacang mede, teteup.. tanpa ekspresi |
| Di depan Cashew Nut Factory |
Setelah beli camilan kacang mede seadanya (basa-basi doang biar gak dibilang turis kere, hehehe..) kami dibawa lagi ke sebuah toko suvenir. Yang dijual di sini gak ada yang istimewa banget sih menurut saya, cuma kalung-kalung, lilin-lilin aromatherapi, pajangan-pajangan dengan ornamen gajah-gajahan, kaos-kaos bertuliskan Thailand yang biasa aja gitu. Makanya saya gak beli apa-apa di sini. Bukannya kere lho... (hahaa...masih gak mau ngaku!). Tapi yang unik adalah, di toko ini ada bapak-bapak yang bermain alat musik sejenis gamelan secara live, dan ada juga 2 orang gadis (atau janda? *eh..) yang sedang merakit kalung-kalung etnik untuk di jual. Dan uniknya lagi, mereka pake baju daerah lokal yang penuh kalung dan pernak pernik. Lucu sih...tapi tetep, saya gak beli. Di sini juga banyak lah begituan.. hehehe
| topinya unik ya? ;) |
![]() |
| kalung-kalung etnik, 250 baht :) |
Oke, lanjut lagi perjalanannya. Kali ini spot yang dituju adalah sebuah kuil Budha yang cukup terkenal dan bisa dilihat di brosur-brosur wisata Phuket. Namanya Wat Chalong Temple. Ini adalah komplek kuil yang terdiri dari beberapa bangunan lagi di dalamnya. beberapa diantaranya masih dalam tahap pembangunan (atau renovasi? entahlah..) Saya gak ngerti sih bangunannya apa-apa aja, tapi arsitekturnya unik. Coba liat deh di fotonya ini:
| bangunan utama dari Wat Chalong Temple |
| di salah satu gerbangnya |
| ada pagoda kecil di setiap pojok bangunan |
Belanja udah, ke temple udah, maka perhentian berikutnya kami menyambangi patung Big Budha yang letaknya di atas bukit. Sebagaimana namanya, patungnya emang gedeeeee banget. Dari kejauhan aja sudah keliatan. Dan jalan menuju ke puncak bukit itu lumayan curam dan berlika-liku, tapi gak jauh-jauh amat kok. Dan begitu sampai di atas, kita bisa melihat pemandangan laut dari balik kabut-kabut tipis puncak bukit. Hmmm....lumayan bagus.
Oh iya, patung Big budha ini masih dalam proses pembangunan dan belum jadi seutuhnya. Pembangunannya menggunakan dana yang terkumpul hasil dari donasi para pengunjung dan juga beberapa negara yang turut memberikan bantuan, seperti Kamboja, Vietnam, Cina, India, dll.
Daaaannn... eng-ing-eng...di sinilah letaknya The Famous Bangla Road. Hahahaa..
Maka secara tiba-tiba kami minta untuk diturunkan saja di tempat itu. Toh malam masih muda dan rasanya terlalu rugi melewatkan tempat ini hanya dari balik kaca mobil. Dan ternyata gak salah, Bangla Road bener-bener glowing malam itu. Ya iya laaahh... pas malem minggu gituh!
Ada apa sih di Bangla Road?? Seseru itu kah?
Hmmm.. Wait til I tell u next time, yaaa..
hahaha... Cacth u later!
Selesai mengunjungi Big Budha, kami menuruni bukit beriringan dengan hujan dan kabut yang juga mulai turun (tsaaahhh bahasanya).. Nuchy mengantarkan ke spot terakhir. Eh sebenarnya ada satu lagi yang belum dikunjungi, yaitu Gipsy Village. Dari namanya kayanya seru ya...Gipsy Village..?? Tapi sayang, berhubung lokasinya rada jauh dan waktu sudah hampir magrib, terpaksa tempat yang satu itu di skip aja. Hmmm... ya sudahlah.
Nah, tempat terakhir yang dituju ini namanya Karon View Point, lokasinya di dataran tinggi kawasan Katta-Karon. Ini cuma lokasi buat foto-foto aja sih, nggak ada objek khusus. Dari titik ini kita bisa melihat matahari yang perlahan-lahan tengah beringsut tenggelam ke samudra Hindia. Ah, saya jadi ngerti kenapa Nuchy lebih memilih untuk membawa kami ke sini. Soalnya timingnya pas! Cuaca lagi bagus sehingga kami bisa liat sunset dan jajaran pasir pantai yang menguning terkena sinar matahari sore. Hmmmm....
| panorama dari Karon View Point |
Ah baiklaaahh...dengan demikian perjalanan hari ini usai sudah. Jam 7 malam Nuchy membawa kami kembali menuju hotel. Sepanjang jalan pulang, kami masih aja cekikian lihat ini itu. Batre masih setengah, rupanya. Hahahaa.. Niat mau langsung ke hotel, eh tapi di tengah jalan kami melewati kawasan yang happening banget! Rameee.... ooowh..rupanya itu kawasan Patong.
Daaaannn... eng-ing-eng...di sinilah letaknya The Famous Bangla Road. Hahahaa..
Maka secara tiba-tiba kami minta untuk diturunkan saja di tempat itu. Toh malam masih muda dan rasanya terlalu rugi melewatkan tempat ini hanya dari balik kaca mobil. Dan ternyata gak salah, Bangla Road bener-bener glowing malam itu. Ya iya laaahh... pas malem minggu gituh!
Ada apa sih di Bangla Road?? Seseru itu kah?
Hmmm.. Wait til I tell u next time, yaaa..
hahaha... Cacth u later!
*foto dari koleksi pribadi dan punya neng beby.
dan foto ke empat itu adalah plang dari sebuah barber shop. hahaha*


