Tuesday, January 05, 2010

Another New Year

Weeww...sudah setahun saya nggak posting. Haha..lebay.
Happy New Yeeaah buat semuanya :)























Anyway, sebetulnya saya nggak terbiasa bikin resolusi tahun baru. Hanya saja, tahun ini banyak bener yang nanyain saya, plan 2010 nya apa? Dan saya -dengan rada terpaksa- mulai berfikir tentang apa yang akan saya raih tahun ini.

Nothing special sih. Saya cuma pengen lebih produktif aja. Dan ini dimulai dengan men-deactive-kan account facebook saya. Ehm, nggak ding... boong. FBnya ditutup bukan karena itu sebenernya. Hehehe....
Ilham untuk men-deactive-kan FB sebenernya datang dengan tiba-tiba. Malam tanggal 1 Januari itu saya mulai merasa jenuh karena sehari-hari kerjaannya begitu-begitu aja. Bangun tidur buka FB. Siang bolong buka FB. Lagi bengong buka FB. Lagi di jalan buka FB. Walau nggak segitu addict-nya juga, tapi kok kesannya kalo sehari gak buka web berwarna biru ini, hari-hari akan terasa kelabu ya. Halaaahhh....

Dan ini nih indikatornya saya udah mulai berlebihan: saya mengaktifkan mobile FB.
Iya, buat saya ini berlebihan. Instead of ngobrol-ngobrol sama orang sekitar, saya lebih memilih buka FB di Hp. Kalo lagi menunggu sesuatu, saya nggak lagi mengeluarkan bacaan dari dalam tas seperti yang dulunya biasa saya lakukan. Sebentar-sebentar penasaran pengen baca komen orang di status saya. IIih... mulai berlebihan deh.

Jadi ya udah, saya memilih untuk men-deactive-kan FB saya. Entah sih..ini akan temporary atau nggak. hehheehe....Lucunya, sebelum saya meng-klik tombol deaktivasi, di laman itu terpampang beberapa foto teman saya dengan tulisan " si A will miss you. Si B will miss you. Si C will miss you". Dan saya berfikir "oh really??"
Sayangnya si A, si B dan si C itu bukanlah temen-temen yang dekat secara personal dengan saya. Rasanya jika saya menghilang dari muka bumi dan dibawa alien ke galaksi lain, mereka juga nggak akan sadar. Lain cerita jika yang disebutkan itu adalah sahabat-sahabat dekat saya. Ah, tapi saya pikir, toh saya juga berhubungan dengan mereka melalui segala media. YM, SMS, telp atau bahkan pertemuan langsung. Nggak akan ada yang hilang rasanya... Dan akhirnya saya malah makin yakin untuk hengkang dari FB :)

Saya sih bukannya synical negative sama FB, tapi sama kebiasaan saya-nya sendiri. Saya cuma pengen melakukan lebih banyak aktivitas. Pengen lebih banyak membaca buku, mengobrol dengan orang-orang sekitar, menyapa teman-teman dengan sentuhan yang lebih personal. Dan saya juga pengen lebih sering menguraikan pikiran-pikiran saya dalam tulisan yang lebih panjang, bukan hanya 1 kalimat yang biasanya mengisi status saya itu.
Intinya, pengen jadi lebih produktif.

Trus kenapa harus di tanggal 1 Januari? Biar memulai kebiasaan baru di tahun baru, gitu? Nggak juga sih... ini murni kebetulan aja.
Tapi kalau memang bisa melakukan hal-hal yang lebih baik di tahun ini, nggak ada salahnya toh? Dimulai dari hal-hal kecil, mudah-mudahan bisa membawa perubahan besar at the end of the year. Amiin...

Lalu, apa resolusi Anda sendiri di tahun ini?


Wednesday, December 23, 2009

janji saya

Pernah dengar ungkapan "cinta sampai mati"? atau janji setia "for the good times and bad times"? Selalu terdengar romantis ya? Selalu bisa bikin hati meleleh dan bibir tersenyum.
Tapi apa iya pada kenyataannya selalu begitu?
Hmmm....Malam ini, saya melihat kenyataannya. Wujud dari perasaan cinta yang KONON nya sampai usia senja.

Kejadiannya begini.
Saya tengah menikmati makan malam di sebuah restoran siap saji. Saya sendiri, duduk di tepi jendela. Di seberang saya terdengar riuh rendah sebuah keluarga besar yang sedang menikmati makan malamnya juga. Ada bapak, ibu, kakek, nenek, dan tiga orang anak perempuannya yang menginjak usia remaja. Semua tertawa, semua ceria, entah sedang merayakan apa.

Si nenek masih cukup gagah dan dandannya masih cukup trendy. Sementara si kakek, menggeser kursinya sendiripun sudah tak mampu. Bicaranya hanya sepatah-dua patah kata. Tubuhnya renta dimakan usia.
Lalu semua orang menikmati makanannya. Sambil mengunyah, sambil bercanda. Si kakek juga ikut mengunyah, hanya saja ia tak cukup kuat mengangkat tangannya sendiri.

Ia disuapi.

oleh pembantu.


....

Hampir menangis saya melihatnya.
Di sana ada istrinya, ada anaknya, menantunya, bahkan cucu-cucunya semua sudah besar. Duduk satu meja, berhadapan dengannya. Tapi kenapa ia disuapi oleh pembantu? Kenapa bukan istrinya yang menyuapi? atau anaknya, atau cucunya?
Duh..Miris melihatnya...


Cukup lama saya terdiam, hingga akhirnya saya mengirimkan SMS untuk seseorang yang jauh di mata hanya untuk bilang:

"..kalau misalnya suatu hari nanti kamu lg sakit dan aku lg ada di dekat kamu, aku janji aku yang akan suapin kamu makan yah.. :) "

Iya, saya janji.
Saya janji bukan hanya ke dia, tapi juga ke diri saya sendiri.

Karna saya nggak akan pernah lupa dengan apa yang saya lihat malam ini

Semua orang di meja itu masih terus sibuk dengan menu masing-masing. Masih tertawa, masih ceria. Sesekali tampak melupakan keberadaan sosok tua di sudut meja. Dan si kakek hanya diam sambil terus mengunyah.


Saturday, December 19, 2009

1,3,5,7....


kalau yang satu melangkah seperti deret hitung

sedangkan yang satunya seperti deret ukur
sepertinya akan susah

dan yang pasti,
akan sangat melelahkan untuk terus berkejaran