Friday, February 27, 2009

Masih soal mimpi

Kemarin malam saya mimpi aneh. Mimpi kawin. Eh, maksudnya nikahan. hehehe..

Jadi adegannya adalah...ya saya mau nikahan. Dan sepanjang yang bisa saya inget, dalam mimpi itu yang ada hanya hiruk pikuknya suasana rumah karna mau ada hajatan. Repot, semua orang banyak kerjaan, pada mundar-mandir. Banyak orang pokoknya. Saya sendiri disitu lagi sibuk ngepas-ngepas kebaya, dan melakukan ini itu sebagai sang calon mempelai wanita.

Trus, calon mempelai pria nya siapa?

Nah ini yang lebih aneh lagi, hampir sepanjang cerita di mimpi itu sang pemeran utama prianya nggak juga muncul. Jadi saya seperti gak jelas, akan nikah sama siapa. Saya (yang sedang tidur) sempet merasa setengah sadar, tapi tetap merem..dan lalu berfikir.. siapa sih yang jadi calon suaminya?

Setelah fikiran setengah sadar saya itu melintas, maka adegan selanjutnya adalah..eng-ing-eng.. sang pria itu muncul. Detil adegannya begini nih: Dari jauh saya melihat dia tampak belakang. Berbaju batik, sedang berbicara di telefon entah dengan siapa. Lalu saya berjalan mendekati dia (sumpah, disini semuanya tiba-tiba jadi slow motion). Saya tau percakapan itu sebenarnya membuat dia agak panik. Lalu saya menyentuh bahunya dari belakang, dan dia berbalik.....

*ah, pria ini ternyata orangnya...* (ya, saya kenal dia. Tapi maaf ya sodara-sodari sekalian, disini kan nggak boleh sebut merk. hehehe)

ternyata dia sedang panik. Keluarga dari pihak mempelai pria sedikit mengalami hambatan dalam perjalanan, karna pesawat dari Medan mengalami keterlambatan. (Saya gak ngerti kenapa Medan. Dia bukan orang Medan, dan setau saya gak ada keluarga atau kerabatnya yang orang Medan, atau siapanya yang di Medan..entahlah)

Ketika dia lagi sibuk menceritakan keadaan, saya cuma bisa menatap dia dan berfikir (seolah-olah itu adalah saya in the real world)... oh, lelaki ini toh yang akan menikah dengan saya. Apa iya? Tapi kok disini dia keliatan beda ya, lebih berwibawa..lebih kharismatik, lebih gimanaaa.. gitu. Saya gak tau apa saya musti seneng atau nggak dengan keadaan bahwa saya akan menikah dengan dia. Yang ada pada waktu itu, saya hanya menatap dia, lama...dan lekat... sementara dia terus bercerita.

Lalu semuanya balik lagi ke adegan yang serba cepat, ramai, hiruk pikuk dan sibuk. Saya gak begitu ingat adegan selanjutnya seperti apa. Tapi ada satu hal yang saya sangat bisa merasakan. Saya seperti sedang berjalan, sambil membawa payung ke arah orang-orang yang sedang ramai duduk-duduk di bawah tarup hajatan, dalam balutan kebaya warna putih berbahan brokat dengan bordiran halus. Rasanya seperti nyata.. hingga saya bahkan bisa merasakan bagaimana bahan kebaya itu melekat di kulit saya.
Dan saya sedang mencari-cari dia..

ah, mimpi yang aneh..

----

Saya kadang suka bingung ya, kalau mimpi begini ini, apakah ini hanya sekedar bunga tidur, mimpi-mimpi gak penting... atau jangan-jangan ini pertanda dari Sang Khalik tentang siapa jodoh saya sebenarnya? Nah loo..

Gimana ya membedakannya?
Ada yang tau?

Friday, February 13, 2009

Transplantasi Hati

Beberapa bulan yang lalu, ada seorang teman yang, gak biasa-biasanya menjadikan saya tempat curhat, tapi tiba-tiba aja berkeluh kesah panjang lebar. Dan semuanya adalah masalah hati. Setelah semaleman menjadi pendengar yang baik, inti masalah yang bisa saya cerna adalah, dia terlalu sering disakiti sama mantan pacarnya. Jadi ketika ada orang lain yang suka sama dia, dia jadi ketakutan untuk membuka diri, ngerasa gak siap atau bahkan takut dia sendiri yang akan menyakiti balik. Intinya, dia takut jatuh cinta lagi.

Lalu saya, dengan penuh seksama dan sok mendiagnosa, memberi jawaban: "Mungkin yang kamu perlukan adalah transplantasi hati"
"Memang ada?" tanyanya balik
"Ada aja."
"Gimana caranya?"
"Ya kamu cuma perlu mendapatkan donor hati yang tepat. Just give your heart to her, and keep her heart inside."
"mmm... gitu ya?"
"iya, cuma maslahnya,..mendapatkan donor yang tepat itu agak susah."
"haha...ada ada aja."

***

Entah kenapa kok saya jadi inget lagi percakapan itu ya? Padahal waktu itu jawaban yang saya kasih sepertinya cuma asal ngomong. Sok kasih saran, padahal gak tau apa yang diomongin.
Tapi pagi ini, saya jadi keingetan terus sama kata-kata "transplantasi hati" itu.
Apa mungkin justru saya sendiri yang sedang memerlukannya?
Apa mungkin hati saya sendiri yang sebenarnya sedang sekarat?
Atau jangan-jangan, saya sendiri yang sebenarnya selama ini berputar-putar mencari-cari donor itu?

Ah..Saya cuma takut,
takut hati saya keburu tidak berfungsi